Penjelasan Hadits Bukhari No. 252 tentang Mandi cukup dengan satu sha' air

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita tentang kesederhanaan dan kecukupan dalam menggunakan air untuk bersuci, khususnya mandi wajib (junub). Nabi ﷺ dan para sahabat terbiasa mandi dengan satu sha' (sekitar 2,5–3 liter) air. Hadits ini juga menunjukkan adab seorang sahabat dalam membantah anggapan seseorang yang merasa butuh air lebih banyak, dengan cara yang tegas namun tetap penuh hikmah, serta menunjukkan bahwa kekuatan fisik yang lebih bukanlah alasan untuk berlebihan dalam menggunakan air.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al-Mandi, Bab "Mandi dengan Satu Sha'", no. 252, dari sahabat Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu.

Dalil dari Al-Qur'an:

Allah ﷻ berfirman:

وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

"Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A'raf [7]: 31)

Hadits terkait lainnya:

Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Nabi ﷺ mandi dengan satu sha' sampai lima mudd (air), dan berwudhu dengan satu mudd." (HR. Al-Bukhari no. 201 dan Muslim no. 325)

Kaitan dengan ulama:

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya mandi dengan satu sha' dan itu adalah ukuran yang cukup, meskipun yang lebih utama adalah mengambil yang lebih sempurna selama tidak berlebihan. Beliau juga menukil perkataan Al-Khattabi bahwa satu sha' adalah ukuran yang mencukupi untuk mandi, dan ini adalah pendapat jumhur ulama.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:

1. Ukuran Air Mandi yang Cukup

Satu sha' adalah ukuran volume yang setara dengan sekitar 2,5 hingga 3 liter air. Ini adalah ukuran yang cukup untuk mandi junub menurut mayoritas ulama, termasuk Imam Asy-Syafi'i, Imam Ahmad, dan Imam Abu Hanifah. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa mandi dengan satu sha' adalah sunnah, dan ukuran ini sudah mencukupi untuk membersihkan seluruh tubuh.

2. Jawaban Tegas Jabir bin Abdullah

Ketika ada seorang lelaki yang merasa satu sha' tidak cukup baginya, Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu menjawab dengan tegas: "Satu Sha' sudah cukup bagi orang yang lebih banyak rambutnya darimu dan lebih baik darimu (maksudnya Nabi)." Ini adalah teguran halus namun tegas. Jabir mengingatkan bahwa Nabi ﷺ — yang rambutnya lebat dan tubuhnya lebih utama dari siapa pun — mandi dengan ukuran tersebut. Maka tidak ada alasan bagi seorang muslim untuk merasa butuh lebih dari itu.

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Fathul Bari (syarahnya atas Shahih Al-Bukhari) menjelaskan bahwa jawaban Jabir ini adalah bentuk pengingkaran terhadap sikap berlebihan dalam menggunakan air, karena berlebihan dalam air mandi bisa mengarah pada perbuatan yang tidak disukai Allah.

3. Larangan Berlebihan (Israf) dalam Menggunakan Air

Hadits ini sejalan dengan larangan berlebihan dalam menggunakan air, meskipun untuk ibadah. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa berlebihan dalam menggunakan air untuk bersuci adalah perbuatan yang tercela, dan ini termasuk dalam larangan Allah dalam QS. Al-A'raf ayat 31. Beliau juga menukil bahwa Nabi ﷺ melewati Sa'd bin Abi Waqqash yang sedang berwudhu dengan air yang banyak, lalu beliau bersabda: "Janganlah engkau berlebihan!" Sa'd bertanya, "Apakah dalam berwudhu pun ada berlebihan?" Beliau menjawab: "Ya, meskipun engkau berada di sungai yang mengalir." (HR. Ibnu Majah, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani).

4. Adab Menasihati dengan Hikmah

Jabir tidak langsung menghardik orang tersebut, tetapi beliau mengingatkan dengan cara yang menyentuh hati — dengan menyebut keutamaan Nabi ﷺ sebagai teladan. Ini adalah pelajaran berharga dalam berdakwah: nasihat yang tegas tetap harus disampaikan dengan cara yang tidak merendahkan, namun jelas menunjukkan kebenaran.

5. Makna "Kemudian Jabir Mengenakan Pakaiannya dan Memimpin Shalat"

Bagian akhir hadits ini menunjukkan bahwa Jabir radhiyallahu 'anhu setelah menjawab pertanyaan tersebut langsung memimpin shalat dalam satu pakaian (satu kain) — ini adalah faedah tambahan bahwa shalat dengan satu pakaian yang menutup aurat adalah sah, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa para sahabat Nabi ﷺ sangat menjaga kesederhanaan dalam segala hal, termasuk dalam penggunaan air. Suatu ketika, Sa'd bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu berwudhu dengan air yang cukup banyak. Nabi ﷺ melihatnya dan bersabda: "Apa ini? Ini adalah pemborosan!" Sa'd bertanya: "Apakah dalam berwudhu ada pemborosan?" Nabi ﷺ menjawab: "Ya, meskipun engkau berada di sungai yang mengalir." (HR. Ibnu Majah; dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah).

Kisah ini menunjukkan bahwa ajaran Islam sangat memperhatikan keseimbangan dan tidak menyukai sikap berlebihan, bahkan dalam hal ibadah sekalipun. Air adalah nikmat Allah yang harus dijaga, dan seorang mukmin diajarkan untuk selalu bersyukur dengan cara menggunakan nikmat tersebut secara bijak.

Kesimpulan Praktis

  1. Cukupkan diri dalam menggunakan air — untuk mandi junub, satu sha' (sekitar 2,5–3 liter) adalah ukuran yang cukup dan sesuai sunnah.
  2. Jauhi sikap berlebihan (israf) dalam segala hal, termasuk dalam bersuci, karena Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.
  3. Teladani Nabi ﷺ dalam kesederhanaan — beliau adalah manusia terbaik, namun tetap hidup sederhana dan tidak berlebihan.
  4. Sampaikan nasihat dengan hikmah — seperti Jabir bin Abdullah yang menegur dengan cara yang menyentuh hati, bukan dengan kemarahan.
  5. Jaga nikmat air — air adalah karunia Allah yang harus disyukuri dengan menggunakannya secara bijak dan tidak sia-sia.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?