Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritakan tentang Nabi ﷺ yang bersumpah (ila') untuk tidak mendatangi istri-istrinya selama satu bulan karena suatu peristiwa. Ketika itu kaki beliau terkilir, sehingga beliau naik ke ruangan atas ( 'illiyyah). Umar radhiyallahu 'anhu datang dan mengira beliau telah menceraikan istri-istrinya, namun Nabi ﷺ menjelaskan bahwa beliau hanya bersumpah. Yang menarik, beliau tinggal selama 29 hari, bukan 30 hari penuh, karena hitungan bulan bisa 29 hari. Ini menunjukkan keindahan syariat dan kasih sayang Nabi ﷺ kepada keluarganya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Penganiayaan, Bab Ruangan dan Tingkat yang Menghadap dan Tidak Menghadap di Atas Atap dan Lainnya, no. 2469, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.
Teks hadits yang Anda sertakan sudah benar dan sesuai dengan lafazh Imam Al-Bukhari.
Ayat Al-Qur'an yang terkait dengan masalah ila' (sumpah untuk tidak mendatangi istri):
Allah Ta'ala berfirman:
لِلَّذِينَ يُؤْلُونَ مِنْ نِسَائِهِمْ تَرَبُّصُ أَرْبَعَةِ أَشْهُرٍ ۖ فَإِنْ فَاءُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
"Bagi orang-orang yang meng-ila' istrinya, diberi tangguh empat bulan (lamanya). Kemudian jika mereka kembali (kepada istrinya), maka sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Baqarah [2]: 226)
Penjelasan ulama tentang hadits ini:
- Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya seorang suami bersumpah untuk tidak mendatangi istrinya dalam waktu kurang dari empat bulan, dan ini bukan termasuk ila' yang dilarang jika kurang dari empat bulan. Beliau juga menjelaskan bahwa Nabi ﷺ tinggal di ruangan atas ('illiyyah) karena kaki beliau terkilir, dan ini menunjukkan bolehnya mengasingkan diri sejenak untuk kepentingan yang dibenarkan.
- Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa hitungan bulan bisa 29 hari, dan ini adalah salah satu mukjizat Nabi ﷺ dalam ketepatan hisab.
Penjelasan Rinci
1. Latar Belakang Kisah
Kisah ini terjadi ketika Nabi ﷺ bersumpah untuk tidak mendatangi istri-istrinya selama satu bulan. Penyebabnya, sebagaimana diriwayatkan dalam riwayat lain, adalah karena istri-istri beliau meminta nafkah yang lebih, dan Nabi ﷺ merasa keberatan. Maka beliau bersumpah untuk menjauhi mereka selama sebulan sebagai pelajaran dan bentuk kasih sayang agar mereka memahami kondisi beliau.
2. Makna Ila'
Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah menjelaskan bahwa ila' adalah sumpah seorang suami untuk tidak mendatangi istrinya. Jika sumpahnya lebih dari empat bulan, maka istri berhak mengajukan gugatan. Namun jika kurang dari empat bulan, maka itu dibolehkan dan tidak ada kewajiban kafarat selama ia kembali sebelum masa tersebut.
3. Pelajaran dari Ruangan Tinggi ('Illiyyah)
Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Fathul Bari (syarah beliau terhadap Shahih Al-Bukhari) menjelaskan bahwa naiknya Nabi ﷺ ke ruangan atas menunjukkan bolehnya seseorang menyendiri untuk beribadah, merenung, atau menghindari hal-hal yang bisa memicu perselisihan. Ini adalah bentuk hikmah dan adab Nabi ﷺ dalam menyelesaikan masalah rumah tangga dengan cara yang lembut, tidak dengan kemarahan yang meledak-ledak.
4. Pertanyaan Umar dan Jawaban Nabi ﷺ
Umar radhiyallahu 'anhu datang dengan penuh perhatian dan khawatir. Beliau bertanya: "Apakah engkau telah menceraikan istri-istrimu?" Nabi ﷺ menjawab dengan tenang: "Tidak, tetapi aku bersumpah untuk tidak mendatangi mereka selama sebulan." Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tidak marah dengan pertanyaan Umar, justru beliau menjawab dengan jujur dan tenang. Ini pelajaran tentang adab bertanya dan menjawab dalam suasana yang sensitif.
5. Hitungan 29 Hari
Imam Al-Bukhari meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ tinggal selama 29 hari, bukan 30 hari. Ini menunjukkan bahwa bulan dalam hitungan syariat bisa 29 hari. Imam Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini adalah salah satu bukti bahwa Nabi ﷺ mengetahui bahwa bulan itu bisa 29 hari, dan beliau turun setelah genap 29 hari karena memang itu adalah hitungan bulan yang sebenarnya.
Story Telling
Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Rasulullah ﷺ bersumpah untuk tidak mendatangi istri-istrinya selama sebulan. Maka beliau tinggal di ruangan atas. Setelah 29 hari, beliau turun. Para sahabat berkata: 'Wahai Rasulullah, bukankah engkau bersumpah untuk sebulan?' Beliau bersabda: 'Bulan itu bisa 29 hari.'" (HR. Al-Bukhari)
Kisah ini menunjukkan beberapa hal:
- Kelembutan Nabi ﷺ dalam menyelesaikan masalah rumah tangga. Beliau tidak menghukum istri-istrinya dengan kekerasan, tetapi dengan cara yang penuh hikmah.
- Kedekatan Umar dengan Nabi ﷺ yang berani bertanya langsung tentang hal yang sensitif karena cintanya kepada Nabi ﷺ dan keluarganya.
- Ketepatan hisab bulan yang diajarkan Nabi ﷺ kepada umatnya, bahwa bulan bisa 29 atau 30 hari.
Kesimpulan Praktis
- Bolehnya ila' (sumpah tidak mendatangi istri) kurang dari empat bulan sebagai bentuk pendidikan dan pelajaran, sebagaimana dilakukan Nabi ﷺ.
- Adab menyelesaikan masalah rumah tangga adalah dengan cara yang lembut, tidak dengan kemarahan atau kekerasan. Nabi ﷺ memilih menyendiri sejenak untuk menenangkan diri.
- Pentingnya komunikasi yang baik seperti yang dicontohkan Umar yang bertanya dengan khawatir, dan Nabi ﷺ menjawab dengan tenang dan jujur.
- Memahami hitungan bulan dalam Islam bisa 29 atau 30 hari, dan ini adalah bagian dari syariat yang harus dipahami.
- Meneladani Nabi ﷺ dalam kasih sayang kepada keluarga, karena beliau tidak pernah memutuskan hubungan dengan istri-istrinya, hanya memberi jeda untuk kebaikan bersama.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.