Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan tentang turunnya Nabi Isa ‘alaihis salam di akhir zaman sebagai hakim yang adil. Beliau akan menegakkan syariat Nabi Muhammad ﷺ, menghancurkan simbol-simbol kesyirikan (salib), membunuh babi karena diharamkan dalam syariat Islam, dan menghapuskan jizyah karena seluruh manusia akan masuk Islam. Ini adalah salah satu tanda dekatnya hari kiamat dan bukti kebenaran ajaran Islam.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنِ ابْنِ الْمُسَيَّبِ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا مُقْسِطًا فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ، وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ، وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ، وَيَفِيضَ الْمَالُ حَتَّى لاَ يَقْبَلَهُ أَحَدٌ "
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh akan segera turun di tengah-tengah kalian Ibnu Maryam (Nabi Isa) sebagai hakim yang adil, lalu ia mematahkan salib, membunuh babi, dan menghapuskan jizyah. Dan harta akan melimpah ruah sehingga tidak ada seorang pun yang mau menerimanya." (HR. Al-Bukhari, Kitab Al-Buyu', Bab Qatl Al-Khinzir, no. 2222)
Ayat Al-Qur'an yang terkait:
QS. An-Nisa' [4]: 159
وَإِن مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا
"Dan tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab yang tidak beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan pada hari Kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi terhadap mereka."
Penjelasan ulama tentang ayat ini: Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa makna ayat ini adalah bahwa tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab kecuali akan beriman kepada Nabi Isa sebelum wafatnya. Dan ini terjadi ketika Nabi Isa turun di akhir zaman, maka seluruh Ahli Kitab akan beriman kepadanya, dan beliau akan berhukum dengan syariat Nabi Muhammad ﷺ.
Penjelasan Rinci
1. Makna Turunnya Nabi Isa 'alaihis salam
Para ulama Ahlus Sunnah sepakat bahwa turunnya Nabi Isa 'alaihis salam di akhir zaman adalah benar dan pasti terjadi. Ini termasuk perkara ghaib yang wajib diimani karena dikabarkan oleh Rasulullah ﷺ dalam hadits-hadits shahih yang mutawatir maknanya.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa turunnya Nabi Isa adalah salah satu tanda besar hari kiamat. Beliau akan turun di menara putih di timur Damaskus, lalu beliau akan menegakkan keadilan dan berhukum dengan Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad ﷺ.
2. Makna "Hakim yang Adil" (حَكَمًا مُقْسِطًا)
Nabi Isa akan turun bukan sebagai nabi yang membawa syariat baru, melainkan sebagai hakim yang adil yang menegakkan syariat Nabi Muhammad ﷺ. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa Nabi Isa akan berhukum dengan syariat kita (syariat Islam), karena syariat Nabi Muhammad ﷺ adalah syariat terakhir yang menghapus syariat-syariat sebelumnya.
3. Mematahkan Salib
Salib adalah simbol agama Nasrani yang telah diubah dan diselewengkan. Ketika Nabi Isa turun, beliau akan mematahkan salib sebagai bentuk pembatalan terhadap keyakinan bahwa beliau disalib. Ini juga menunjukkan bahwa beliau berlepas diri dari apa yang dinisbahkan kaum Nasrani kepadanya.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan bahwa mematahkan salib berarti menghancurkan simbol-simbol syirik dan kekufuran, dan ini menunjukkan bahwa agama Islam akan menang atas semua agama.
4. Membunuh Babi
Babi adalah hewan yang diharamkan dalam syariat Islam. Ketika Nabi Isa turun, beliau akan membunuh babi karena beliau berhukum dengan syariat Islam yang mengharamkan babi. Ini menunjukkan bahwa syariat Nabi Muhammad ﷺ tetap berlaku dan Nabi Isa tunduk kepada syariat tersebut.
5. Menghapuskan Jizyah
Jizyah adalah pajak yang diambil dari orang-orang kafir yang hidup di bawah perlindungan negara Islam sebagai imbalan atas perlindungan dan keamanan. Ketika Nabi Isa turun, seluruh manusia akan masuk Islam sehingga tidak ada lagi orang kafir yang membayar jizyah. Ini menunjukkan bahwa Islam akan menyebar ke seluruh penjuru dunia.
6. Melimpahnya Harta
Pada masa itu, harta akan melimpah ruah sehingga tidak ada seorang pun yang mau menerima sedekah atau zakat. Ini menunjukkan kemakmuran yang luar biasa di zaman Nabi Isa.
Story Telling
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Bagaimana keadaan kalian apabila Ibnu Maryam turun di tengah-tengah kalian dan imam kalian berasal dari kalian sendiri?" (HR. Al-Bukhari no. 3449 dan Muslim no. 155)
Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidak ada seorang nabi pun antara aku dan Isa. Dan sungguh dia akan turun. Maka apabila kalian melihatnya, ketahuilah bahwa dia adalah seorang laki-laki yang sedang (berperawakan) antara kuning dan putih, seakan-akan rambutnya menetes (walaupun) tidak basah." (HR. Abu Dawud no. 4324)
Hikmah dari kisah ini: Turunnya Nabi Isa adalah kabar gembira bagi umat Islam bahwa kebenaran akan menang dan keadilan akan tegak. Ini juga menjadi penguat iman kita bahwa janji Allah dan Rasul-Nya pasti terwujud.
Kesimpulan Praktis
- Wajib mengimani turunnya Nabi Isa 'alaihis salam di akhir zaman sebagai tanda besar hari kiamat.
- Nabi Isa akan berhukum dengan syariat Nabi Muhammad ﷺ, bukan membawa syariat baru.
- Islam akan menang atas semua agama dan seluruh manusia akan masuk Islam pada masa itu.
- Haramnya babi dan salib sebagai simbol kesyirikan akan ditegakkan pada masa itu.
- Menjauhi sikap ghuluw (berlebihan) terhadap Nabi Isa sebagaimana dilakukan kaum Nasrani yang menganggapnya anak Tuhan. Kita mencintai beliau sebagai nabi dan rasul, tetapi tidak berlebihan dalam mencintainya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.