Penjelasan Hadits Bukhari No. 251 tentang Bab Mandi dengan Satu Sha'

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ mandi junub dengan air sebanyak satu sha' (sekitar 2,5–3 liter). Ini mengajarkan kita untuk tidak berlebihan dalam menggunakan air saat mandi, meskipun untuk bersuci dari hadats besar. Praktik ini adalah sunnah yang dicontohkan langsung oleh Baginda Nabi.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an (tidak langsung terkait, namun prinsip tidak berlebihan):

QS. Al-A'raf [7]: 31

۞ يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍۢ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

"Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan."

Hadits terkait:

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad, berkata: telah menceritakan kepadaku Abdush Shamad, berkata: telah menceritakan kepadaku Syu'bah, berkata: telah menceritakan kepadaku Abu Bakar bin Hafsh, berkata: aku mendengar Abu Salamah berkata: Aku dan saudara 'Aisyah (yaitu Abdullah bin Abdurrahman atau saudara sepersusuan?) menemui 'Aisyah. Lalu saudaranya bertanya kepada 'Aisyah tentang mandinya Nabi ﷺ. Maka 'Aisyah meminta wadah yang berisi kira-kira satu sha', lalu ia mandi dan menuangkan air ke atas kepalanya, dan antara kami dan dirinya ada tabir." (HR. Bukhari no. 251)

Kaitan dengan ulama dalam daftar:

  • Imam al-Bukhari (w. 256 H) meriwayatkan hadits ini dalam Shahih-nya, bab "Mandi dengan Satu Sha'" (Kitab Mandi, Bab 10). Beliau menegaskan bahwa mandi dengan satu sha' adalah sunnah Nabi.
  • Ibnu Hajar al-'Asqalani (w. 852 H) dalam Fathul Bari (1/349-350) menjelaskan bahwa satu sha' adalah ukuran takaran (bukan timbangan) yang setara dengan 4 mud, atau sekitar 2,5-3 liter. Beliau menyebut bahwa Nabi mandi dengan satu sha' dan dua sha' (kadang-kadang), dan ini menunjukkan keutamaan tidak boros air.
  • Imam an-Nawawi (w. 676 H) dalam Al-Majmu' (2/215) mengatakan bahwa mandi dengan air sedikit (sekadar satu sha') adalah sunnah, asalkan air tersebut cukup membasahi seluruh badan. Tidak disyariatkan berlebihan.
  • Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H) dan Imam asy-Syafi'i (w. 204 H) dalam Al-Umm juga menyebutkan bahwa ukuran air mandi Nabi adalah satu sha' sampai dua sha', sebagai bentuk kesederhanaan.
  • Al-Bayhaqi (w. 458 H) dalam As-Sunan al-Kubra meriwayatkan hadits serupa dan menekankan bahwa sha' adalah ukuran yang digunakan Nabi untuk wudhu dan mandi.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ ketika mandi junub hanya menggunakan air sebanyak satu sha'. Aisyah radhiyallahu 'anha, untuk memperagakan cara Nabi, mendatangkan satu wadah berisi air dalam takaran tersebut lalu mandi di balik tabir. Ini menunjukkan bahwa mandi dengan air sedikit sudah cukup, asalkan air tersebut merata ke seluruh tubuh.

Makna sha':

Menurut Ibnu Hajar, satu sha' adalah takaran kering atau cair seukuran empat mud. Satu mud seukuran dua telapak tangan orang biasa yang digenggam. Dalam ukuran modern, satu sha' kira-kira 2,5–3 liter air. Ini adalah ukuran yang sangat sederhana, terutama jika dibandingkan dengan kebiasaan sebagian orang yang menghabiskan banyak air saat mandi.

Pelajaran fiqih:

  1. Kesunnahan tidak berlebihan air: Meskipun mandi junub hukumnya wajib untuk menghilangkan hadats, namun kadar air yang digunakan tidak ditentukan secara ketat. Boleh lebih sedikit atau lebih banyak asalkan cukup. Namun sunnahnya adalah mencontoh Nabi yang menggunakan satu sha' atau dua sha'.
  2. Boleh mandi di balik tabir (penghalang): Ini menunjukkan adab menutup aurat saat mandi, sekalipun antara suami-istri atau mahram, demi menjaga pandangan.
  3. Praktik Aisyah memperagakan mandi: Ini adalah contoh bagaimana para sahabat dan istri Nabi mengajarkan sunnah dengan perbuatan langsung.
  4. Keutamaan hemat air: Dalam hadits lain, Nabi melarang berlebihan air meskipun di sungai yang mengalir (HR. Ibnu Majah). Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menekankan bahwa hemat air adalah bagian dari syukur nikmat.

Pendapat ulama dalam daftar:

  • Imam Malik (w. 179 H) dalam Al-Muwatha' dan Sufyan ats-Tsauri (w. 161 H) berpendapat bahwa mandi dengan satu sha' adalah sunnah, bukan wajib. Yang wajib hanyalah meratakan air ke seluruh tubuh, berapa pun jumlahnya.
  • Abu Hanifah (w. 150 H) dan Imam asy-Syafi'i berpendapat bahwa tidak ada ukuran khusus untuk mandi, namun yang utama adalah meniru Nabi.
  • Ibn Qayyim al-Jawziyyah (w. 751 H) dalam Zadul Ma'ad (1/181) menulis bahwa Nabi memiliki beberapa cara mandi, kadang satu sha', kadang lebih, namun intinya adalah tidak berlebihan.

Kesimpulan dari ulama-ulama tersebut adalah bahwa mandi dengan satu sha' adalah sunnah yang utama, namun jika air tidak cukup atau situasi berbeda, menggunakan lebih banyak juga diperbolehkan. Yang terpenting adalah menghindari israf (pemborosan) karena Allah tidak suka orang berlebihan.

Story Telling

Suatu hari, sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu (termasuk dalam riwayat) menceritakan bahwa Nabi ﷺ pernah mandi dengan satu sha' air hingga hampir lima orang dewasa. Ibnu Hajar dalam Fathul Bari mengisahkan bahwa ada seorang Badui yang masuk masjid, lalu kencing di sudut masjid. Para sahabat marah, namun Nabi melarang mereka, lalu meminta setimba air untuk menyiram bekas kencing itu. Beliau bersabda, “Sesungguhnya kalian diutus untuk memudahkan, bukan untuk mempersulit.” (HR. Bukhari, no. 220). Kisah ini menekankan bahwa Islam mengajarkan kemudahan, termasuk dalam penggunaan air. Air yang sedikit sudah cukup untuk membersihkan najis atau mandi, selama dilakukan dengan cara yang benar.

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa kesederhanaan dan tidak berlebihan dalam segala hal, termasuk dalam bersuci, adalah akhlak Nabi yang patut diteladani. Aisyah radhiyallahu 'anha dengan tegas memperlihatkan praktik mandi Nabi untuk mengajarkan para sahabat dan generasi setelahnya akan pentingnya mengikuti sunnah.

Kesimpulan Praktis

  • Amalan sunnah: Mandi junub dengan air secukupnya, jangan berlebihan. Ukuran satu sha' (sekitar 2,5-3 liter) adalah contoh paling ideal.
  • Adab mandi: Gunakan air secukupnya, hindari membuang-buang air. Ingat bahwa air adalah nikmat Allah yang perlu disyukuri.
  • Praktik langsung: Jika ingin mengajarkan tata cara mandi kepada keluarga, lakukan dengan lembut dan beri contoh (seperti Aisyah).
  • Hindari ghuluw (berlebihan): Jangan menganggap mandi dengan air sedikit tidak sah selama seluruh tubuh basah. Syariat tidak pernah mempersulit.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?