Penjelasan Hadits Bukhari No. 1920 tentang Keutamaan menunda sahur mendekati waktu Subuh

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ dan para sahabatnya menunda sahur hingga mendekati waktu Subuh, bahkan setelah sahur mereka masih sempat bergegas untuk mendirikan shalat Subuh berjamaah. Ini adalah dalil utama tentang disunnahkannya mengakhirkan sahur, karena sahur yang diakhirkan lebih membantu untuk kuat berpuasa dan lebih mengikuti sunnah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Teks Arab hadits (dengan harakat lengkap):

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ: كُنْتُ أَتَسَحَّرُ فِي أَهْلِي، ثُمَّ تَكُونُ سُرْعَتِي أَنْ أُدْرِكَ السُّجُودَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ.

Terjemahan: Dari Sahl bin Sa'd radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Aku biasa sahur bersama keluargaku, kemudian kecepatanku (bergegas) adalah agar aku dapat mendapati sujud (shalat Subuh) bersama Rasulullah ﷺ."

Hadits pendukung tentang mengakhirkan sahur:

Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Kami makan sahur bersama Nabi ﷺ, kemudian beliau berdiri untuk shalat." Aku (Anas) bertanya: "Berapa lama antara adzan dan sahur?" Ia menjawab: "Kira-kira kadar membaca lima puluh ayat." (HR. Al-Bukhari no. 1921 dan Muslim no. 1097)

Dalil Al-Qur'an tentang keutamaan sahur (secara makna):

Allah Ta'ala berfirman dalam QS. Al-Baqarah [2]: 187:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ

"Dan makan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar."

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah membolehkan makan dan minum hingga terbit fajar, dan ini menjadi dasar disunnahkannya mengakhirkan sahur hingga mendekati waktu fajar.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya mengakhirkan sahur, dan bahwa para sahabat terbiasa melakukannya hingga dekat waktu Subuh.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa maksud "sujud" dalam hadits Sahl bin Sa'd adalah sujud dalam shalat Subuh, dan ini menunjukkan bahwa sahur mereka dilakukan sangat dekat dengan waktu Subuh.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan salaf dan khalaf sepakat bahwa mengakhirkan sahur adalah sunnah yang dianjurkan. Berikut penjelasan rincinya:

1. Makna Hadits

Sahl bin Sa'd radhiyallahu 'anhu menceritakan kebiasaannya: ia makan sahur di rumahnya, kemudian ia bergegas menuju masjid Nabi ﷺ untuk mendapati sujud dalam shalat Subuh. Ini menunjukkan bahwa jarak antara selesai sahur dan shalat Subuh sangat singkat — hanya cukup untuk berjalan ke masjid.

2. Hikmah Mengakhirkan Sahur

  • Mengikuti sunnah Nabi ﷺ — Nabi ﷺ dan para sahabatnya mengakhirkan sahur hingga dekat fajar.
  • Memberikan kekuatan berpuasa — Karena jarak antara makan dan waktu imsak sangat dekat, sehingga energi lebih terjaga.
  • Menghidupkan waktu yang penuh berkah — Waktu sahur adalah sepertiga malam terakhir yang penuh keberkahan dan waktu mustajabnya doa.

3. Batasan Mengakhirkan Sahur

Para ulama menjelaskan bahwa mengakhirkan sahur yang disunnahkan adalah hingga mendekati fajar, namun tetap harus berhenti sebelum terbit fajar. Jika seseorang ragu apakah fajar sudah terbit atau belum, maka lebih hati-hati untuk berhenti makan.

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitab Latha'if al-Ma'arif menjelaskan bahwa para sahabat sangat antusias mengakhirkan sahur, dan ini adalah bagian dari kesempurnaan mengikuti sunnah.

4. Adab Sahur

  • Disunnahkan makan sahur walaupun hanya seteguk air, berdasarkan hadits: "Bersahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan." (HR. Al-Bukhari no. 1923 dan Muslim no. 1095)
  • Disunnahkan mengakhirkan sahur, sebagaimana hadits Sahl bin Sa'd di atas.
  • Disunnahkan membaca niat puasa di malam hari atau saat sahur.

Story Telling

Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu 'anhu, salah seorang sahabat yang menjadi juru tulis wahyu, ia menceritakan pengalamannya makan sahur bersama Nabi ﷺ:

"Kami makan sahur bersama Nabi ﷺ, kemudian beliau berdiri untuk shalat." Aku (Anas) bertanya: "Berapa lama antara adzan dan sahur?" Ia menjawab: "Kira-kira kadar membaca lima puluh ayat." (HR. Al-Bukhari no. 1921 dan Muslim no. 1097)

Hikmah: Bayangkan, jarak antara sahur dan shalat Subuh hanya sekitar waktu membaca 50 ayat Al-Qur'an. Ini menunjukkan betapa dekatnya waktu sahur mereka dengan fajar. Para sahabat tidak makan sahur terlalu awal, tetapi mereka menundanya hingga mendekati waktu Subuh, kemudian langsung bergegas menuju shalat berjamaah. Ini adalah teladan indah dalam memanfaatkan waktu dan menjaga ibadah.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersahurlah — walaupun hanya dengan seteguk air, karena sahur adalah sunnah yang membawa keberkahan.
  2. Akhirkan sahur — hingga mendekati waktu fajar, sebagaimana kebiasaan Nabi ﷺ dan para sahabatnya.
  3. Jangan lupa niat puasa — niatkan dalam hati saat sahur atau sebelum fajar.
  4. Bergegaslah menuju shalat Subuh — jangan sampai kesibukan sahur membuat kita terlambat shalat berjamaah.
  5. Perbanyak doa di waktu sahur — karena waktu sahur adalah sepertiga malam terakhir yang mustajab.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?