Penjelasan Hadits Bukhari No. 1981 tentang Anjuran puasa tiga hari setiap bulan

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini berisi tiga wasiat Nabi ﷺ kepada Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu: puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dua rakaat, dan witir sebelum tidur. Ketiganya adalah amalan sunnah yang ringan namun sangat besar pahalanya, dan cocok dijadikan kebiasaan harian/bulanan. Para ulama menjelaskan bahwa puasa tiga hari yang dimaksud paling utama adalah pada hari-hari putih (ayyamul bidh): tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriyah.

Rujukan Ulama & Dalil

Dalil Al-Qur'an tentang keutamaan amal sunnah dan shalat malam/witir:

QS. Al-Isra' [17]: 79

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

"Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."

Hadits terkait — dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dalam Shahih Al-Bukhari no. 1981, Kitab Puasa, Bab Puasa Hari Putih:

حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ، حَدَّثَنَا أَبُو التَّيَّاحِ، قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو عُثْمَانَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ أَوْصَانِي خَلِيلِي ﷺ بِثَلاَثٍ صِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَىِ الضُّحَى، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ

"Temanku (Nabi ﷺ) menasihatiku untuk melakukan tiga hal: berpuasa tiga hari dalam sebulan, shalat dua rakaat Dhuha, dan shalat witir sebelum tidur."

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan hadits ini dan menyebutkan bahwa penyebutan "khalil" (kekasih) menunjukkan kedekatan Abu Hurairah dengan Nabi ﷺ, serta bahwa wasiat ini berisi amalan yang mudah namun terus-menerus.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (pada hadits serupa) menjelaskan bahwa puasa tiga hari yang paling utama adalah hari-hari putih (13, 14, 15).
  • Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan keutamaan puasa hari-hari putih dan shalat Dhuha sebagai amalan yang menjaga keistiqamahan seorang hamba.

Penjelasan Rinci

1. Puasa tiga hari setiap bulan

Nabi ﷺ mewasiatkan puasa tiga hari dalam sebulan. Para ulama dari daftar menjelaskan:

  • Imam an-Nawawi menyatakan bahwa yang paling utama adalah tanggal 13, 14, dan 15 (hari-hari putih), berdasarkan hadits-hadits lain yang menegaskan hal itu.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani menyebutkan bahwa sebagian ulama memahami puasa tiga hari ini boleh dilakukan kapan saja dalam sebulan, namun yang paling afdhal adalah hari-hari putih.
  • Ibn Rajab al-Hanbali menjelaskan bahwa puasa tiga hari ini seperti puasa sepanjang bulan dalam pahala, karena satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali — sebagaimana disebutkan dalam hadits lain.

2. Shalat Dhuha dua rakaat

Shalat Dhuha adalah shalat sunnah yang dikerjakan ketika matahari sudah naik (sekitar 15 menit setelah terbit) hingga sebelum masuk waktu Zhuhur. Minimal dua rakaat, dan boleh lebih.

  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menjelaskan bahwa shalat Dhuha dua rakaat ini adalah wasiat khusus Nabi ﷺ kepada Abu Hurairah, dan hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang ditekankan).
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di menyebutkan bahwa shalat Dhuha termasuk amalan yang menjaga kesehatan badan dan mendatangkan keberkahan rezeki.

3. Witir sebelum tidur

Witir adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari, jumlah rakaatnya ganjil (biasanya 1, 3, 5, dst.), dan menjadi penutup shalat malam.

  • Imam an-Nawawi dalam Al-Minhaj menjelaskan bahwa witir sebelum tidur adalah bagi orang yang khawatir tidak bangun di akhir malam. Jika seseorang yakin bisa bangun, maka witir di akhir malam lebih utama.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani menyebutkan bahwa perintah witir sebelum tidur menunjukkan bolehnya witir di awal malam, dan ini adalah rukhshah (keringanan) bagi yang tidak mampu bangun malam.

Perbedaan pendapat di antara ulama daftar:

  • Tentang waktu witir: Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar menyebutkan bahwa witir di akhir malam lebih utama bagi yang mampu, sedangkan witir sebelum tidur adalah untuk yang khawatir tidak bangun. Ini adalah pendapat yang paling kuat berdasarkan dalil-dalil lain.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu adalah sahabat yang sangat tekun menjaga wasiat Nabi ﷺ ini. Beliau dikenal sebagai sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits, dan beliau membagi malamnya menjadi tiga bagian: sepertiga untuk tidur, sepertiga untuk shalat, dan sepertiga untuk mengingat Allah. Beliau juga rutin berpuasa tiga hari setiap bulan dan tidak pernah meninggalkan shalat Dhuha.

Al-Hasan al-Bashri pernah berkata bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus meskipun sedikit. Inilah hikmah wasiat Nabi ﷺ: amalan kecil yang istiqamah lebih baik daripada amalan besar yang hanya sesekali.

Kesimpulan Praktis

  1. Puasa tiga hari setiap bulan — utamakan tanggal 13, 14, dan 15 (hari-hari putih). Jika tidak memungkinkan, boleh kapan saja dalam sebulan.
  2. Shalat Dhuha dua rakaat — kerjakan setiap hari setelah matahari naik, minimal dua rakaat. Ini amalan ringan namun besar pahalanya.
  3. Witir sebelum tidur — jika khawatir tidak bangun malam, kerjakan witir sebelum tidur. Jika yakin bisa bangun, witir di akhir malam lebih utama.
  4. Istiqamah — jaga amalan-amalan ini secara rutin, karena amalan yang terus-menerus lebih dicintai Allah meskipun sedikit.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?