Penjelasan Hadits Bukhari No. 190 tentang Keberkahan air wudhu Nabi dan tanda kenabian

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan beberapa hal penting: (1) kebolehan mengusap kepala orang yang sakit dan mendoakan keberkahan untuknya, (2) keberkahan (tabarruk) dengan bekas wudhu Nabi ﷺ, dan (3) bukti kenabian berupa "khatamun nubuwwah" (segel kenabian) di antara kedua bahu beliau. Hadits ini juga menunjukkan kasih sayang Nabi ﷺ kepada anak-anak dan perhatian para sahabat terhadap tanda-tanda kenabian.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Wudhu, no. 190, dari sahabat As-Sa'ib bin Yazid رضي الله عنه.

Adapun dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan tanda-tanda kenabian:

QS. Al-Fath [48]: 29

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Terjemahan: "Muhammad adalah Rasul Allah, dan orang-orang yang bersamanya keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka..."

Ayat ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah benar-benar Rasul Allah, dan salah satu bukti kenabiannya adalah tanda-tanda yang Allah berikan padanya, termasuk khatamun nubuwwah.

Penjelasan Rinci

Pertama: Kisah As-Sa'ib bin Yazid

As-Sa'ib bin Yazid رضي الله عنه adalah seorang sahabat muda yang masih kecil ketika peristiwa ini terjadi. Bibinya membawanya kepada Nabi ﷺ karena kakinya sakit. Ini menunjukkan perhatian keluarga sahabat terhadap kesehatan anak-anak mereka dan kepercayaan mereka kepada Nabi ﷺ sebagai tempat memohon kesembuhan dan keberkahan.

Kedua: Mengusap Kepala dan Mendoakan Keberkahan

Nabi ﷺ mengusap kepala As-Sa'ib dan mendoakan keberkahan untuknya. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa mengusap kepala anak kecil dengan kasih sayang adalah sunnah yang menunjukkan kelembutan Nabi ﷺ. Doa beliau "بِالْبَرَكَةِ" (dengan keberkahan) adalah doa yang mencakup kebaikan dunia dan akhirat.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan kebolehan mengusap kepala orang sakit dan mendoakan kebaikan untuknya, serta menunjukkan keutamaan As-Sa'ib bin Yazid karena telah mendapatkan doa langsung dari Nabi ﷺ.

Ketiga: Minum dari Sisa Air Wudhu Nabi ﷺ

As-Sa'ib bin Yazid minum dari sisa air wudhu Nabi ﷺ. Ini adalah bentuk tabarruk (mencari keberkahan) dengan bekas Nabi ﷺ. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa para sahabat memang biasa bertabarruk dengan bekas wudhu, keringat, dan rambut Nabi ﷺ karena keberkahan yang Allah letakkan pada diri beliau. Namun, tabarruk ini khusus untuk Nabi ﷺ dan tidak boleh dilakukan pada selain beliau.

Ibnu Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menegaskan bahwa tabarruk dengan bekas Nabi ﷺ adalah perkara yang disyariatkan dan dilakukan oleh para sahabat, tetapi tidak boleh dilakukan dengan bekas orang selain Nabi ﷺ.

Keempat: Khatamun Nubuwwah (Segel Kenabian)

As-Sa'ib melihat segel kenabian di antara kedua bahu Nabi ﷺ yang bentuknya seperti "Zir al-Hijla" (kancing tenda). Ini adalah salah satu bukti kenabian yang nyata. Imam Al-Bukhari meriwayatkan beberapa hadits tentang khatamun nubuwwah ini.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa khatamun nubuwwah adalah tanda kenabian yang Allah letakkan pada tubuh Nabi Muhammad ﷺ, dan ini disebutkan dalam kitab-kitab sebelumnya (Taurat dan Injil) sebagai tanda Nabi terakhir.

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa "Zir al-Hijla" adalah kancing yang digunakan pada tenda, dan ada yang mengatakan seperti telur burung perdix. Yang jelas, itu adalah tanda yang jelas dan terlihat.

Perbedaan Pendapat di Kalangan Ulama:

Para ulama berbeda pendapat tentang apakah khatamun nubuwwah ini adalah daging, tahi lalat, atau tanda lainnya. Ibnu Hajar menyebutkan beberapa pendapat dan menguatkan bahwa itu adalah tanda yang Allah ciptakan pada tubuh Nabi ﷺ sebagai bukti kenabian. Yang paling kuat adalah bahwa itu adalah tanda nyata yang terlihat dan menjadi bukti kenabian bagi orang yang melihatnya.

Story Telling

As-Sa'ib bin Yazid رضي الله عنه bercerita: "Bibiku membawaku kepada Nabi ﷺ. Saat itu aku masih kecil dan kakiku sakit. Bibiku berkata, 'Wahai Rasulullah, anak saudaraku ini sakit.' Maka Nabi ﷺ mengusap kepalaku dengan tangan beliau yang penuh berkah, dan beliau mendoakan keberkahan untukku. Kemudian beliau berwudhu, dan aku minum dari sisa air wudhu beliau. Setelah itu aku berdiri di belakang beliau, dan aku melihat segel kenabian di antara kedua bahu beliau, seperti kancing tenda."

As-Sa'ib bin Yazid kemudian menjadi salah satu sahabat yang dikenal dan meriwayatkan hadits. Doa Nabi ﷺ untuk keberkahan terkabul pada dirinya, sebagaimana disebutkan dalam riwayat lain bahwa ia hidup panjang dan diberi keberkahan dalam umurnya.

Ibnu Hajar menyebutkan bahwa As-Sa'ib bin Yazid adalah salah satu sahabat yang diberi umur panjang dan keberkahan, yang menunjukkan terkabulnya doa Nabi ﷺ.

Kesimpulan Praktis

  1. Mengusap kepala anak kecil dan mendoakan keberkahan adalah sunnah yang dianjurkan, terutama saat mereka sakit.
  2. Tabarruk dengan bekas Nabi ﷺ adalah perkara yang disyariatkan, tetapi khusus untuk Nabi ﷺ dan tidak boleh dilakukan pada selain beliau.
  3. Khatamun nubuwwah adalah bukti kenabian Nabi Muhammad ﷺ yang nyata dan disebutkan dalam kitab-kitab sebelumnya.
  4. Kasih sayang Nabi ﷺ kepada anak-anak adalah teladan bagi kita semua.
  5. Doa orang saleh memiliki keberkahan dan dapat terkabul, sebagaimana doa Nabi ﷺ untuk As-Sa'ib bin Yazid.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?