Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 1596 tentang Tanda-tanda kehancuran Ka'bah oleh orang Ethiopia

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu tanda-tanda hari kiamat yang disampaikan oleh Nabi ﷺ. Beliau mengabarkan bahwa di akhir zaman nanti, Ka'bah akan dihancurkan oleh seorang laki-laki dari Habasyah (Ethiopia) yang memiliki betis yang kecil dan kurus (dhus-suwaqatain). Ini adalah kabar gaib yang pasti terjadi sebagai bagian dari takdir Allah, dan kita sebagai umat Islam diperintahkan untuk mengimani kabar ini tanpa perlu merinci kapan dan bagaimana persisnya, karena hal itu termasuk ilmu Allah yang tersembunyi.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Haji, Bab "Penghancuran Ka'bah", no. 1596, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Teks Hadits (dengan harakat):

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ يُونُسَ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " يُخَرِّبُ الْكَعْبَةَ ذُو السُّوَيْقَتَيْنِ مِنَ الْحَبَشَةِ "

Terjemahan: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda, "Ka'bah akan dihancurkan oleh Dhus-Suwaiqatain (orang yang kedua betisnya kecil/kurus) dari Habasyah (Ethiopia)."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Fitan wa Asyrat As-Sa'ah, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Kaitan dengan Ulama: Hadits ini termasuk dalam pembahasan tanda-tanda kiamat yang dijelaskan oleh para ulama, di antaranya disebutkan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari (syarah Shahih Al-Bukhari) dan Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim. Keduanya menjelaskan makna lafazh hadits ini dan menegaskan bahwa ini adalah berita gaib yang wajib diimani.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini merupakan salah satu mukjizat Nabi ﷺ dalam mengabarkan perkara gaib yang akan terjadi di masa depan.

Makna "Dhus-Suwaiqatain":

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa kata as-suwaq adalah bentuk tashghir (pengecilan) dari saq yang berarti betis. Maka dhus-suwaqatain artinya "pemilik dua betis yang kecil" atau "yang kedua betisnya kurus". Ini menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki fisik yang lemah dan tidak kuat, namun Allah akan mentakdirkan ia mampu menghancurkan Ka'bah. Ini adalah salah satu bentuk kekuasaan Allah, bahwa perkara besar bisa terjadi melalui orang yang secara fisik lemah.

Siapakah "Al-Habasyah"?

Al-Habasyah adalah negeri Ethiopia (Habasyah) di benua Afrika. Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah seorang laki-laki dari negeri tersebut. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa hadits ini adalah kabar tentang salah satu tanda kiamat, dan tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan terjadinya kecuali Allah.

Hikmah di Balik Kabar Ini:

  1. Menguatkan iman kepada yang gaib: Kita diperintahkan untuk mengimani berita-berita gaib dari Nabi ﷺ, baik yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi, karena beliau tidak pernah berbicara dari hawa nafsunya.
  2. Menunjukkan kelemahan manusia: Penghancur Ka'bah adalah orang yang secara fisik lemah (betisnya kecil), namun Allah berkuasa menjadikannya mampu melakukan hal tersebut. Ini mengingatkan kita bahwa segala sesuatu terjadi dengan kehendak Allah, bukan karena kekuatan fisik semata.
  3. Bukan berarti Ka'bah tidak dimuliakan: Penghancuran Ka'bah di akhir zaman tidak mengurangi kemuliaan Ka'bah di sisi Allah. Ini hanyalah bagian dari sunnatullah bahwa semua yang ada di muka bumi akan hancur, dan manusia akan dimintai pertanggungjawaban.

Catatan Penting: Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menegaskan bahwa kita tidak boleh berspekulasi tentang kapan terjadinya peristiwa ini, karena tidak ada satu pun dalil yang menjelaskan waktunya secara pasti. Yang wajib adalah mengimani kabar ini dan menjadikannya sebagai pengingat bahwa dunia ini fana dan akan berakhir.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Suatu ketika, beliau menyampaikan hadits ini kepada para sahabat lainnya. Mereka pun tercengang mendengar kabar bahwa Ka'bah—rumah Allah yang sangat dimuliakan—akan hancur di tangan seorang yang lemah dari Habasyah.

Namun, para sahabat memahami bahwa ini adalah kabar dari Nabi ﷺ yang jujur dan terpercaya. Mereka tidak mempertanyakan bagaimana mungkin orang yang betisnya kecil bisa menghancurkan bangunan yang sangat kokoh. Mereka justru bertambah iman, karena kabar ini menunjukkan bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa seorang mukmin sejati menerima berita dari Allah dan Rasul-Nya dengan penuh ketundukan, meskipun akalnya belum mampu menjangkaunya. Sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nisa' [4]: 65, yang artinya: "Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman hingga mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya."

Kesimpulan Praktis

  1. Imami kabar gaib dari Nabi ﷺ tanpa perlu merinci waktu dan caranya, karena itu termasuk perkara yang tidak kita ketahui.
  2. Jangan berspekulasi tentang kapan terjadinya peristiwa ini, karena tidak ada dalil yang menjelaskannya.
  3. Jadikan pengingat bahwa dunia ini akan hancur, dan kita harus mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.
  4. Perbanyak amal shalih dan jangan terlena dengan kemegahan dunia, karena semua akan musnah.
  5. Jangan merasa heran dengan kekuasaan Allah, karena Allah mampu melakukan apa saja, termasuk menghancurkan Ka'bah melalui orang yang lemah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.