Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 2119 tentang Keutamaan shalat berjamaah dan pahala langkah ke masjid

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan keutamaan besar shalat berjamaah di masjid dibandingkan shalat sendirian di rumah atau di pasar, yaitu pahalanya berlipat dua puluh lima atau dua puluh tujuh derajat. Keutamaan ini diperoleh karena wudhu yang sempurna, niat ikhlas menuju masjid, setiap langkah yang mengangkat derajat dan menghapus dosa, doa malaikat, serta pahala orang yang menunggu shalat. Semua ini menunjukkan betapa agungnya syiar shalat berjamaah dalam Islam.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Jual Beli, Bab Apa yang Dikatakan tentang Pasar, dari sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه.

Teks hadits yang disebutkan dalam pertanyaan sudah memuat nash Arabnya. Adapun ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan keutamaan shalat berjamaah dan mengingat Allah, di antaranya:

QS. Al-Baqarah [2]: 238

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

Terjemahan: "Peliharalah semua shalat dan shalat wustha (Ashar), dan berdirilah untuk Allah dengan khusyuk."

QS. At-Taubah [9]: 18

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

Terjemahan: "Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut kepada siapa pun selain kepada Allah. Merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk."

Kaitan dengan ulama: Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits ini dalam kitab shahihnya. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim dan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan makna hadits ini secara rinci. Ibn Rajab al-Hanbali dalam Fathul Bari (kitabnya) juga membahas keutamaan langkah menuju masjid. Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan hikmah di balik keutamaan shalat berjamaah.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:

Pertama: Keutamaan shalat berjamaah. Nabi ﷺ menyebutkan bahwa shalat berjamaah lebih utama dua puluh lima atau dua puluh tujuh derajat dibandingkan shalat di rumah atau di pasar. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa penyebutan "pasar" dan "rumah" di sini adalah untuk menunjukkan shalat sendirian di tempat-tempat tersebut, bukan berarti shalat di pasar itu dianjurkan. Ibnu Hajar al-Asqalani menegaskan bahwa yang dimaksud adalah shalat munfarid (sendirian) di mana pun, dan masjid adalah tempat yang paling utama untuk shalat berjamaah.

Kedua: Syarat mendapatkan keutamaan ini. Nabi ﷺ menyebutkan beberapa hal: (1) berwudhu dengan sempurna (فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ), (2) pergi ke masjid dengan niat hanya untuk shalat, (3) tidak ada yang mendorongnya selain shalat. Ibn Rajab al-Hanbali menjelaskan bahwa ini menunjukkan pentingnya niat ikhlas dan kesungguhan dalam beribadah. Ibn Qayyim al-Jawziyyah menambahkan bahwa setiap langkah menuju masjid menjadi sebab diangkatnya derajat dan dihapusnya dosa, yang menunjukkan betapa Allah memuliakan hamba-Nya yang bersungguh-sungguh menuju rumah-Nya.

Ketiga: Doa malaikat. Malaikat mendoakan orang yang duduk di tempat shalatnya selama ia belum berhadas dan tidak menyakiti orang lain. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa doa malaikat ini adalah bentuk rahmat dan ampunan dari Allah. Ibnu Hajar menambahkan bahwa "selama ia tidak berhadas" berarti selama wudhunya belum batal, dan "tidak menyakiti" berarti tidak melakukan hal yang mengganggu orang lain, seperti menggunjing atau menyakiti fisik.

Keempat: Pahala menunggu shalat. Nabi ﷺ bersabda, "Seseorang dianggap dalam shalat selama ia menunggu shalat." Ini menunjukkan bahwa waktu menunggu shalat juga bernilai ibadah. Ibn Rajab al-Hanbali menjelaskan bahwa ini adalah bentuk karunia Allah yang luas, di mana waktu luang seorang hamba diisi dengan pahala selama niatnya baik.

Perbedaan pendapat: Para ulama berbeda pendapat tentang jumlah derajat, apakah dua puluh lima atau dua puluh tujuh. Imam Al-Bukhari meriwayatkan keduanya dalam hadits yang berbeda. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa perbedaan ini bisa jadi karena konteks yang berbeda, dan keduanya shahih. Yang paling kuat adalah dua puluh tujuh derajat sebagaimana disebutkan dalam hadits lain yang shahih, dan ini adalah pendapat jumhur ulama.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin al-Mubarak, seorang ulama besar dari generasi tabi'ut tabi'in, sangat bersemangat dalam shalat berjamaah. Suatu ketika ia sedang dalam perjalanan dan singgah di suatu tempat. Ketika waktu shalat tiba, ia mencari masjid untuk shalat berjamaah. Meskipun ia sedang sakit, ia tetap memaksakan diri untuk pergi ke masjid. Ketika ditanya mengapa ia bersusah payah, ia menjawab bahwa ia ingin mendapatkan keutamaan langkah menuju masjid sebagaimana disebutkan dalam hadits ini. Kisah ini menunjukkan bagaimana para salaf memahami dan mengamalkan hadits ini dengan sungguh-sungguh. (Sumber: disebutkan secara umum dalam biografi Abdullah bin al-Mubarak).

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga shalat berjamaah di masjid karena pahalanya jauh lebih besar daripada shalat sendirian.
  2. Sempurnakan wudhu sebelum berangkat ke masjid, karena ini adalah syarat mendapatkan keutamaan langkah.
  3. Niatkan hanya untuk shalat ketika pergi ke masjid, bukan untuk tujuan lain.
  4. Manfaatkan waktu menunggu shalat dengan dzikir, doa, atau membaca Al-Qur'an, karena malaikat mendoakan kita selama menunggu.
  5. Hindari hal yang membatalkan wudhu dan menyakiti orang lain di masjid, agar doa malaikat terus mengalir.
  6. Bersemangatlah menuju masjid meskipun ada kesulitan, karena setiap langkah bernilai pahala.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi