Penjelasan Hadits Bukhari No. 191 tentang Tata cara wudhu Rasulullah dari satu genggam air

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah penjelasan praktis dari Abdullah bin Zaid radhiyallahu 'anhu tentang tata cara wudhu Nabi ﷺ. Poin pentingnya adalah bolehnya berkumur dan menghirup air (istinsyaq) dengan satu genggam air sekaligus, dan ini dilakukan sebanyak tiga kali. Hadits ini juga mengajarkan bahwa wudhu Nabi ﷺ terkadang dilakukan dengan cara yang berbeda-beda, dan semuanya sah serta memiliki keutamaan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Wudhu, Bab "Siapa yang Berkumur dan Menghirup Air dari Satu Genggam", nomor 191.

Teks hadits yang Anda sertakan sudah benar dan sesuai dengan riwayat tersebut. Berikut kami tuliskan kembali untuk memudahkan pembaca:

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَى، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ، أَنَّهُ أَفْرَغَ مِنَ الإِنَاءِ عَلَى يَدَيْهِ فَغَسَلَهُمَا، ثُمَّ غَسَلَ أَوْ مَضْمَضَ، وَاسْتَنْشَقَ مِنْ كَفَّةٍ وَاحِدَةٍ، فَفَعَلَ ذَلِكَ ثَلاَثًا، فَغَسَلَ يَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ، وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ مَا أَقْبَلَ وَمَا أَدْبَرَ، وَغَسَلَ رِجْلَيْهِ إِلَى الْكَعْبَيْنِ، ثُمَّ قَالَ هَكَذَا وُضُوءُ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ.

Makna ringkas: Abdullah bin Zaid radhiyallahu 'anhu mempraktikkan cara wudhu Nabi ﷺ di hadapan orang-orang. Beliau menuangkan air ke kedua tangannya lalu mencucinya, kemudian berkumur dan menghirup air ke hidung dari satu genggam air, dan melakukan itu tiga kali. Beliau juga mencuci tangan hingga siku dua kali, mengusap kepala dari depan ke belakang dan kembali ke depan, serta mencuci kaki hingga mata kaki.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan beberapa hukum penting:

1. Bolehnya berkumur dan istinsyaq (menghirup air ke hidung) dengan satu genggam air.

Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa dalam hadits ini, Abdullah bin Zaid menggabungkan berkumur dan istinsyaq dalam satu genggaman air. Ini menunjukkan bahwa cara tersebut dibolehkan. Namun, terdapat riwayat lain yang menunjukkan bahwa Nabi ﷺ terkadang memisahkan antara berkumur dan istinsyaq dengan tiga genggam air yang berbeda. Kedua cara ini sama-sama sah dan pernah dilakukan oleh Nabi ﷺ.

2. Perbedaan cara wudhu Nabi ﷺ menunjukkan keluasan dan kemudahan.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh al-Mumti' menjelaskan bahwa hadits-hadits tentang tata cara wudhu Nabi ﷺ berbeda-beda. Ada yang menunjukkan mencuci anggota wudhu sekali, dua kali, atau tiga kali. Ini semua adalah bentuk-bentuk yang pernah dilakukan oleh Nabi ﷺ, dan semuanya sah. Yang terpenting adalah memenuhi kewajiban wudhu, yaitu membasuh wajah, tangan hingga siku, mengusap kepala, dan membasuh kaki hingga mata kaki.

3. Mengusap kepala dari depan ke belakang dan kembali ke depan.

Dalam hadits ini, Abdullah bin Zaid mengusap kepalanya "ما أقبل وما أدبر" (dari bagian depan ke belakang dan kembali ke depan). Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan bahwa cara ini adalah salah satu cara mengusap kepala yang dicontohkan Nabi ﷺ. Namun, yang paling utama adalah mengusap seluruh kepala, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits lain.

4. Mencuci tangan hingga siku dua kali.

Hadits ini menunjukkan bahwa mencuci tangan dua kali itu dibolehkan. Namun, dalam riwayat lain disebutkan bahwa Nabi ﷺ mencuci tangannya tiga kali. Para ulama menjelaskan bahwa mencuci sekali adalah kewajiban, dua kali dan tiga kali adalah sunnah. Yang paling sempurna adalah tiga kali.

5. Keutamaan mengikuti tata cara wudhu Nabi ﷺ secara detail.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa mempelajari tata cara wudhu Nabi ﷺ secara detail adalah bagian dari mengikuti sunnah. Karena wudhu adalah syarat sahnya shalat, maka mempelajari dan mempraktikkannya dengan benar adalah hal yang sangat penting.

Story Telling

Abdullah bin Zaid radhiyallahu 'anhu adalah salah seorang sahabat yang sangat cinta kepada Nabi ﷺ. Suatu ketika, beliau diminta untuk memperlihatkan cara wudhu Nabi ﷺ. Maka beliau pun berwudhu di hadapan orang-orang dengan penuh ketelitian, memperagakan setiap gerakan sebagaimana yang pernah beliau lihat dari Rasulullah ﷺ.

Setelah selesai, beliau berkata, "Inilah wudhu Rasulullah ﷺ." Ini menunjukkan kecintaan para sahabat kepada Nabi ﷺ, sehingga mereka menghafal dan memperagakan setiap detail ibadah beliau, termasuk cara berwudhu. Mereka tidak merasa cukup hanya dengan mengetahui hukumnya, tetapi juga ingin meneladani cara beliau secara persis.

Dari sini kita belajar bahwa cinta kepada Nabi ﷺ bukan hanya dengan lisan, tetapi juga dengan berusaha meniru beliau dalam setiap ibadah, sekecil apa pun detailnya.

Kesimpulan Praktis

  1. Berkumur dan istinsyaq dengan satu genggam air itu dibolehkan, sebagaimana yang dicontohkan dalam hadits ini.
  2. Wudhu Nabi ﷺ memiliki beberapa cara yang berbeda-beda, dan semuanya sah. Kita boleh memilih cara yang paling mudah bagi kita, selama memenuhi rukun wudhu.
  3. Mengusap kepala bisa dilakukan dari depan ke belakang lalu kembali ke depan, atau dengan cara lain yang dicontohkan Nabi ﷺ.
  4. Mencuci anggota wudhu dua kali itu sah, namun tiga kali lebih sempurna.
  5. Yang terpenting adalah memastikan seluruh anggota wudhu benar-benar basah, karena wudhu adalah syarat sahnya shalat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?