Penjelasan Hadits Bukhari No. 2348 tentang Keinginan penghuni surga mengolah tanah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan tentang seorang penghuni surga yang meminta izin kepada Allah untuk bercocok tanam, lalu Allah mengabulkannya dan tanamannya tumbuh seketika seperti gunung. Hadits ini menunjukkan bahwa kenikmatan surga itu sesuai keinginan penghuninya, dan bahwa sifat suka bercocok tanam adalah sifat yang terpuji. Nabi ﷺ tersenyum mendengar komentar seorang badui yang menyangka orang itu pasti dari Quraisy atau Anshar karena mereka biasa bertani.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Pertanian (كتاب المزارعة), dari sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه, melalui jalur Hilal bin Ali, dari Atha' bin Yasar.

Teks hadits (potongan penting):

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: «إِنَّ رَجُلًا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ اسْتَأْذَنَ رَبَّهُ فِي الزَّرْعِ، فَقَالَ لَهُ: أَلَسْتَ فِيمَا شِئْتَ؟ قَالَ: بَلَى، وَلَكِنِّي أُحِبُّ أَنْ أَزْرَعَ»

Terjemah: "Sesungguhnya seorang lelaki dari penghuni surga meminta izin kepada Rabb-nya untuk bercocok tanam. Allah berkata kepadanya: 'Bukankah engkau telah berada dalam apa yang engkau kehendaki?' Ia menjawab: 'Benar, tetapi aku suka bercocok tanam.'"

Dan sabda Nabi ﷺ:

«فَيَقُولُ اللَّهُ: دُونَكَ يَا ابْنَ آدَمَ، فَإِنَّهُ لَا يُشْبِعُكَ شَيْءٌ»

Terjemah: "Maka Allah berkata: 'Ambillah wahai anak Adam, sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang mengenyangkanmu.'"

Adapun ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan kenikmatan surga yang tidak pernah habis dan sesuai keinginan penghuninya:

وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ ۖ وَأَنتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

QS. Az-Zukhruf [43]: 71

Terjemah: "Dan di dalamnya terdapat apa yang diinginkan oleh jiwa dan yang menyenangkan mata, dan kamu kekal di dalamnya."

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan bahwa di surga segala keinginan penghuninya akan dipenuhi, tidak ada yang tidak terwujud, dan mereka kekal selamanya di dalamnya.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menjelaskan beberapa pelajaran penting:

Pertama: Surga adalah tempat yang segala keinginan penghuninya dapat terwujud. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan luasnya karunia Allah kepada penghuni surga, sampai-sampai keinginan untuk bercocok tanam — yang sebenarnya bukan kebutuhan — pun dikabulkan. Ini menunjukkan bahwa di surga tidak ada rasa bosan, dan setiap keinginan yang baik akan terpenuhi.

Kedua: Bercocok tanam adalah pekerjaan yang terpuji. Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam Kitab Pertanian (المزارعة), yang menunjukkan bahwa beliau ingin menegaskan keutamaan bercocok tanam dan mengolah bumi. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menyebutkan bahwa para salaf memandang bercocok tanam sebagai pekerjaan yang mulia karena mengandung manfaat bagi banyak orang.

Ketiga: Sabda Allah "tidak ada yang mengenyangkanmu" (لَا يُشْبِعُكَ شَيْءٌ) — Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa ini adalah isyarat bahwa manusia pada dasarnya tidak pernah puas dengan dunia, namun di surga kepuasan itu sempurna. Ada juga yang memahami bahwa ini adalah teguran lembut bahwa meskipun diberi tanaman seperti gunung, manusia tetap tidak akan merasa cukup — namun di surga Allah memberi kepuasan hakiki.

Keempat: Komentar badui dan senyum Nabi ﷺ. Si badui menyangka bahwa orang yang bercocok tanam itu pasti dari Quraisy atau Anshar, karena mereka yang biasa bertani, sedangkan badui tidak. Nabi ﷺ tersenyum, tidak membantah dan tidak marah. Ini menunjukkan adab Nabi ﷺ yang lembut dan sabar terhadap kekurangan pemahaman seseorang. Imam Ibnu Hajar menyebutkan bahwa senyum Nabi ﷺ di sini adalah tanda kelembutan dan toleransi beliau terhadap kesalahan pemahaman yang tidak berbahaya.

Kelima: Perbedaan pendapat ulama tentang apakah ini kisah nyata atau perumpamaan. Sebagian ulama seperti Ibnu Katsir memandangnya sebagai berita gaib yang benar-benar akan terjadi di surga. Sebagian lain memahaminya sebagai perumpamaan untuk menggambarkan luasnya kenikmatan surga. Yang paling kuat adalah pendapat pertama, karena hadits ini bersifat khabar (berita) dari Nabi ﷺ yang tidak mungkin salah.

Story Telling

Diceritakan bahwa suatu hari Nabi ﷺ sedang duduk bersama para sahabat, di antaranya Abu Hurairah رضي الله عنه dan seorang badui. Nabi ﷺ menceritakan tentang seorang penghuni surga yang meminta izin kepada Allah untuk bercocok tanam. Si badui — yang hidupnya jauh dari pertanian dan lebih akrab dengan kehidupan gurun — mendengar kisah itu dan langsung berkomentar dengan polos: "Orang itu pasti dari Quraisy atau Anshar, karena mereka petani. Kami bukan petani."

Nabi ﷺ hanya tersenyum. Beliau tidak menegur, tidak menyalahkan, dan tidak memperpanjang perdebatan. Ini adalah pelajaran bagi kita: terkadang orang berbicara berdasarkan latar belakang dan pengalamannya sendiri, dan sikap terbaik adalah tersenyum dengan lembut, sebagaimana Nabi ﷺ contohkan. Imam Al-Bukhari meriwayatkan kisah ini sebagai bagian dari bab pertanian, mengisyaratkan bahwa bercocok tanam memiliki kedudukan mulia dalam Islam.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah pada luasnya karunia Allah di surga — segala keinginan baik akan dipenuhi, termasuk yang tampak sederhana seperti bercocok tanam.
  2. Bercocok tanam dan mengolah bumi adalah pekerjaan mulia — ia bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain, dan disebutkan dalam konteks surga.
  3. Bersikap lembut terhadap kekurangan pemahaman orang lain — Nabi ﷺ tersenyum, tidak menghardik. Ini adalah adab yang harus kita teladani.
  4. Jangan remehkan pekerjaan orang lain — si badui menganggap pertanian hanya milik Quraisy dan Anshar, padahal di surga semua bisa melakukannya.
  5. Dunia tidak akan pernah mengenyangkan manusia — maka janganlah kita mengejar dunia tanpa batas, tetapi kejarlah keridhaan Allah dan surga-Nya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?