Penjelasan Hadits Bukhari No. 1905 tentang Anjuran menikah bagi yang mampu dan puasa bagi yang belum

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menganjurkan siapa yang sudah mampu secara fisik dan biaya untuk segera menikah, karena menikah menjaga pandangan dan kemaluan. Bagi yang belum mampu, Nabi ﷺ mengarahkan untuk berpuasa, karena puasa meredam dorongan syahwat. Ini bukan larangan menikah, tetapi bimbingan agar tidak terjatuh pada yang haram.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari (no. 1905) dari Abdullah bin Mas'ud رضي الله عنه, melalui 'Alqamah. Lafazhnya:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ: «مَنِ اسْتَطَاعَ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ»

Terjemah ringkas: "Wahai para pemuda, siapa yang mampu menikah hendaklah menikah, karena menikah lebih menjaga pandangan dan kemaluan; siapa yang belum mampu hendaklah berpuasa, karena puasa itu benteng baginya."

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

QS. Ar-Rum [30]: 21 — "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan untukmu pasangan dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram, dan Dia menjadikan di antara kamu rasa kasih dan sayang..."

Juga:

وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ نِكَاحًا حَتَّىٰ يُغْنِيَهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ

QS. An-Nur [24]: 33 — "Dan hendaklah orang-orang yang belum mampu menikah menjaga kesucian diri sampai Allah memberi kecukupan dari karunia-Nya."

Penjelasan Rinci

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini berisi anjuran menikah bagi yang mampu, karena menikah menutup pintu maksiat pandangan dan kemaluan. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebut bahwa "al-bā'ah" berarti kemampuan jima' dan biaya nikah; jika keduanya ada, menikah lebih utama daripada terus-menerus puasa sunnah bagi yang khawatir fitnah.

Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menegaskan puasa sebagai pengekang syahwat karena ia melemahkan dorongan hawa nafsu dan menguatkan kendali iman. Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebut puasa menahan pandangan dan lisan, sehingga menjadi benteng dari syahwat.

Para ulama daftar sepakat: perintah menikah di sini adalah anjuran (bukan wajib) bagi yang mampu; sedangkan bagi yang belum mampu, puasa menjadi obat sementara. Jika seseorang khawatir jatuh pada zina dan sudah mampu, menikah menjadi lebih ditekankan. Jika belum mampu biaya, ia berpuasa dan menjaga diri, sebagaimana QS. An-Nur [24]: 33.

Story Telling

Abdullah bin Mas'ud رضي الله عنه meriwayatkan hadits ini saat ia berjalan bersama 'Alqamah. Ia mengingat pesan Nabi ﷺ kepada para pemuda agar tidak membiarkan syahwat liar tanpa kendali: yang mampu menikah segera menikah, yang belum mampu berpuasa. Hikmahnya: Islam memberi jalan realistis, bukan hanya larangan; ia membimbing dengan solusi.

Kesimpulan Praktis

  • Jika sudah mampu fisik dan biaya, segerakan menikah dengan niat menjaga diri.
  • Jika belum mampu, perbanyak puasa, jaga pandangan, dan sibukkan diri dengan ilmu serta amal saleh.
  • Jangan memaksakan menikah dengan cara haram; jangan pula meninggalkan menikah karena malas.
  • Doa: Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?