Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan tentang salah satu tanda besar hari kiamat, yaitu turunnya Nabi Isa 'alaihis salam ke dunia. Beliau turun bukan sebagai nabi baru, melainkan sebagai penguasa yang adil yang menegakkan syariat Nabi Muhammad ﷺ. Tindakan beliau mematahkan salib, membunuh babi, dan menghapus jizyah adalah bukti bahwa ajaran Islam akan menang dan syariat beliau ﷺ yang menjadi pedoman, serta menjadi penegasan bahwa agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Teks Arab hadits di atas adalah sebagaimana yang Anda cantumkan, diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al-Mazhalim (Penganiayaan), Bab "Mematahkan Salib dan Membunuh Babi", no. 2476. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Iman, Bab "Turunnya Isa bin Maryam".
Hadits ini adalah hadits shahih yang disepakati oleh para ulama. Imam Al-Bukhari meriwayatkannya dari gurunya, Ali bin Abdullah (Ibnu al-Madini), dari Sufyan (bin 'Uyainah), dari Az-Zuhri, dari Sa'id bin Al-Musayyib, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Ayat Al-Qur'an yang Terkait:
Allah Ta'ala berfirman:
وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا
"Dan tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab yang tidak beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan pada hari Kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi terhadap mereka." (QS. An-Nisa' [4]: 159)
Ayat ini ditafsirkan oleh banyak ulama, di antaranya Ibnu Katsir dan As-Sa'di, bahwa maknanya adalah tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab kecuali akan beriman kepada Nabi Isa 'alaihis salam sebelum wafatnya. Ini terjadi ketika beliau turun di akhir zaman, sebagaimana dijelaskan dalam hadits ini. Pada saat itu, seluruh Ahli Kitab akan beriman kepadanya, dan beliau akan menjadi saksi atas mereka di hari Kiamat.
Penjelasan Rinci
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan hadits ini dengan sangat rinci. Berikut poin-poin pentingnya:
- Makna Turunnya Nabi Isa 'alaihis salam: Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa turunnya Nabi Isa adalah salah satu tanda besar hari Kiamat yang pasti terjadi. Beliau akan turun di akhir zaman, dan ini adalah perkara yang disepakati oleh Ahlus Sunnah. Beliau turun bukan untuk membawa syariat baru, melainkan untuk menegakkan dan menghakimi dengan syariat Nabi Muhammad ﷺ. Ini sebagaimana ditegaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam kitab-kitabnya, bahwa Nabi Isa akan berhukum dengan Al-Qur'an dan Sunnah.
- Makna "Hakaman Muqsithan" (Penguasa yang Adil): Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa kata hakaman di sini berarti pemimpin atau penguasa yang memutuskan perkara. Muqsith artinya adil. Jadi, Nabi Isa turun sebagai pemimpin yang menegakkan keadilan, bukan sebagai nabi yang membawa syariat baru.
- Makna Mematahkan Salib: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa mematahkan salib adalah simbol penghancuran simbol agama Nasrani yang telah menyimpang. Ini menunjukkan bahwa ajaran tauhid yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ akan mengalahkan syirik dan kesesatan. Salib yang mereka sembah akan dihancurkan.
- Makna Membunuh Babi: Membunuh babi adalah penghapusan praktik yang dihalalkan oleh agama Nasrani yang telah menyimpang. Dalam Islam, babi adalah hewan yang haram dimakan dan najis. Tindakan Nabi Isa ini menegaskan bahwa syariat Islam telah menghapuskan hal-hal yang sebelumnya dihalalkan dalam syariatnya yang telah diubah.
- Makna Menghapus Jizyah: Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa jizyah adalah pajak yang diambil dari Ahli Kitab sebagai imbalan atas perlindungan dan karena mereka tidak memeluk Islam. Ketika Nabi Isa turun, seluruh Ahli Kitab akan masuk Islam, sehingga tidak ada lagi alasan untuk mengambil jizyah. Ini menunjukkan bahwa Islam akan dianut oleh semua orang di muka bumi pada masa itu.
- Makna Harta Melimpah: Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa pada masa Nabi Isa, akan terjadi keberkahan yang luar biasa. Harta benda akan melimpah ruah sehingga orang-orang tidak lagi membutuhkan zakat atau sedekah. Ini adalah gambaran tentang kemakmuran dan keadilan yang merata di bawah kepemimpinan beliau.
Story Telling
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Bagaimana keadaan kalian apabila putra Maryam turun di antara kalian dan menjadi imam kalian?" (HR. Al-Bukhari no. 3449 dan Muslim no. 155)
Dalam riwayat lain, beliau bersabda, "Tidak ada seorang nabi pun antara aku dan dia, dan sesungguhnya dia akan turun. Maka apabila kalian melihatnya, ketahuilah bahwa dia adalah seorang laki-laki yang sedang (berpostur) antara dua warna (kemerah-merahan dan keputih-putihan), seakan-akan rambutnya meneteskan air walaupun tidak basah. Dia akan mematahkan salib, membunuh babi, dan meletakkan jizyah. Dan harta akan melimpah pada masanya sehingga tidak ada seorang pun yang mau menerimanya." (HR. Ahmad, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)
Kisah ini menggambarkan betapa agungnya peristiwa turunnya Nabi Isa. Beliau akan menjadi pemimpin yang adil dan akan membawa kedamaian serta kemakmuran. Hikmah yang bisa kita ambil adalah keyakinan kita kepada tanda-tanda hari kiamat haruslah kuat, dan kita harus mempersiapkan diri dengan memperbanyak amal shalih.
Kesimpulan Praktis
Berikut poin-poin yang bisa kita amalkan dari hadits ini:
- Mengimani Tanda-Tanda Kiamat: Kita wajib mengimani bahwa turunnya Nabi Isa adalah salah satu tanda besar hari Kiamat yang pasti terjadi, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah ﷺ.
- Meneguhkan Aqidah Islam: Peristiwa ini menegaskan bahwa Islam adalah agama yang benar dan akan mengalahkan semua agama lainnya. Kita harus bangga dan berpegang teguh pada ajaran Islam.
- Menjauhi Perbuatan Syirik: Mematahkan salib adalah simbol penghancuran kesyirikan. Kita harus menjauhi segala bentuk perbuatan syirik dan kesyirikan dalam kehidupan sehari-hari.
- Menjauhi Hal-Hal yang Haram: Membunuh babi adalah simbol penghapusan hal-hal yang haram. Kita harus menjauhi segala yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
- Mempersiapkan Diri: Kita tidak tahu kapan peristiwa ini terjadi. Oleh karena itu, kita harus selalu mempersiapkan diri dengan memperbanyak ibadah, taubat, dan amal shalih.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.