Penjelasan Hadits Bukhari No. 2367 tentang Hak air dan pengusiran dari telaga di akhirat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah sabda Nabi ﷺ yang bersumpah dengan nama Allah bahwa beliau akan mengusir sebagian orang dari telaga (haudh) beliau di akhirat, sebagaimana unta asing diusir dari tempat minum milik unta lain. Ini menunjukkan bahwa telaga Nabi ﷺ adalah karunia besar, namun orang yang menyimpang dari sunnah dan agamanya bisa terhalang darinya. Hadits ini menumbuhkan rasa takut dan harap: takut terjauhkan, dan harap agar termasuk yang minum darinya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab al-Musaqah, dari sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه.

Teks hadits:

<p>وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَأَذُودَنَّ رِجَالًا عَنْ حَوْضِي كَمَا تُذَادُ الْغَرِيبَةُ مِنَ الْإِبِلِ عَنِ الْحَوْضِ</p>

Terjemahan: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku akan mengusir beberapa orang dari telagaku sebagaimana unta asing diusir dari telaga (tempat minum)."

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan telaga Nabi ﷺ:

<p>إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ</p>

QS. Al-Kautsar [108]: 1

Terjemahan: "Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak."

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa al-Kautsar adalah sungai di surga yang diberikan Allah kepada Nabi ﷺ, dan telaga beliau di akhirat termasuk karunia tersebut.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menunjukkan beberapa hal penting:

Pertama, Nabi ﷺ bersumpah dengan nama Allah (walladzi nafsi bi yadihi) untuk menegaskan keseriusan perkara ini. Ini menunjukkan betapa besar dan pentingnya perkara telaga di akhirat.

Kedua, kata al-gharibah berarti unta asing yang bukan milik pemilik telaga. Unta ini diusir karena bukan termasuk kawanan yang berhak minum. Ini adalah permisalan yang sangat jelas: orang yang bukan termasuk pengikut setia Nabi ﷺ akan diusir dari telaga beliau.

Ketiga, Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa yang dimaksud "diusir" adalah orang-orang yang murtad, munafik, atau berbuat bid'ah yang menyimpang dari sunnah. Mereka datang membawa tanda-tanda keislaman tetapi hakikatnya menyimpang.

Keempat, Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa telaga Nabi ﷺ adalah haq (benar adanya), dan bahwa orang yang menyimpang dari agama bisa terhalang darinya. Beliau juga menyebutkan bahwa sebagian ulama memahami "diusir" di sini sebagai isyarat bahwa mereka tidak mendapat bagian dari syafa'at dan karunia Nabi ﷺ.

Kelima, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di menjelaskan bahwa telaga Nabi ﷺ adalah tempat minum bagi orang-orang beriman yang mengikuti sunnah beliau dengan benar. Barangsiapa menyimpang dari jalan beliau, maka ia berisiko terhalang.

Hadits ini juga sejalan dengan hadits-hadits lain tentang telaga Nabi ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud, dan lainnya, yang menyebutkan bahwa di antara orang yang datang ke telaga ada yang dikenali Nabi ﷺ lalu diusir karena mereka berbuat bid'ah setelah beliau wafat.

Story Telling

Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim dari sahabat Anas bin Malik dan lainnya, bahwa Nabi ﷺ bersabda tentang telaga beliau: airnya lebih putih dari susu, lebih manis dari madu, dan bejana-bejananya sebanyak bintang di langit. Barangsiapa minum darinya, tidak akan haus selamanya.

Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ menyebutkan bahwa akan datang kepada beliau sekelompok orang yang beliau kenali, lalu mereka dihalangi. Beliau berkata: "Ya Rabb, mereka dari umatku!" Maka dikatakan: "Engkau tidak tahu apa yang mereka perbuat setelahmu." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hikmahnya: seorang Muslim harus berpegang teguh pada sunnah Nabi ﷺ dan menjauhi bid'ah, agar tidak termasuk yang terhalang dari telaga beliau di akhirat.

Kesimpulan Praktis

  1. Berpegang teguh pada sunnah Nabi ﷺ dalam ibadah dan muamalah, karena penyimpangan bisa menyebabkan terhalang dari telaga beliau.
  2. Menjauhi bid'ah dalam agama, karena bid'ah adalah salah satu sebab terhalangnya seseorang dari telaga Nabi ﷺ.
  3. Menumbuhkan rasa takut dan harap: takut terjauhkan dari telaga, dan berharap termasuk yang minum darinya dengan mengikuti sunnah.
  4. Memperbanyak istighfar dan taubat, karena kita tidak tahu apakah amal kita diterima atau tidak.
  5. Mempelajari hadits-hadits tentang telaga Nabi ﷺ untuk menumbuhkan kecintaan kepada beliau dan semangat mengikuti sunnahnya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?