Penjelasan Hadits Bukhari No. 1636 tentang Penyucian hati Nabi dengan air Zamzam sebelum Mi'raj

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan salah satu peristiwa agung sebelum Isra' Mi'raj, yaitu disucikannya hati Nabi ﷺ dengan air Zamzam dan diisinya dengan iman serta hikmah. Ini menunjukkan kemuliaan air Zamzam dan persiapan khusus dari Allah untuk Nabi-Nya sebelum menerima perintah shalat. Peristiwa ini juga menegaskan bahwa Isra' Mi'raj terjadi dalam keadaan sadar, bukan mimpi, karena ada detail kejadian yang sangat jelas.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Haji, Bab "Apa yang Dikatakan Tentang Zamzam", nomor 1636, dari sahabat Abu Dzar radhiyallahu 'anhu.

Dalil Al-Qur'an yang Terkait:

Allah Ta'ala berfirman tentang peristiwa Isra' Mi'raj:

مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَىٰ

"Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya."

(QS. An-Najm [53]: 11)

Ayat ini menunjukkan bahwa peristiwa yang dilihat Nabi ﷺ pada malam Isra' Mi'raj adalah kenyataan yang benar, bukan mimpi atau khayalan.

Kaitan dengan Ulama:

Peristiwa syarh ash-shadr (pembelahan dada) ini disebutkan oleh para ulama dalam pembahasan sirah dan keutamaan Zamzam. Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya dan Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (syarah Shahih Bukhari) menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi dua kali: sekali saat Nabi ﷺ masih kecil di Bani Sa'd (diriwayatkan dalam Shahih Muslim), dan sekali lagi menjelang Isra' Mi'raj sebagaimana dalam hadits ini.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa peristiwa pembelahan dada Nabi ﷺ ini mengandung beberapa hikmah besar:

1. Pensucian Hati Nabi ﷺ

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa pembelahan dada Nabi ﷺ dan pencucian hatinya dengan air Zamzam adalah bentuk pensucian lahir dan batin. Ini adalah persiapan khusus dari Allah agar Nabi ﷺ mampu menerima wahyu dan menyaksikan keagungan langit. Hati beliau dibersihkan dari segala kotoran, lalu diisi dengan iman dan hikmah.

2. Keutamaan Air Zamzam

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menukil perkataan para ulama bahwa dipilihnya air Zamzam untuk mencuci hati Nabi ﷺ menunjukkan keutamaan air Zamzam di atas air-air lainnya. Ini juga mengisyaratkan bahwa air Zamzam membawa keberkahan yang besar. Dalam hadits lain yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, Nabi ﷺ bersabda:

"Air Zamzam sesuai dengan niat peminumnya." (HR. Ibnu Majah, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)

3. Isra' Mi'raj Terjadi dalam Keadaan Sadar

Peristiwa ini membantah anggapan sebagian orang bahwa Isra' Mi'raj hanyalah mimpi. Karena jika hanya mimpi, tidak akan ada detail seperti pembelahan dada, pencucian hati, dan dialog dengan penjaga langit. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menegaskan bahwa Isra' Mi'raj terjadi dalam keadaan sadar, dengan ruh dan jasad sekaligus, berdasarkan dalil-dalil yang kuat.

4. Hikmah dan Iman Dituangkan ke Dalam Hati

Syaikh Abdurrahman as-Sa'di menjelaskan bahwa hikmah adalah pengetahuan yang benar yang mendorong kepada amal yang benar, sedangkan iman adalah keyakinan yang mantap. Dengan dituangkannya iman dan hikmah ke dalam hati Nabi ﷺ, beliau menjadi semakin siap menerima perintah shalat yang akan diwajibkan pada malam itu juga.

5. Dialog dengan Penjaga Langit

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam hadits yang panjang tentang Isra' Mi'raj bahwa ketika Jibril meminta dibukakan pintu langit, penjaga langit bertanya, "Apakah engkau telah diutus untuknya?" Jibril menjawab, "Ya." Ini menunjukkan bahwa kedatangan Nabi ﷺ ke langit adalah sesuatu yang telah dinantikan dan diketahui oleh para malaikat.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa setelah peristiwa ini, Nabi ﷺ menerima perintah shalat lima puluh waktu, kemudian terus dikurangi hingga menjadi lima waktu. Ketika Nabi ﷺ turun dari Sidratul Muntaha, beliau bertemu dengan Nabi Musa 'alaihis salam yang bertanya, "Apa yang diwajibkan kepada umatmu?"

Nabi ﷺ menjawab, "Lima puluh shalat."

Nabi Musa berkata, "Kembalilah kepada Rabbmu, mintalah keringanan, karena umatmu tidak akan mampu melakukannya. Sungguh aku telah menguji Bani Israil dan mengetahui keadaan mereka."

Maka Nabi ﷺ kembali menghadap Allah dan meminta keringanan, hingga akhirnya menjadi lima waktu. Namun Allah menetapkan bahwa pahala lima puluh waktu tetap dicatat untuk lima waktu tersebut. (HR. Bukhari dan Muslim)

Hikmah dari kisah ini adalah kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya dan kemudahan yang Allah berikan dalam beribadah.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah bahwa Isra' Mi'raj adalah peristiwa nyata yang terjadi dalam keadaan sadar, bukan mimpi.
  2. Muliakan air Zamzam karena ia adalah air yang diberkahi dan pernah digunakan untuk mensucikan hati Nabi ﷺ.
  3. Jadikan shalat sebagai tiang agama karena shalat adalah hadiah langsung dari Allah yang diterima Nabi ﷺ pada malam Isra' Mi'raj.
  4. Bersungguh-sungguhlah dalam beribadah karena Nabi ﷺ telah memperjuangkan keringanan untuk umatnya.
  5. Perbanyak doa ketika minum air Zamzam dengan niat yang baik, karena air Zamzam sesuai dengan niat peminumnya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?