Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan keutamaan besar Kota Madinah. Nabi ﷺ memberitahukan bahwa beliau mendoakan keberkahan pada takaran (mud dan sha') penduduk Madinah, sebagaimana Nabi Ibrahim 'alaihis salam mendoakan keberkahan untuk Kota Mekah. Ini adalah kabar gembira bahwa makanan dan harta yang ditakar dengan takaran penduduk Madinah akan mendapat keberkahan dari Allah, selama mereka menjaga sunnah dan kejujuran dalam bermuamalah.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
حَدَّثَنَا مُوسَى، حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ، حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَى، عَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ الأَنْصَارِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ أَنَّ إِبْرَاهِيمَ حَرَّمَ مَكَّةَ، وَدَعَا لَهَا، وَحَرَّمْتُ الْمَدِينَةَ كَمَا حَرَّمَ إِبْرَاهِيمُ مَكَّةَ، وَدَعَوْتُ لَهَا فِي مُدِّهَا وَصَاعِهَا، مِثْلَ مَا دَعَا إِبْرَاهِيمُ ـ عَلَيْهِ السَّلاَمُ ـ لِمَكَّةَ
Terjemahan: Dari Abdullah bin Zaid radhiyallahu 'anhu, dari Nabi ﷺ, "Sesungguhnya Ibrahim telah mengharamkan (menjadikan suci) Mekah dan mendoakannya. Dan aku mengharamkan Madinah sebagaimana Ibrahim mengharamkan Mekah, dan aku mendoakan keberkahan padanya dalam mud dan sha'nya (takaran penduduk Madinah), sebagaimana Ibrahim 'alaihis salam mendoakan untuk Mekah." (HR. Al-Bukhari no. 2129)
Ayat Al-Qur'an yang terkait dengan doa Nabi Ibrahim untuk Mekah:
QS. Ibrahim [14]: 37
رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ
"Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah-Mu yang dihormati (Baitullah), ya Tuhan kami, (agar) mereka melaksanakan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur."
Kaitan dengan Ulama:
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Madinah dan keberkahan takarannya. Beliau menukil dari para ulama bahwa maksud doa keberkahan pada mud dan sha' adalah keberkahan pada apa yang ditakar dengannya, sehingga makanan yang dibeli dengan takaran Madinah akan terasa cukup dan berkah.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:
1. Keutamaan Kota Madinah
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa Madinah memiliki keutamaan yang agung. Nabi ﷺ menjadikannya tanah haram (suci) sebagaimana Mekah, dengan hak-hak tertentu seperti tidak boleh berburu binatangnya, tidak boleh memotong pohonnya, dan tidak boleh membawa senjata di dalamnya untuk berperang.
2. Makna Doa Keberkahan pada Mud dan Sha'
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa mud dan sha' adalah alat takaran yang digunakan penduduk Madinah saat itu. Doa Nabi ﷺ ini bermakna: makanan yang ditakar dengan takaran penduduk Madinah akan mendapat keberkahan, sehingga sedikit namun cukup, dan banyak namun tetap bermanfaat.
3. Hikmah Doa Ini
Imam Ibnul Qayyim dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa keberkahan pada takaran Madinah adalah salah satu bentuk mukjizat Nabi ﷺ. Ini juga menjadi isyarat bahwa penduduk Madinah akan senantiasa diberi kecukupan dalam penghidupan mereka.
4. Pelajaran tentang Kejujuran dalam Muamalah
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Bahjatu Qulub al-Abrar menjelaskan bahwa keberkahan dalam takaran juga terkait dengan kejujuran. Jika seorang muslim jujur dalam menakar dan menimbang, Allah akan memberkahi usahanya. Sebaliknya, curang dalam takaran akan menghilangkan keberkahan.
5. Persamaan Doa Nabi ﷺ dengan Doa Nabi Ibrahim
Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam "Kitab Jual Beli" dan "Bab Berkahnya Ukuran Nabi ﷺ" untuk menunjukkan bahwa keberkahan dalam takaran adalah bagian dari syariat muamalah yang diajarkan Nabi ﷺ. Ini mengajarkan bahwa seorang muslim hendaknya memperhatikan keberkahan dalam setiap transaksinya.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa penduduk Madinah pada masa Nabi ﷺ sangat menjaga takaran mereka. Mereka menggunakan mud dan sha' yang telah diberkahi oleh doa Nabi ﷺ. Karena keberkahan itu, mereka merasakan kecukupan dalam penghidupan mereka.
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menyebutkan bahwa sebagian ulama salaf sangat berhati-hati dalam masalah takaran dan timbangan. Mereka takut mengurangi hak orang lain walaupun sedikit, karena mengetahui bahwa kecurangan dalam takaran akan menghilangkan keberkahan dan mendatangkan murka Allah.
Kesimpulan Praktis
- Yakini keberkahan Madinah sebagai kota yang didoakan Nabi ﷺ, dan cintailah kota tersebut sebagaimana para sahabat mencintainya.
- Jaga kejujuran dalam jual beli, terutama dalam takaran dan timbangan. Jangan mengurangi hak pembeli walaupun sedikit.
- Perbanyak doa meminta keberkahan dalam rezeki, karena keberkahan bukan sekadar banyaknya harta, tetapi manfaat dan kecukupan yang dirasakan.
- Teladani doa para nabi dalam memohon kebaikan untuk umat dan tempat tinggal mereka.
- Jadikan Madinah sebagai tempat yang dimuliakan, dengan menjaga adab-adabnya jika berkunjung ke sana, dan mendoakan kebaikan bagi penduduknya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.