Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 1923 tentang Keutamaan sahur dan keberkahannya

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini memerintahkan kita untuk makan sahur, karena di dalamnya terdapat keberkahan. Sahur bukan sekadar mengisi perut sebelum berpuasa, tetapi ibadah yang mengandung banyak kebaikan: menguatkan badan, membedakan puasa kita dari puasa ahli kitab, dan mendatangkan pahala. Meski tidak wajib, sahur adalah sunnah yang sangat dianjurkan Nabi ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang berkaitan:

Allah ﷻ berfirman:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ

(QS. Al-Baqarah [2]: 187)

Terjemahan: "Dan makanlah serta minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar."

Ayat ini menunjukkan bahwa makan sahur di malam hari diperbolehkan hingga terbit fajar. Ibn Katsir menjelaskan bahwa ini adalah keringanan dari Allah bagi orang yang berpuasa, dan para ulama memahami bahwa makan di waktu sahur termasuk yang dianjurkan.

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, dari Nabi ﷺ, dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Puasa, no. 1923. Imam Al-Bukhari menempatkannya dalam bab khusus tentang keberkahan sahur, menunjukkan pentingnya bab ini.

Hadits lain yang menguatkan, dari Anas bin Malik juga, Nabi ﷺ bersabda: "Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat berkah." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa para ulama sepakat tentang sunnahnya sahur dan keberadaannya sebagai syi'ar Islam yang membedakan puasa umat ini dari puasa ahli kitab.

Penjelasan Rinci

Makna "Berkah" dalam Sahur

Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa "berkah" (barakah) di sini mencakup beberapa makna:

  1. Berkah syar'i (pahala) — mengikuti perintah Nabi ﷺ mendatangkan pahala.
  2. Berkah jasmani — makanan sahur menguatkan badan untuk menjalani puasa.
  3. Berkah waktu — waktu sahur adalah waktu yang penuh keberkahan, di mana doa dikabulkan dan Allah turun ke langit dunia.
  4. Berkah perbedaan — membedakan puasa kita dengan puasa ahli kitab, sebagaimana hadits: "Perbedaan antara puasa kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur." (HR. Muslim)

Hukum Sahur

Imam an-Nawawi dalam Al-Majmu' menyatakan bahwa sahur hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), bukan wajib. Ini berdasarkan hadits ini yang menggunakan bentuk perintah (fi'il amr) tetapi dipahami sebagai anjuran, bukan kewajiban, karena ada dalil lain yang menunjukkan tidak wajib.

Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ selalu makan sahur dan menganjurkan umatnya untuk melakukannya. Beliau juga menyebutkan bahwa sahur adalah salah satu sunnah yang menjaga kekuatan fisik dan ruhani.

Waktu Sahur

Waktu sahur adalah dari pertengahan malam hingga terbit fajar. Ibn Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa makan sahur disunnahkan untuk diakhirkan (di akhir waktu), sebagaimana praktik Nabi ﷺ dan para sahabat.

Perbedaan Pendapat di Kalangan Ulama

Para ulama dari daftar yang disebutkan sepakat tentang sunnahnya sahur. Perbedaan hanya pada detail:

  • Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad: sahur sunnah muakkadah.
  • Imam Abu Hanifah: sahur sunnah, dan jika seseorang khawatir tidak sahur, boleh menggantinya dengan sesuatu yang ringan.
  • Imam Malik: sahur dianjurkan, dan meninggalkannya tidak berdosa.

Yang paling kuat adalah pendapat jumhur (mayoritas ulama) bahwa sahur adalah sunnah muakkadah yang sebaiknya tidak ditinggalkan, berdasarkan perintah Nabi ﷺ dan janji keberkahan di dalamnya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, perawi hadits ini, adalah salah satu sahabat yang sangat lama hidup dan banyak meriwayatkan hadits. Beliau melayani Nabi ﷺ selama sepuluh tahun dan selalu memperhatikan sunnah-sunnah kecil, termasuk sahur.

Dalam sebuah riwayat, Anas bin Malik berkata bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda: "Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat berkah." Anas sendiri selalu mengamalkan sahur, bahkan ketika sudah tua. Beliau memahami bahwa keberkahan sahur bukan hanya soal makanan, tetapi juga ketaatan kepada Nabi ﷺ.

Hikmahnya: para salafus shalih sangat menjaga sunnah-sunnah kecil, karena mereka tahu bahwa keberkahan ada pada mengikuti petunjuk Nabi ﷺ, bukan pada banyaknya amalan yang tidak dicontohkan.

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan tinggalkan sahur meskipun hanya dengan beberapa suap makanan atau seteguk air, karena di dalamnya ada keberkahan.
  2. Akhirkan sahur mendekati waktu fajar, sebagaimana sunnah Nabi ﷺ.
  3. Niatkan sahur sebagai ibadah untuk mengikuti perintah Nabi ﷺ, bukan sekadar kebiasaan.
  4. Ajarkan kepada keluarga tentang keutamaan sahur, karena ini adalah syi'ar Islam yang membedakan puasa kita dari umat lain.
  5. Jangan berlebihan dalam makan sahur, karena tujuan sahur adalah menguatkan badan, bukan mengenyangkan perut.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi