Bab Perjalanan adalah Sebagian dari Siksa
Shahih
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، حَدَّثَنَا مَالِكٌ، عَنْ سُمَىٍّ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ " السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنَ الْعَذَابِ، يَمْنَعُ أَحَدَكُمْ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَنَوْمَهُ، فَإِذَا قَضَى نَهْمَتَهُ فَلْيُعَجِّلْ إِلَى أَهْلِهِ ".
Dari Abu Huraira, ia berkata: "Rasulullah ﷺ bersabda: 'Perjalanan adalah sebagian dari siksa, karena menghalangi seseorang dari makanan, minuman, dan tidur. Maka, jika telah memenuhi kebutuhannya, hendaklah segera kembali kepada keluarganya.'"