Penjelasan Hadits Bukhari No. 1792 tentang Nabi umrah, tawaf, sai, dan kabar gembira untuk Khadijah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan tentang Umrah Nabi ﷺ yang diikuti oleh para sahabat, termasuk Abdullah bin Abu Aufa. Ada dua pelajaran utama: pertama, gambaran praktis bagaimana Nabi ﷺ melaksanakan Umrah (tawaf, sa'i, dan berlindung dari gangguan); kedua, kabar gembira bagi Khadijah radhiyallahu 'anha tentang istana di surga yang terbuat dari qashab (mutiara atau yaqut), sebagai penghormatan atas perannya yang besar dalam mendukung dakwah Islam.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al-'Umrah, Bab "Kapan Seseorang Berihram" (no. 1792). Juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Fadhail ash-Shahabah, Bab "Fadhilah Khadijah" (no. 2435).

Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda cantumkan) adalah:

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ جَرِيرٍ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى، قَالَ اعْتَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وَاعْتَمَرْنَا مَعَهُ فَلَمَّا دَخَلَ مَكَّةَ طَافَ وَطُفْنَا مَعَهُ، وَأَتَى الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ وَأَتَيْنَاهَا مَعَهُ، وَكُنَّا نَسْتُرُهُ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ أَنْ يَرْمِيَهُ أَحَدٌ. فَقَالَ لَهُ صَاحِبٌ لِي أَكَانَ دَخَلَ الْكَعْبَةَ قَالَ لاَ. قَالَ فَحَدِّثْنَا مَا، قَالَ لِخَدِيجَةَ. قَالَ " بَشِّرُوا خَدِيجَةَ بِبَيْتٍ فِي الْجَنَّةِ مِنْ قَصَبٍ لاَ صَخَبَ فِيهِ وَلاَ نَصَبَ "

Ayat Al-Qur'an yang relevan dengan makna hadits ini—tentang balasan surga bagi orang-orang beriman yang beramal saleh—adalah firman Allah ﷻ:

وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

"Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai." (QS. Al-Baqarah [2]: 25)

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini adalah kabar gembira bagi setiap mukmin yang beramal saleh, dan Khadijah radhiyallahu 'anha adalah salah satu wanita mukminah yang paling utama, sehingga kabar gembira khusus ini disampaikan langsung oleh Nabi ﷺ kepadanya.

Penjelasan Rinci

Pertama: Konteks Umrah Nabi ﷺ

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ pernah melaksanakan Umrah bersama para sahabatnya. Abdullah bin Abu Aufa radhiyallahu 'anhu menceritakan bahwa ketika Nabi ﷺ masuk ke Mekkah, beliau langsung melakukan tawaf di Ka'bah, kemudian sa'i antara Shafa dan Marwah. Para sahabat mengikuti semua gerakan beliau.

Yang menarik, Abdullah bin Abu Aufa menyebutkan bahwa mereka melindungi Nabi ﷺ dari orang-orang Mekkah yang mungkin melempar beliau. Ini menunjukkan bahwa pada saat itu, kondisi keamanan belum sepenuhnya kondusif, namun Nabi ﷺ tetap melaksanakan ibadah Umrah dengan tenang dan para sahabat menjaga beliau.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhish Shalihin menjelaskan bahwa Umrah Nabi ﷺ ini adalah salah satu bukti bahwa ibadah Umrah disyariatkan dalam Islam, dan tata caranya adalah tawaf, sa'i, dan tahallul (mencukur atau memendekkan rambut). Beliau juga menegaskan bahwa Nabi ﷺ tidak masuk ke Ka'bah pada Umrah tersebut, sebagaimana disebutkan dalam hadits ini.

Kedua: Makna Qashab dalam Hadits

Ketika ditanya tentang apa yang Nabi ﷺ sampaikan mengenai Khadijah, Abdullah bin Abu Aufa menyebutkan bahwa beliau bersabda: "Berikan kabar gembira kepada Khadijah bahwa dia akan memiliki sebuah istana di surga dari qashab."

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan qashab di sini adalah mutiara atau yaqut yang berongga (lubang di dalamnya). Ini adalah istana yang sangat indah dan mulia, bukan bambu atau tumbuhan seperti yang dipahami secara harfiah. Ini adalah kehormatan khusus yang Allah ﷻ berikan kepada Khadijah radhiyallahu 'anha.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menambahkan bahwa qashab di sini adalah permata yang sangat berharga, dan penyebutan "tidak ada suara bising dan tidak ada kesulitan di dalamnya" menunjukkan bahwa istana tersebut adalah tempat yang penuh ketenangan dan kedamaian, jauh dari kebisingan dunia dan kepayahan hidup.

Ketiga: Keutamaan Khadijah radhiyallahu 'anha

Hadits ini adalah salah satu dalil tentang keutamaan Khadijah binti Khuwailid, istri pertama Nabi ﷺ. Beliau adalah wanita pertama yang beriman kepada risalah Nabi ﷺ, dan beliau mendukung dakwah dengan harta, jiwa, dan tenaganya. Kabar gembira tentang istana di surga ini adalah balasan atas pengorbanan beliau.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Sebaik-baik wanita di zamannya adalah Maryam binti Imran, dan sebaik-baik wanita di zamannya adalah Khadijah binti Khuwailid." (HR. Al-Bukhari no. 3415)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah ﷻ tidak pernah menyia-nyiakan amal hamba-Nya yang saleh, dan Khadijah adalah contoh nyata bagaimana Allah ﷻ membalas kebaikan dengan kebaikan yang lebih besar, yaitu istana di surga yang penuh kenikmatan.

Story Telling

Dikisahkan bahwa ketika Khadijah radhiyallahu 'anha wafat, Nabi ﷺ sangat bersedih. Tahun itu dikenal sebagai "Tahun Kesedihan" ('Am al-Huzn), karena beliau kehilangan dua orang yang paling beliau cintai: Khadijah dan pamannya Abu Thalib.

Namun, Allah ﷻ menghibur Nabi ﷺ dengan kabar gembira tentang kedudukan Khadijah di surga. Dalam hadits lain, Malaikat Jibril datang kepada Nabi ﷺ dan berkata: "Wahai Rasulullah, ini adalah Khadijah, dia datang membawa bejana berisi makanan dan minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan salam dari Allah ﷻ dan dariku, dan berikan kabar gembira kepadanya tentang sebuah rumah di surga dari qashab, yang tidak ada kebisingan dan kepayahan di dalamnya." (HR. Al-Bukhari no. 3820)

Ini menunjukkan bahwa Allah ﷻ dan para malaikat-Nya pun menghormati Khadijah. Beliau adalah wanita yang setia mendampingi Nabi ﷺ di masa-masa sulit dakwah, ketika banyak orang menolak dan memusuhi beliau. Kesetiaan dan pengorbanannya tidak pernah dilupakan oleh Allah ﷻ.

Kesimpulan Praktis

  1. Meneladani tata cara Umrah Nabi ﷺ: Tawaf di Ka'bah, sa'i antara Shafa dan Marwah, dan tahallul. Ini adalah rangkaian ibadah yang harus dilakukan dengan tertib dan khusyuk.
  2. Menjaga dan melindungi para ulama dan pemimpin: Para sahabat melindungi Nabi ﷺ dari gangguan. Ini mengajarkan kita untuk menghormati dan menjaga orang-orang yang membawa kebaikan.
  3. Yakin bahwa Allah ﷻ membalas setiap amal kebaikan: Khadijah mendapatkan istana di surga karena kesetiaan dan pengorbanannya. Kita pun harus yakin bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan, sekecil apa pun, akan dibalas oleh Allah ﷻ.
  4. Menghormati para istri Nabi ﷺ dan para sahabat: Hadits ini mengajarkan kita untuk mencintai dan menghormati keluarga Nabi ﷺ, khususnya Khadijah radhiyallahu 'anha, sebagai bagian dari iman.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?