Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 1444 tentang Perumpamaan orang dermawan dan orang kikir

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa sedekah memiliki dua fungsi perlindungan (junnatan) bagi pelakunya: melindungi dari keburukan di dunia dan dari siksa di akhirat. Ini adalah perumpamaan yang diajarkan Nabi ﷺ untuk mendorong umatnya gemar bersedekah dan menjauhi kekikiran.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

QS. Al-Baqarah [2]: 261

مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ ۗ وَٱللَّهُ يُضَـٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

"Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui."

Hadits Terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Zakat, Bab Perumpamaan Orang yang Bersedekah dan Orang yang Kikir, nomor 1444. Perawinya adalah Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu dari Nabi ﷺ.

Kaitan dengan Ulama:

Imam Al-Bukhari (w. 256 H) meriwayatkan hadits ini dengan dua jalur: dari Hanzhalah dari Thawus (Tabi'in besar, w. 106 H) dan dari Al-Layts bin Sa'd (Tabi'ut Tabi'in, w. 175 H) dari Ja'far dari Ibn Hurmuz. Ini menunjukkan perhatian ulama salaf dalam menjaga sanad hadits.

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan dalam bentuk ringkas (mu'allaq) oleh Imam Al-Bukhari. Kata "جُنَّتَانِ" (junnatan) berarti dua perisai atau dua pelindung. Maknanya, sedekah menjadi perisai bagi pelakunya dari dua sisi:

  1. Perlindungan di Dunia: Sedekah melindungi dari berbagai musibah, keburukan, dan bala. Imam Ibn Rajab al-Hanbali (w. 795 H) dalam kitabnya Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa sedekah memiliki keutamaan besar dalam menolak bala dan memperpanjang umur. Beliau merujuk pada hadits Nabi ﷺ: "Sedekah itu memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api" (HR. At-Tirmidzi).
  2. Perlindungan di Akhirat: Sedekah menjadi pelindung dari siksa neraka dan menjadi naungan bagi pelakunya pada hari kiamat. Imam An-Nawawi (w. 676 H) dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa sedekah termasuk amalan yang memberikan naungan kepada pelakunya di hari yang tidak ada naungan selain naungan Allah.

Imam Ibn Hajar al-Asqalani (w. 852 H) dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa perumpamaan ini menunjukkan betapa besar keutamaan sedekah. Beliau menukil perkataan Imam Al-Khaththabi bahwa sedekah menjadi perisai dari api neraka sebagaimana perisai melindungi dari senjata musuh.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (w. 1421 H) dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menekankan bahwa sedekah yang dimaksud adalah sedekah yang ikhlas karena Allah dan dari harta yang halal. Sedekah seperti inilah yang menjadi pelindung sempurna bagi pelakunya.

Story Telling

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Tidak ada hari yang dialami oleh seorang hamba kecuali dua malaikat turun, salah satunya berkata: 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.' Dan yang lain berkata: 'Ya Allah, berikanlah kebinasaan bagi orang yang menahan (hartanya).'" (HR. Al-Bukhari no. 1442)

Kisah ini mengajarkan bahwa setiap hari Allah mengutus malaikat untuk mendoakan orang yang bersedekah dan mendoakan keburukan bagi orang yang kikir. Ini menunjukkan betapa besar perhatian Islam terhadap amalan sedekah dan bahayanya sifat kikir.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersedekahlah secara rutin, meskipun sedikit, karena sedekah menjadi perisai dari musibah dunia dan siksa akhirat.
  2. Jauhilah sifat kikir, karena kikir mendatangkan doa buruk dari malaikat dan menghilangkan keberkahan harta.
  3. Niatkan sedekah karena Allah, bukan karena ingin dipuji atau mengharap balasan manusia.
  4. Sedekahlah dari harta yang halal, karena Allah hanya menerima yang baik-baik.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.