Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah kabar dari Nabi ﷺ bahwa Ka'bah akan dirobohkan pada akhir zaman oleh seorang dari Habasyah (Ethiopia) yang dikenal dengan sebutan Dzū as-Suwayqatain (pemilik dua betis kecil). Ini termasuk tanda-tanda besar dekatnya Kiamat. Ka'bah tidak akan roboh selama masih ada orang beriman yang mengagungkan syiar-syiar Allah, dan keruntuhannya menandakan bahwa bumi sudah hampir kosong dari orang-orang yang mengesakan Allah dengan benar.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an terkait:
QS. Al-Baqarah [2]: 127
وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
"Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): 'Ya Tuhan kami, terimalah amal kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.'"
QS. Al-Hajj [22]: 32
ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ
"Demikianlah, dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati."
Hadits terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari, Kitab Haji, no. 1591, dari jalur 'Ali bin 'Abdillah → Sufyan (bin 'Uyainah) → Ziyad bin Sa'd → Az-Zuhri → Sa'id bin al-Musayyib → Abu Hurairah رضي الله عنه.
Hadits senada juga diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dengan lafaz yang menyebutkan bahwa Ka'bah akan dirobohkan oleh Dzū as-Suwayqatain dari Habasyah, dan pada saat itu tidak ada seorang pun yang tersisa di bumi yang mengucapkan "Allah, Allah" (yakni tidak ada lagi yang menyembah Allah dengan benar).
Kaitan dengan ulama:
- Imam Al-Bukhari (wafat 256 H) meriwayatkan hadits ini dalam kitab Shahih-nya, menunjukkan bahwa beliau menetapkan hadits ini sebagai hadits shahih dan berhujjah dengannya.
- Az-Zuhri (Muhammad bin Shihab az-Zuhri, wafat 124 H), salah satu perawi dalam sanad ini, adalah tabi'in yang sangat teliti dalam meriwayatkan hadits dan dikenal sebagai penghimpun sunnah.
- Sa'id bin al-Musayyib (wafat 94 H), tabi'in senior di Madinah, dikenal sebagai salah satu fuqaha tujuh Madinah dan sangat kuat hafalannya.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan hadits ini sebagai bagian dari tanda-tanda Kiamat dan menguatkan bahwa perobohan Ka'bah terjadi di akhir zaman.
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan diangkatnya syiar Islam di akhir zaman.
- Ibnu Katsir dalam An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim memasukkan peristiwa ini dalam tanda-tanda besar Kiamat.
Penjelasan Rinci
Makna hadits secara bahasa dan istilah:
Kata Dzū as-Suwayqatain (ذُو السُّوَيْقَتَيْنِ) secara bahasa berarti "pemilik dua betis kecil" atau "yang memiliki dua tulang betis yang kecil/kurus." Ini adalah julukan yang diberikan Nabi ﷺ kepada seseorang dari Habasyah (Ethiopia) yang akan merobohkan Ka'bah. Julukan ini menunjukkan ciri fisiknya yang khas, yaitu betisnya kecil atau kurus.
Pemahaman ulama:
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa hadits ini termasuk kabar ghaib yang pasti terjadi, karena Nabi ﷺ memberitakannya. Beliau juga menyebutkan bahwa perobohan Ka'bah ini terjadi setelah diangkatnya ilmu dan wafatnya orang-orang shalih, sehingga tidak ada lagi yang mempertahankan Ka'bah.
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa Ka'bah akan tetap berdiri dan dijaga oleh Allah selama masih ada orang beriman di muka bumi. Ketika iman sudah hilang, maka Ka'bah pun akan dirobohkan.
- Ibnu Katsir dalam kitabnya tentang fitan (tanda-tanda Kiamat) menyebutkan bahwa peristiwa ini adalah salah satu tanda besar Kiamat yang terjadi setelah munculnya Dajjal, turunnya Nabi Isa عليه السلام, dan keluarnya Ya'juj dan Ma'juj.
- Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Taisir al-Karim ar-Rahman menjelaskan bahwa Allah menjaga Ka'bah dan syiar-syiar-Nya selama masih ada orang yang mengagungkan-Nya. Ketika tidak ada lagi yang mengagungkan, maka Allah mengizinkan Ka'bah dirobohkan sebagai tanda berakhirnya kehidupan dunia.
Hikmah dan pelajaran:
- Ka'bah adalah rumah Allah yang paling mulia di muka bumi, dan Allah sendiri yang menjaganya selama masih ada orang beriman.
- Perobohan Ka'bah adalah tanda dekatnya Kiamat dan berakhirnya kehidupan dunia.
- Hadits ini mengajarkan kita untuk selalu mengagungkan syiar-syiar Allah dan menjaga iman sampai akhir hayat.
- Tidak ada seorang pun yang tahu kapan tepatnya peristiwa ini terjadi, karena itu termasuk ilmu ghaib yang hanya Allah yang mengetahui.
Perbedaan pendapat:
Sebagian ulama membahas apakah perobohan Ka'bah terjadi sebelum atau sesudah tiupan sangkakala pertama. Pendapat yang paling kuat, sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar dan an-Nawawi, bahwa peristiwa ini terjadi di akhir zaman, setelah hilangnya orang-orang beriman, dan menjadi salah satu tanda besar Kiamat. Wallahu a'lam.
Story Telling
Dikisahkan bahwa suatu ketika Nabi ﷺ sedang duduk bersama para sahabatnya, lalu beliau menyampaikan kabar tentang masa depan yang jauh. Beliau ﷺ bersabda bahwa Ka'bah, rumah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim عليه السلام dan dijaga oleh Allah selama berabad-abad, suatu hari akan dirobohkan oleh seorang laki-laki dari Habasyah yang memiliki dua betis kecil.
Para sahabat mendengarkan dengan penuh perhatian. Mereka tahu bahwa Ka'bah adalah simbol tauhid, tempat yang paling dicintai Allah di muka bumi. Mendengar kabar ini, hati mereka tentu terasa berat. Namun mereka juga memahami bahwa ini adalah bagian dari takdir Allah yang pasti terjadi.
Ibnu Hajar dalam Fath al-Bari menyebutkan bahwa peristiwa ini terjadi ketika sudah tidak ada lagi orang yang mengucapkan "Allah, Allah" di muka bumi. Artinya, ketika iman sudah benar-benar hilang dari hati manusia, maka Allah mengizinkan rumah-Nya dirobohkan. Ini menunjukkan betapa mulianya orang-orang beriman di sisi Allah, karena keberadaan mereka menjadi sebab terjaganya Ka'bah.
Hikmahnya: Selama masih ada orang beriman, Ka'bah akan tetap dijaga oleh Allah. Maka janganlah kita meremehkan iman dan tauhid, karena itulah yang menjadi sebab keberkahan bagi bumi ini.
Kesimpulan Praktis
- Iman dan tauhid adalah sebab terjaganya keberkahan. Selama masih ada orang yang mengesakan Allah dan mengagungkan syiar-syiar-Nya, Allah akan menjaga Ka'bah dan bumi ini.
- Hadits ini mengingatkan kita tentang dekatnya Kiamat. Perobohan Ka'bah adalah salah satu tanda besar Kiamat, maka hendaknya kita selalu mempersiapkan diri dengan amal shalih.
- Jangan meremehkan syiar-syiar Allah. Mengagungkan Ka'bah, shalat menghadapnya, dan menjaga kesucian hati adalah bagian dari ketakwaan.
- Perbanyak doa dan istighfar. Karena tidak ada yang tahu kapan peristiwa ini terjadi, maka kita harus selalu dalam keadaan taat dan bertaubat.
- Jangan tertipu dengan dunia. Ka'bah yang begitu mulia pun akan dirobohkan pada akhir zaman, apalagi bangunan-bangunan dunia yang kita banggakan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.