Bab Apa yang Dapat Dikatakan Tentang Puasa Nabi ﷺ dan Iftarnya
Shahih
حَدَّثَنِي مُحَمَّدٌ، أَخْبَرَنَا أَبُو خَالِدٍ الأَحْمَرُ، أَخْبَرَنَا حُمَيْدٌ، قَالَ سَأَلْتُ أَنَسًا رضى الله عنه عَنْ صِيَامِ النَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ مَا كُنْتُ أُحِبُّ أَنْ أَرَاهُ مِنَ الشَّهْرِ صَائِمًا إِلاَّ رَأَيْتُهُ وَلاَ مُفْطِرًا إِلاَّ رَأَيْتُهُ، وَلاَ مِنَ اللَّيْلِ قَائِمًا إِلاَّ رَأَيْتُهُ، وَلاَ نَائِمًا إِلاَّ رَأَيْتُهُ، وَلاَ مَسِسْتُ خَزَّةً وَلاَ حَرِيرَةً أَلْيَنَ مِنْ كَفِّ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ، وَلاَ شَمِمْتُ مِسْكَةً وَلاَ عَبِيرَةً أَطْيَبَ رَائِحَةً مِنْ رَائِحَةِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ.
Diriwayatkan Humaid: Saya bertanya kepada Anas tentang puasa Nabi. Dia berkata: "Setiap kali saya ingin melihat Nabi ﷺ berpuasa di bulan manapun, saya bisa melihatnya, dan setiap kali saya ingin melihatnya tidak berpuasa, saya juga bisa melihatnya, dan jika saya ingin melihatnya shalat di malam hari, saya bisa melihatnya, dan jika saya ingin melihatnya tidur, saya juga bisa melihatnya." Anas melanjutkan, "Saya tidak pernah menyentuh sutra atau beludru yang lebih lembut dari tangan Rasulullah ﷺ dan tidak pernah mencium musk atau asap wangi yang lebih harum dari bau Rasulullah."