Penjelasan Hadits Bukhari No. 1800 tentang Larangan pulang malam setelah safar

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan adab yang sangat indah: Nabi ﷺ tidak mendatangi keluarganya secara tiba-tiba di malam hari setelah perjalanan jauh. Beliau memilih pulang pada waktu pagi atau sore, agar keluarga punya waktu bersiap dan tidak terkejut. Ini menunjukkan kasih sayang, kelembutan, dan perhatian Nabi ﷺ kepada perasaan keluarganya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Umrah, Bab Masuk di Malam Hari (no. 1800), dari sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه.

Teks hadits:

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ، عَنْ أَنَسٍ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ ﷺ لاَ يَطْرُقُ أَهْلَهُ، كَانَ لاَ يَدْخُلُ إِلاَّ غُدْوَةً أَوْ عَشِيَّةً

Terjemahan: Anas berkata: "Nabi ﷺ tidak pernah mendatangi keluarganya di malam hari. Beliau tidak masuk (ke rumah) kecuali di waktu pagi (ghudwah) atau sore ('asyiyyah)."

Hadits senada juga diriwayatkan Imam Muslim dari Jabir bin Abdillah, dengan tambahan larangan mengetuk pintu di malam hari karena bisa menimbulkan prasangka buruk atau hal yang tidak diinginkan.

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini mengandung adab dan kasih sayang Nabi ﷺ kepada keluarganya.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan hikmah-hikmah serupa.
  • Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menekankan pentingnya memperhatikan perasaan keluarga.

Penjelasan Rinci

Kata يَطْرُقُ (yathruqu) berasal dari tharq, yaitu datang/mengetuk pintu secara tiba-tiba, biasanya di malam hari. Dalam tradisi Arab, orang yang bepergian jauh lalu pulang malam sering langsung mengetuk pintu rumahnya. Nabi ﷺ tidak melakukan itu.

Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan beberapa hikmah:

  1. Menjaga perasaan keluarga — agar istri dan anak-anak tidak terkejut, tidak merasa terganggu, dan punya waktu bersiap menyambut.
  2. Menghindari prasangka buruk — datang tiba-tiba di malam hari bisa memunculkan syak wasangka atau membuka peluang bagi orang yang berniat jahat.
  3. Menjaga kehormatan dan ketenangan rumah — keluarga mungkin sedang tidur, lelah, atau dalam keadaan yang tidak siap menerima tamu, meskipun itu suami/ayah mereka.

Imam an-Nawawi menambahkan bahwa hadits ini menunjukkan sunnahnya memberi kabar terlebih dahulu sebelum kedatangan, atau memilih waktu yang tepat. Beliau juga menyebutkan bahwa sebagian ulama memahami "ghudwah" (pagi) dan "'asyiyyah" (sore) sebagai waktu-waktu di siang hari, bukan malam.

Ibnu Rajab al-Hanbali menekankan bahwa ini bagian dari husnul mu'asyarah (pergaulan yang baik) dengan keluarga, yang merupakan kewajiban seorang suami/ayah.

Perbedaan pendapat: Sebagian ulama memahami hadits ini sebagai larangan mutlak masuk rumah di malam hari setelah safar. Sebagian lain memahami sebagai anjuran (sunnah) yang bersifat umum, dan boleh ditinggalkan jika ada kebutuhan mendesak (misalnya keluarga sudah menunggu atau ada keadaan darurat). Pendapat yang lebih kuat — sesuai penjelasan Ibnu Hajar dan an-Nawawi — adalah bahwa ini adab yang dianjurkan, bukan larangan haram, karena tujuannya menjaga maslahat keluarga.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Jabir bin Abdillah رضي الله عنه berkata: "Kami pernah bersama Nabi ﷺ dalam suatu perjalanan. Ketika kami mendekati Madinah, beliau bersabda: 'Berhentilah dulu, kita masuk di waktu pagi atau sore.'" (HR. Bukhari & Muslim)

Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ melarang seorang lelaki mengetuk pintu rumahnya di malam hari setelah safar, karena dikhawatirkan ia mendapati hal yang tidak diinginkan atau menimbulkan fitnah bagi keluarganya.

Hikmah: Islam sangat memperhatikan kelembutan dalam rumah tangga. Bahkan seorang Nabi yang mulia pun memikirkan perasaan keluarganya. Ini pelajaran bagi kita agar tidak hanya memperhatikan hak kita, tetapi juga kenyamanan dan perasaan orang-orang di rumah.

Kesimpulan Praktis

  1. Beri kabar sebelum pulang dari perjalanan jauh, agar keluarga bisa bersiap.
  2. Hindari datang tiba-tiba di malam hari jika tidak ada kebutuhan mendesak.
  3. Perhatikan perasaan keluarga — ini bagian dari akhlak Islam yang mulia.
  4. Jadikan Nabi ﷺ teladan dalam kelembutan dan kasih sayang kepada keluarga.
  5. Jika ada keadaan darurat atau keluarga sudah menunggu, boleh pulang kapan saja — karena ini adab, bukan larangan mutlak.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?