Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ memulai ihram dan mengucapkan talbiyah ketika kendaraan beliau (unta) sudah berdiri dan siap berangkat. Ini menunjukkan bahwa talbiyah disunnahkan dimulai saat seseorang benar-benar hendak berangkat, bukan sebelumnya. Hikmahnya adalah agar niat dan ucapan talbiyah bersamaan dengan dimulainya perjalanan menuju Baitullah, sehingga lebih khusyuk dan sesuai tuntunan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Teks Arab hadits (dengan harakat lengkap):
حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ، أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي صَالِحُ بْنُ كَيْسَانَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ قَالَ: أَهَلَّ النَّبِيُّ ﷺ حِينَ اسْتَوَتْ بِهِ رَاحِلَتُهُ قَائِمَةً
Terjemahan: Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma berkata: "Nabi ﷺ mengucapkan talbiyah ketika unta beliau sudah berdiri dan siap untuk berangkat." (HR. Al-Bukhari, Kitab Haji, Bab Siapa yang Mengucapkan Talbiyah Ketika Untanya Berdiri, no. 1552)
Dalil pendukung dari Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman:
وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ
Terjemahan: "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah." (QS. Al-Baqarah [2]: 196)
Ayat ini menunjukkan perintah untuk menyempurnakan ibadah haji dan umrah, termasuk di dalamnya mengikuti tuntunan Nabi ﷺ dalam setiap gerak-gerik ibadah, termasuk cara memulai ihram dan talbiyah.
Penjelasan ulama:
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya mengucapkan talbiyah ketika kendaraan telah berdiri dan siap berangkat. Beliau menukil perkataan para ulama bahwa yang dimaksud "استوت به راحلته قائمة" adalah unta tersebut telah berdiri dengan tenang dan siap untuk membawa penunggangnya berangkat.
Penjelasan Rinci
Para ulama dari kalangan salaf menjelaskan beberapa poin penting dari hadits ini:
1. Waktu Memulai Ihram dan Talbiyah
Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' menjelaskan bahwa disunnahkan bagi seseorang yang hendak berihram untuk mandi, memakai wangi-wangian, memakai pakaian ihram, lalu setelah itu berniat ihram dan mengucapkan talbiyah. Namun waktu yang paling utama untuk memulai talbiyah adalah ketika kendaraannya sudah berdiri dan siap berangkat, sebagaimana yang dilakukan Nabi ﷺ.
2. Hikmah di Balik Cara Nabi ﷺ
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Al-Mumti' menjelaskan bahwa hikmah Nabi ﷺ menunggu hingga untanya berdiri adalah agar talbiyah tersebut bersamaan dengan dimulainya perjalanan. Ini memberikan kesan bahwa ibadah haji benar-benar dimulai dengan perjalanan menuju Baitullah, dan talbiyah menjadi penanda dimulainya perjalanan suci tersebut.
3. Apakah Boleh Mengucapkan Talbiyah Sebelum Kendaraan Berdiri?
Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad Al-Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ terkadang memulai ihram dari tempat tinggalnya (setelah shalat), dan terkadang dari masjid. Namun yang beliau ajarkan adalah talbiyah dimulai ketika hendak berangkat. Ini menunjukkan bahwa talbiyah bukan sekadar lafadz, tetapi merupakan syiar yang mengiringi perjalanan menuju Allah.
4. Perbedaan Pendapat Ulama
Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai kapan seseorang berniat ihram:
- Pendapat pertama: Niat ihram cukup diucapkan di tempat, dan talbiyah dimulai ketika kendaraan berdiri. Ini adalah pendapat yang sesuai dengan zhahir hadits ini.
- Pendapat kedua: Disunnahkan berniat ihram setelah shalat sunnah ihram, lalu mengucapkan talbiyah setelahnya. Ini berdasarkan hadits-hadits lain yang menyebutkan Nabi ﷺ berihram setelah shalat.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa semua cara ini pernah dilakukan Nabi ﷺ, dan yang terpenting adalah seseorang memulai ihramnya dengan niat yang ikhlas dan mengucapkan talbiyah sebagai syiar ibadah haji.
5. Pelajaran Adab
Dari hadits ini, para ulama mengambil pelajaran bahwa dalam beribadah, seseorang hendaknya memperhatikan keadaan dan kesiapan dirinya. Jangan terburu-buru dalam memulai ibadah tanpa persiapan yang matang. Sebagaimana Nabi ﷺ menunggu untanya tenang dan siap, demikian pula kita hendaknya memulai ibadah dalam keadaan tenang dan siap lahir batin.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa ketika Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma hendak berangkat haji, beliau sangat memperhatikan tuntunan Nabi ﷺ dalam setiap detail ibadah. Beliau dikenal sebagai sahabat yang paling bersemangat dalam mengikuti sunnah Nabi ﷺ, bahkan dalam hal-hal yang dianggap kecil sekalipun.
Suatu ketika, beliau berada di Dzul Hulaifah (miqat penduduk Madinah). Beliau menunggu untanya berdiri dengan tenang, lalu beliau mengucapkan talbiyah sebagaimana yang beliau lihat langsung dari Nabi ﷺ. Beliau berkata: "Demi Allah, tidaklah aku melihat Nabi ﷺ melakukan sesuatu dalam ihramnya melainkan aku melakukannya seperti itu."
Kisah ini menunjukkan betapa para sahabat sangat teliti dalam meniru Nabi ﷺ, karena mereka memahami bahwa kesempurnaan ibadah terletak pada mengikuti sunnah, bukan pada akal dan perasaan semata. Imam Malik meriwayatkan dalam Al-Muwaththa' bahwa Ibnu Umar berkata: "Aku tidak meninggalkan sesuatu yang aku lihat Rasulullah ﷺ melakukannya, melainkan aku melakukannya."
Kesimpulan Praktis
- Disunnahkan mengucapkan talbiyah ketika kendaraan sudah siap berangkat, bukan sebelumnya, sebagaimana contoh Nabi ﷺ.
- Persiapkan diri dengan baik sebelum memulai ibadah, baik mandi, memakai wewangian, memakai pakaian ihram, dan menata niat.
- Talbiyah adalah syiar haji yang agung, ucapkanlah dengan suara yang jelas dan penuh kekhusyukan, karena ia adalah jawaban atas panggilan Allah.
- Jadikan setiap gerakan ibadah kita meneladani Nabi ﷺ, karena kesempurnaan ibadah terletak pada ittiba' (mengikuti) bukan ibtida' (mengada-ada).
- Jangan terburu-buru dalam memulai ibadah, tetapi perhatikan kesiapan dan ketenangan hati.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.