Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tidak membai'at anak kecil yang belum baligh, tetapi mendoakan keberkahan untuknya. Doa keberkahan itu terbukti nyata pada Abdullah bin Hisham, sehingga para sahabat seperti Ibnu Umar dan Ibnu az-Zubair ingin berserikat dagang dengannya demi mendapatkan berkah tersebut. Hadits ini menjadi dalil bolehnya berserikat dalam makanan dan harta, serta keberkahan doa Nabi ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari, Kitab asy-Syirkah (Persekutuan), Bab asy-Syirkah fi ath-Tha'am wa Ghairihi, nomor 2501, dari jalur Zuhrah bin Ma'bad dari kakeknya Abdullah bin Hisham.
Teks hadits yang disebutkan sudah lengkap berharakat. Adapun ayat yang berkaitan dengan keutamaan berkah dan syukur atas nikmat, di antaranya firman Allah:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
(QS. Ibrahim [14]: 7)
Terjemahan: "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.'"
Ayat ini menunjukkan bahwa keberkahan dan tambahan nikmat datang dari Allah, dan salah satu sebabnya adalah doa orang shalih serta rasa syukur.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:
Pertama: Bai'at dan anak yang belum baligh.
Nabi ﷺ menolak membai'at Abdullah bin Hisham karena masih kecil. Ini menunjukkan bahwa bai'at (janji setia) dalam urusan kepemimpinan dan ketaatan agama hanya berlaku bagi yang sudah mukallaf. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa anak kecil tidak dibebani kewajiban syariat, sehingga bai'atnya tidak sah secara syar'i. Namun Nabi ﷺ tetap mengusap kepala dan mendoakannya, yang menunjukkan kasih sayang dan perhatian beliau kepada anak-anak.
Kedua: Keberkahan doa Nabi ﷺ.
Doa Nabi ﷺ adalah doa yang mustajab. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa doa Nabi ﷺ untuk Abdullah bin Hisham terbukti nyata dalam kehidupannya, terutama dalam keberkahan dagang dan rezeki. Ini menjadi dalil bahwa doa orang shalih, terlebih doa Nabi ﷺ, membawa keberkahan yang nyata.
Ketiga: Persekutuan (syirkah) dalam makanan dan harta.
Ibnu Umar dan Ibnu az-Zubair ingin berserikat dengan Abdullah bin Hisham karena mereka tahu doa Nabi ﷺ untuknya. Mereka berharap mendapatkan bagian dari keberkahan tersebut. Imam al-Bukhari memasukkan hadits ini dalam Bab asy-Syirkah fi ath-Tha'am, menunjukkan bahwa syirkah dalam makanan dan harta dibolehkan. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa syirkah dalam makanan bisa berarti berbagi hasil dagang atau berbagi dalam kepemilikan barang.
Keempat: Adab dalam berdagang dan berserikat.
Hadits ini juga menunjukkan bahwa para sahabat saling membantu dan bekerja sama dalam kebaikan. Mereka tidak ragu untuk berserikat dengan orang yang diberkahi, karena mereka yakin bahwa keberkahan akan membawa manfaat bersama. Ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al-Maidah [5]: 2 tentang tolong-menolong dalam kebaikan.
Perbedaan pendapat di antara ulama daftar:
Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal membolehkan syirkah dalam berbagai bentuk, termasuk syirkah dalam makanan dan harta, selama tidak ada unsur riba atau penipuan. Imam Abu Hanifah juga membolehkan syirkah dengan syarat modal dan keuntungan jelas. Namun, mereka sepakat bahwa syirkah harus berdasarkan kesepakatan dan kejelasan hak masing-masing. Pendapat yang paling kuat adalah pendapat jumhur ulama yang membolehkan syirkah dalam makanan dan harta selama memenuhi syarat syar'i, karena hadits ini secara tegas menunjukkan praktik tersebut di zaman sahabat.
Story Telling
Dikisahkan bahwa Abdullah bin Hisham adalah seorang anak yang dibawa ibunya, Zainab binti Humaid, kepada Nabi ﷺ untuk dibai'at. Nabi ﷺ menolak karena usianya masih kecil, tetapi beliau mengusap kepalanya dan mendoakan keberkahan. Sejak saat itu, Abdullah bin Hisham tumbuh menjadi seorang yang diberkahi dalam urusan dunianya.
Zuhrah bin Ma'bad, cucunya, menceritakan bahwa kakeknya sering pergi ke pasar untuk membeli makanan. Di sana, Ibnu Umar dan Ibnu az-Zubair, dua sahabat mulia, sering menjumpainya dan berkata, "Jadilah mitra kami, karena Nabi ﷺ telah mendoakan keberkahan untukmu." Abdullah bin Hisham pun berserikat dengan mereka. Sering kali, dari persekutuan itu, ia mendapatkan keuntungan berupa muatan unta yang langsung dikirim ke rumahnya. Kisah ini menunjukkan betapa doa Nabi ﷺ membawa keberkahan yang nyata, dan bagaimana para sahabat saling bekerja sama dalam kebaikan.
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menyebutkan bahwa kisah ini menjadi bukti nyata dari keberkahan doa Nabi ﷺ dan menjadi pelajaran bagi umat Islam tentang pentingnya doa orang shalih serta semangat bekerja sama dalam kebaikan.
Kesimpulan Praktis
- Anak kecil tidak dibebani bai'at atau kewajiban syariat, tetapi tetap mendapat kasih sayang dan doa dari orang shalih.
- Doa orang shalih, terutama Nabi ﷺ, membawa keberkahan yang nyata dalam kehidupan.
- Syirkah (persekutuan) dalam makanan dan harta dibolehkan selama memenuhi syarat syar'i, seperti kejelasan modal, keuntungan, dan kesepakatan.
- Bekerja sama dalam kebaikan adalah sunnah para sahabat, dan hendaknya kita meneladani semangat mereka.
- Keberkahan datang dari Allah, dan salah satu sebabnya adalah doa orang shalih serta rasa syukur.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.