Penjelasan Hadits Bukhari No. 1625 tentang Tata cara tawaf dan sai saat haji

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa ketika Nabi ﷺ datang ke Mekah untuk haji (haji Wada'), beliau melakukan Tawaf di Ka'bah dan Sa'i antara Safa dan Marwa. Setelah itu, beliau tidak kembali lagi ke Ka'bah untuk Tawaf tambahan sampai beliau pulang dari Arafah. Ini menjadi dalil bahwa Tawaf yang wajib dalam haji (Tawaf Ifadhah) dilakukan setelah wukuf di Arafah, bukan sebelum berangkat ke Arafah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Haji, dari sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma.

Teks hadits:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، حَدَّثَنَا فُضَيْلٌ، حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ، أَخْبَرَنِي كُرَيْبٌ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ ـ رضى الله عنهما ـ قَالَ قَدِمَ النَّبِيُّ ﷺ مَكَّةَ، فَطَافَ وَسَعَى بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ، وَلَمْ يَقْرَبِ الْكَعْبَةَ بَعْدَ طَوَافِهِ بِهَا حَتَّى رَجَعَ مِنْ عَرَفَةَ

Terjemahan: "Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Nabi ﷺ tiba di Mekah, lalu beliau melakukan Tawaf dan Sa'i antara Safa dan Marwa, dan beliau tidak mendekati Ka'bah setelah Tawaf-nya hingga beliau kembali dari Arafah."

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan urutan manasik haji:

QS. Al-Hajj [22]: 29

فَلْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ

Terjemahan: "Maka hendaklah mereka menyelesaikan segala hal yang menjadi kewajiban mereka (bercukur, memotong kuku, dan sebagainya), dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka, dan hendaklah mereka melakukan Tawaf di sekeliling Baitullah yang tua (Ka'bah)."

Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa ayat ini mencakup Tawaf Ifadhah (Tawaf Ziarah) yang dilakukan setelah wukuf di Arafah. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits Ibnu Abbas ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ menunda Tawaf Ifadhah sampai setelah kembali dari Arafah, dan ini menjadi dalil urutan manasik.

Penjelasan Rinci

Hadits ini terjadi pada peristiwa Haji Wada' (haji perpisahan) tahun 10 Hijriah. Para ulama menjelaskan beberapa poin penting:

Pertama: Tawaf Qudum (Tawaf Kedatangan). Ketika Nabi ﷺ tiba di Mekah, beliau langsung melakukan Tawaf Qudum (Tawaf Selamat Datang) sebagai penghormatan kepada Baitullah. Ini adalah sunnah bagi orang yang datang dari luar Mekah sebelum berangkat ke Mina dan Arafah.

Kedua: Sa'i setelah Tawaf. Nabi ﷺ melakukan Sa'i antara Safa dan Marwa setelah Tawaf Qudum. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa dalam haji Ifrad atau Qiran, Sa'i bisa dilakukan bersamaan dengan Tawaf Qudum. Ini menunjukkan bolehnya mendahulukan Sa'i sebelum wukuf.

Ketiga: Tidak kembali ke Ka'bah sampai pulang dari Arafah. Ini adalah inti hadits. Nabi ﷺ tidak melakukan Tawaf lagi setelah Tawaf Qudum hingga beliau kembali dari Arafah (yaitu setelah wukuf, mabit di Muzdalifah, dan kembali ke Mina). Tawaf yang beliau lakukan setelah pulang dari Arafah adalah Tawaf Ifadhah (Tawaf Ziarah), yang merupakan salah satu rukun haji.

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa Tawaf Ifadhah adalah rukun yang tidak boleh ditinggalkan. Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan urutan manasik Nabi ﷺ secara rinci: beliau tiba di Mekah, Tawaf Qudum, Sa'i, lalu berangkat ke Mina pada hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah), wukuf di Arafah (9 Dzulhijjah), mabit di Muzdalifah, kemudian kembali ke Mina untuk melontar jumrah, menyembelih hadyu, dan setelah itu baru melakukan Tawaf Ifadhah.

Perbedaan pendapat di antara ulama: Sebagian ulama seperti Imam Abu Hanifah dan Imam Malik berpendapat bahwa Tawaf Ifadhah boleh dilakukan setelah wukuf di Arafah, dan tidak harus menunggu sampai selesai semua rangkaian di Mina. Sedangkan Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat bahwa waktunya dimulai dari tengah malam setelah mabit di Muzdalifah (10 Dzulhijjah). Namun semua sepakat bahwa Tawaf Ifadhah tidak dilakukan sebelum wukuf di Arafah. Yang paling kuat adalah pendapat jumhur (mayoritas ulama) bahwa Tawaf Ifadhah dilakukan setelah wukuf di Arafah dan setelah mabit di Muzdalifah, berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lain tentang manasik Nabi ﷺ.

Keempat: Hikmah. Hadits ini mengajarkan bahwa dalam haji, ada urutan yang harus diperhatikan. Tawaf Qudum adalah sunnah, sedangkan Tawaf Ifadhah adalah rukun. Menunda Tawaf Ifadhah sampai setelah Arafah adalah sunnah Nabi ﷺ yang harus diikuti.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma, seorang sahabat yang sangat muda namun berilmu tinggi, meriwayatkan banyak hadits tentang haji karena beliau sering menyertai Nabi ﷺ dalam perjalanan. Dalam peristiwa Haji Wada', Ibnu Abbas ikut bersama Nabi ﷺ dan menyaksikan langsung setiap gerakan beliau. Beliau memperhatikan dengan teliti kapan Nabi ﷺ Tawaf, kapan Sa'i, kapan berangkat ke Arafah, dan kapan kembali ke Ka'bah. Dari pengamatan inilah beliau meriwayatkan hadits ini kepada murid-muridnya seperti Kuraib (mantan budak Ibnu Abbas yang kemudian menjadi perawi terpercaya).

Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya menempatkan hadits ini dalam bab khusus untuk menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tidak mendekati Ka'bah setelah Tawaf Qudum sampai kembali dari Arafah. Ini menunjukkan betapa telitinya para ulama dalam mencatat urutan manasik haji, sehingga umat Islam setelahnya dapat mengikuti sunnah Nabi ﷺ dengan tepat.

Kesimpulan Praktis

  1. Tawaf Qudum dilakukan saat pertama kali tiba di Mekah sebelum berangkat ke Arafah, dan hukumnya sunnah.
  2. Sa'i boleh dilakukan bersamaan dengan Tawaf Qudum dalam haji Ifrad atau Qiran.
  3. Tawaf Ifadhah (Tawaf Ziarah) adalah rukun haji yang dilakukan setelah wukuf di Arafah, tidak boleh dilakukan sebelum wukuf.
  4. Mengikuti urutan manasik Nabi ﷺ adalah sunnah yang harus dijaga, karena haji adalah ibadah yang telah ditentukan waktunya dan tata caranya.
  5. Bagi yang belum haji, pelajarilah manasik dengan benar agar dapat menunaikan ibadah sesuai sunnah Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?