Penjelasan Hadits Bukhari No. 2073 tentang Keutamaan makan dari hasil kerja tangan sendiri

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa bekerja dengan tangan sendiri adalah jalan mulia para nabi. Nabi Daud عليه السلام makan hanya dari hasil kerja tangannya, bukan dari pemberian orang lain. Islam memuliakan usaha dan penghasilan halal, dan tidak mencela pekerjaan tangan selama itu baik dan halal.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits utama — Shahih Al-Bukhari, Kitab Jual Beli, Bab Penghasilan dan Pekerjaan Tangan Seorang Pria (no. 2073), dari Abu Hurairah رضي الله عنه:

<p>عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ: أَنَّ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَامُ كَانَ لَا يَأْكُلُ إِلَّا مِنْ عَمَلِ يَدِهِ</p>

Terjemahan: "Dari Rasulullah ﷺ: bahwa Nabi Daud عليه السلام tidak makan kecuali dari hasil kerja tangannya."

Ayat terkait — QS. Al-Jumu'ah [62]: 10:

<p>فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ</p>

Terjemahan: "Apabila shalat telah ditunaikan, maka bertebaranlah kamu di bumi dan carilah karunia Allah, serta ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung."

Ayat lain — QS. Al-Mulk [67]: 15:

<p>هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ</p>

Terjemahan: "Dialah yang menjadikan bumi untukmu sebagai tempat tinggal, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah dari rezeki-Nya. Dan kepada-Nya-lah kamu dibangkitkan."

Penjelasan Rinci

Makna hadits. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan bekerja dengan tangan dan mencari penghasilan halal. Nabi Daud عليه السلام — seorang nabi, raja, dan pemilik kekuasaan besar — tetap memilih makan dari hasil kerja tangannya sendiri. Ini menunjukkan bahwa kemuliaan seseorang tidak diukur dari jabatan atau kekayaan warisan, tetapi dari usaha halalnya.

Nabi Daud bekerja sebagai apa? Dalam riwayat lain yang shahih, disebutkan bahwa Nabi Daud عليه السلام bekerja membuat baju besi (perisai) dari besi. Allah berfirman dalam QS. Al-Anbiya' [21]: 80:

<p>وَعَلَّمْنَاهُ صَنْعَةَ لَبُوسٍ لَكُمْ لِتُحْصِنَكُمْ مِنْ بَأْسِكُمْ فَهَلْ أَنْتُمْ شَاكِرُونَ</p>

Terjemahan: "Dan Kami ajarkan kepadanya (Daud) membuat baju besi untuk kamu, guna melindungi kamu dalam peperanganmu. Maka hendaklah kamu bersyukur."

Pemahaman ulama daftar:

  • Imam Al-Bukhari رحمه الله memasukkan hadits ini dalam Kitab Jual Beli, bab khusus tentang penghasilan dan pekerjaan tangan. Ini menunjukkan bahwa beliau memandang hadits ini sebagai dalil utama bahwa bekerja dengan tangan adalah jalan yang sah dan terpuji dalam Islam.
  • Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini mengandung dorongan untuk bekerja dan menjauhi meminta-minta. Beliau menyebutkan bahwa para nabi pun bekerja, sehingga umat Islam lebih layak untuk bekerja dan tidak menggantungkan diri pada orang lain.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani menambahkan bahwa hadits ini juga menunjukkan bahwa harta yang paling baik adalah yang diperoleh dari kerja sendiri, karena itulah yang dipilih oleh para nabi.
  • Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ sendiri pernah bekerja — menggembala kambing dan berdagang — sebelum diangkat menjadi rasul. Ini menegaskan bahwa bekerja adalah sunnah para nabi.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat-ayat tentang mencari rezeki menunjukkan bahwa Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berusaha, bukan hanya berdoa tanpa usaha.

Perbedaan pendapat: Sebagian ulama membahas apakah lebih utama bekerja atau beribadah penuh. Namun jumhur ulama dari daftar di atas — seperti An-Nawawi dan Ibnu Hajar — menegaskan bahwa bekerja untuk mencukupi diri dan keluarga adalah lebih utama daripada meminta-minta, berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lain. Ini yang paling kuat menurut dalil.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Nabi Daud عليه السلام adalah seorang raja yang sangat kaya dan berkuasa. Namun beliau tidak pernah makan kecuali dari hasil kerja tangannya sendiri. Beliau membuat perisai dari besi, menjualnya, dan dari hasil penjualan itulah beliau makan.

Suatu ketika, seseorang bertanya tentang bagaimana Nabi Daud makan. Maka Rasulullah ﷺ menjawab dengan sabdanya ini — bahwa Nabi Daud tidak makan kecuali dari hasil kerja tangannya. Ini menjadi pelajaran bagi para sahabat bahwa kemuliaan bukan pada banyaknya harta warisan atau pemberian orang, tetapi pada usaha halal yang dilakukan dengan tangan sendiri.

Para sahabat pun meneladani ini. Abu Bakar ash-Shiddiq رضي الله عنه berdagang, Umar bin al-Khattab رضي الله عنه juga bekerja, dan demikian pula sahabat-sahabat lainnya. Mereka tidak merasa rendah bekerja dengan tangan sendiri.

Kesimpulan Praktis

  1. Bekerja adalah kemuliaan, bukan hal yang memalukan. Para nabi pun bekerja.
  2. Penghasilan terbaik adalah yang diperoleh dari kerja tangan sendiri, selama halal.
  3. Jangan menggantungkan diri pada pemberian orang lain jika mampu bekerja.
  4. Halal dan baik menjadi syarat utama dalam mencari rezeki.
  5. Teladani para nabi dalam kesungguhan bekerja dan tawakal kepada Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?