Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ biasa beristinja (membersihkan diri setelah buang air) menggunakan air. Ini adalah sunnah yang mulia dan menjadi salah satu cara bersuci yang paling sempurna. Air adalah alat bersuci yang utama dan paling dianjurkan, meskipun membersihkan dengan batu (istijmar) juga diperbolehkan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Al-Bukhari No. 150:
Teks Arab:
حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ، هِشَامُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي مُعَاذٍ ـ وَاسْمُهُ عَطَاءُ بْنُ أَبِي مَيْمُونَةَ ـ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ، يَقُولُ كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا خَرَجَ لِحَاجَتِهِ أَجِيءُ أَنَا وَغُلاَمٌ مَعَنَا إِدَاوَةٌ مِنْ مَاءٍ. يَعْنِي يَسْتَنْجِي بِهِ.
Terjemahan: Dari Anas bin Malik: Setiap kali Rasulullah ﷺ pergi untuk memenuhi kebutuhan alamiah, aku bersama seorang anak laki-laki lainnya biasa mengikutinya dengan membawa sebuah wadah berisi air. (Hisham berkomentar, "Agar dia bisa mencuci bagian pribadinya dengan itu.")
Ayat Al-Qur'an yang terkait:
QS. At-Taubah [9]: 108
لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ
Terjemahan: "Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih berhak engkau melaksanakan shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersuci."
Imam Ibn Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini turun tentang Masjid Quba dan penduduknya yang senang bersuci dengan air, termasuk beristinja. Beliau meriwayatkan dari Qatadah bahwa mereka menggunakan air untuk membersihkan diri dari kotoran.
Penjelasan Rinci
Hadits ini adalah salah satu dalil utama tentang disyariatkannya istinja menggunakan air. Beberapa poin penting dari penjelasan para ulama:
- Kebiasaan Nabi ﷺ: Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu yang menjadi pelayan Rasulullah ﷺ selama 10 tahun di Madinah, menceritakan bahwa beliau selalu membawakan air ketika Nabi ﷺ pergi buang hajat. Ini menunjukkan bahwa istinja dengan air adalah amalan yang rutin dilakukan oleh Nabi ﷺ.
- Keutamaan Air: Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa air adalah alat bersuci yang paling sempurna karena dapat membersihkan najis secara sempurna dan menghilangkan bekasnya. Ini juga yang menjadi pendapat jumhur ulama, termasuk Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad.
- Kombinasi Batu dan Air: Para ulama seperti Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa istinja dengan air adalah yang paling utama, namun boleh juga menggunakan batu (istijmar) dengan syarat minimal tiga batu dan najisnya hilang. Yang paling sempurna adalah menggabungkan keduanya: membersihkan dengan batu terlebih dahulu lalu dengan air.
- Pendapat Ulama Madzhab:
- Imam Abu Hanifah: Air adalah alat bersuci yang utama, namun istijmar juga diperbolehkan.
- Imam Malik: Air lebih utama, tetapi istijmar diperbolehkan di dalam bangunan.
- Imam asy-Syafi'i: Air adalah yang paling utama dan sempurna.
- Imam Ahmad: Air lebih utama, dan istijmar diperbolehkan.
- Hikmah di Balik Istinja dengan Air: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. Membersihkan diri dengan air setelah buang hajat adalah bentuk menjaga kebersihan fisik dan juga kebersihan batin karena menghilangkan kotoran yang dapat mengganggu ibadah.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa suatu hari Rasulullah ﷺ masuk ke kebun milik seorang sahabat. Beliau melihat ada air yang tergenang dan bertanya, "Air ini milik siapa?" Lalu beliau berwudhu dan beristinja dengan air tersebut. Ini menunjukkan betapa pentingnya air dalam bersuci.
Kisah lain, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Rasulullah ﷺ bersabda, 'Sesungguhnya aku bagi kalian seperti seorang ayah. Aku mengajarkan kalian tentang bersuci.'" (HR. Abu Dawud). Ini menunjukkan perhatian besar Nabi ﷺ dalam mengajarkan tata cara bersuci yang benar.
Kesimpulan Praktis
- Utamakan air untuk beristinja karena lebih bersih dan sempurna.
- Jika tidak ada air, boleh menggunakan batu atau tisu dengan syarat minimal tiga usapan dan najisnya hilang.
- Kombinasi antara batu dan air adalah yang paling sempurna.
- Jaga kebersihan sebagai bagian dari iman dan syarat sahnya ibadah.
- Ajarkan tata cara bersuci yang benar kepada keluarga dan anak-anak.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.