Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritakan salah satu mukjizat terbesar Nabi Muhammad ﷺ, yaitu keluarnya air dari sela-sela jari beliau yang mulia. Ketika itu, para sahabat membutuhkan air untuk berwudhu menjelang shalat Ashar, tetapi tidak menemukannya. Kemudian Nabi ﷺ memasukkan tangannya ke dalam bejana yang berisi sedikit air, lalu air itu memancar dari jari-jemarinya hingga seluruh pasukan yang jumlahnya banyak dapat berwudhu. Ini adalah bukti nyata kebenaran kenabian beliau dan pertolongan Allah kepada hamba-Nya yang beriman.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Wudhu, Bab "Mencari Wudhu Ketika Waktu Shalat Tiba", nomor 169, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.
Dalil Al-Qur'an yang relevan:
Allah Ta'ala berfirman:
وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَنْ يَأْتِيَ بِآيَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ
"Dan tidaklah seorang Rasul itu mendatangkan suatu mukjizat melainkan dengan izin Allah." (QS. Ar-Ra'd [13]: 38)
Ayat ini menegaskan bahwa mukjizat, termasuk keluarnya air dari jari Nabi ﷺ, terjadi semata-mata karena izin dan kekuasaan Allah. Ini bukan perbuatan Nabi sendiri, melainkan karunia Allah yang diperlihatkan melalui tangan beliau.
Kaitan dengan ulama:
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini termasuk mukjizat yang jelas dan disepakati oleh para ulama. Beliau menyebutkan bahwa jumlah orang yang berwudhu saat itu mencapai sekitar 70 orang atau lebih, berdasarkan riwayat-riwayat lain yang shahih.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:
1. Mukjizat Nabi ﷺ yang nyata
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa hadits ini termasuk dalil mukjizat Nabi ﷺ yang disaksikan langsung oleh para sahabat. Air yang sedikit itu tidak berkurang meskipun digunakan oleh banyak orang. Ini menunjukkan bahwa mukjizat adalah perkara di luar kebiasaan yang Allah berikan kepada para nabi-Nya.
2. Keutamaan berwudhu dan menjaga shalat
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa para sahabat sangat bersemangat mencari air untuk berwudhu ketika waktu shalat tiba. Ini menunjukkan perhatian besar mereka terhadap kesucian dan kesiapan shalat. Kita pun seharusnya memiliki semangat yang sama dalam menjaga shalat, bahkan mempersiapkan diri sebelum waktunya tiba.
3. Tawadhu dan kedekatan Nabi ﷺ dengan umatnya
Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Fathul Bari (syarah beliau atas Shahih Al-Bukhari) menyebutkan bahwa Nabi ﷺ tidak menyuruh orang lain untuk melayani beliau, tetapi beliau sendiri yang meletakkan tangannya ke dalam bejana dan memerintahkan para sahabat untuk berwudhu. Ini menunjukkan kerendahan hati beliau dan kasih sayang beliau kepada umatnya.
4. Kekuasaan Allah di atas segala sebab
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa mukjizat seperti ini mengajarkan kita bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Air yang sedikit bisa menjadi banyak, sebagaimana Allah juga bisa membuat sedikit menjadi berkah. Ini menguatkan keyakinan kita bahwa rezeki, pertolongan, dan segala sesuatu berada di tangan Allah semata.
5. Pentingnya berpegang pada sunnah dalam ibadah
Imam Al-Bukhari meletakkan hadits ini dalam "Bab Mencari Wudhu Ketika Waktu Shalat Tiba" untuk menunjukkan bahwa mencari air dan bersuci adalah bagian dari persiapan shalat yang dianjurkan. Ini juga menunjukkan bahwa wudhu adalah syarat sah shalat, sebagaimana disepakati para ulama.
Story Telling
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari meriwayatkan bahwa jumlah pasukan saat peristiwa ini terjadi cukup banyak. Dalam riwayat lain dari sahabat Anas bin Malik, disebutkan bahwa mereka berjumlah sekitar 70 orang atau bahkan lebih. Meskipun air yang ada di bejana itu sangat sedikit, namun dengan izin Allah, air itu terus memancar dari jari-jari Nabi ﷺ hingga seluruh pasukan dapat berwudhu dengan sempurna.
Perhatikanlah bagaimana para sahabat saat itu. Mereka tidak ragu sedikit pun. Mereka melihat dengan mata kepala sendiri air keluar dari sela-sela jari manusia biasa, yaitu Muhammad ﷺ. Ini bukan sihir, bukan tipuan, tetapi mukjizat yang Allah perlihatkan untuk menguatkan hati orang-orang beriman dan menjadi bukti bagi yang belum beriman.
Hikmah yang bisa kita ambil: ketika kita berada dalam kesulitan, jangan pernah berputus asa dari pertolongan Allah. Sebagaimana Allah menolong para sahabat dengan mukjizat ini, Allah juga mampu menolong kita dari kesulitan apa pun dengan cara yang tidak kita duga.
Kesimpulan Praktis
- Yakinlah bahwa mukjizat Nabi ﷺ adalah benar dan merupakan bukti kenabian beliau. Ini bagian dari iman kita kepada Rasulullah ﷺ.
- Bersemangatlah dalam mempersiapkan shalat, termasuk mencari air dan bersuci sebelum waktu shalat tiba.
- Jangan berputus asa dari pertolongan Allah dalam keadaan sulit. Allah Maha Kuasa untuk menolong hamba-Nya dengan cara apa pun.
- Teladani kerendahan hati Nabi ﷺ yang melayani umatnya dan tidak merasa tinggi hati.
- Perbanyak bersyukur atas nikmat air yang sering kita rasakan, karena banyak orang di dunia ini kesulitan mendapatkannya untuk bersuci.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.