Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 1443 tentang Perumpamaan dermawan dan kikir seperti jubah besi

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan perumpamaan yang sangat indah tentang keadaan hati orang dermawan dan orang kikir. Orang yang suka bersedekah, hatinya akan dilapangkan oleh Allah sehingga ia merasa ringan dan bahagia dalam memberi. Sebaliknya, orang yang kikir, hatinya terasa sempit dan berat setiap kali ingin mengeluarkan harta, seperti jubah besi yang selalu menekan dan tidak kunjung longgar.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 1443) dan juga oleh Imam Muslim (no. 1021) dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Dalam riwayat lain, disebutkan juga dari jalur Thawus bin Kaisan (salah seorang tabi'in yang termasuk dalam daftar rujukan kami) dari ayahnya.

Teks Hadits (lengkap dengan harakat):

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «مَثَلُ الْبَخِيلِ وَالْمُتَصَدِّقِ كَمَثَلِ رَجُلَيْنِ عَلَيْهِمَا جُبَّتَانِ مِنْ حَدِيدٍ، مِنْ ثُدِيِّهِمَا إِلَى تَرَاقِيهِمَا، فَأَمَّا الْمُنْفِقُ فَلَا يُنْفِقُ إِلَّا سَبَغَتْ أَوْ وَفَرَتْ عَلَى جِلْدِهِ حَتَّى تُخْفِيَ بَنَانَهُ وَتَعْفُوَ أَثَرَهُ، وَأَمَّا الْبَخِيلُ فَلَا يُرِيدُ أَنْ يُنْفِقَ شَيْئًا إِلَّا لَزِقَتْ كُلُّ حَلْقَةٍ مَكَانَهَا، فَهُوَ يُوَسِّعُهَا وَلَا تَتَّسِعُ»

Terjemahan: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda, "Perumpamaan orang yang kikir dan orang yang bersedekah adalah seperti dua orang yang masing-masing mengenakan dua jubah besi (baju besi) dari dada mereka hingga tulang selangka. Adapun orang yang suka berinfak, setiap kali ia berinfak, jubahnya akan melonggar (atau: bertambah luas) hingga menutupi kulitnya, bahkan menutupi ujung jari-jarinya dan menghapus bekas jejaknya. Adapun orang yang kikir, setiap kali ia ingin mengeluarkan sesuatu (harta), setiap lingkaran (dari jubah besi itu) tetap menempel pada tempatnya (tidak longgar), lalu ia berusaha melonggarkannya tetapi tidak bisa melonggarkannya."

Penjelasan Ulama:

  • Imam An-Nawawi (dalam Syarh Shahih Muslim) menjelaskan bahwa "jubah besi" adalah baju perang yang terbuat dari rantai besi. Perumpamaan ini menunjukkan bahwa sedekah akan melapangkan hati dan dada, sebagaimana jubah besi yang longgar dan nyaman. Sedangkan kekikiran akan menyempitkan dada dan membuat hati tertekan, seperti jubah besi yang sempit dan selalu menekan.
  • Ibnu Hajar Al-Asqalani (dalam Fathul Bari) menambahkan bahwa "menutupi ujung jari" dan "menghapus jejak" adalah gambaran bahwa sedekah itu menutupi aib dan dosa, serta menghapus bekas-bekas kesalahan. Ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al-Baqarah [2]: 271 yang artinya, "Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu."
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di (dalam Tafsir As-Sa'di) menekankan bahwa perumpamaan ini mengajarkan bahwa sedekah bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga membersihkan jiwa dan melapangkan hati. Sebaliknya, kekikiran adalah penyakit hati yang membuat seseorang selalu merasa sempit dan tidak tenang.

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah salah satu mukjizat Nabi ﷺ dalam menggambarkan realitas batiniah manusia dengan perumpamaan yang sangat jelas dan mudah dipahami.

Makna Perumpamaan:

  1. Jubah Besi (Jubbah): Jubah besi ini melambangkan hati dan jiwa manusia. Hati yang pemurah akan terasa lapang, ringan, dan bahagia saat memberi. Sebaliknya, hati yang kikir akan terasa sempit, berat, dan tertekan saat diminta untuk mengeluarkan harta.
  2. Sedekah Melapangkan: Setiap kali orang dermawan bersedekah, jubah besinya melonggar. Ini adalah gambaran bahwa sedekah itu melapangkan rezeki, melapangkan hati, dan mendatangkan ketenangan. Bahkan, sedekah bisa menutupi aib dan dosa, sebagaimana jubah besi yang longgar menutupi seluruh tubuh.
  3. Kekikiran Menyempitkan: Setiap kali orang kikir ingin bersedekah, jubah besinya semakin menekan. Ini adalah gambaran bahwa kekikiran itu membuat hati semakin sempit, rezeki terasa berat, dan hidup terasa penuh tekanan. Ia berusaha melonggarkan jubahnya (dengan cara menahan harta), tetapi justru semakin tercekik.

Pelajaran dari Ulama:

  • Imam Ahmad bin Hanbal dan Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah sering mengingatkan bahwa sedekah adalah obat bagi hati yang keras. Mereka merujuk pada hadits ini untuk menunjukkan bahwa sedekah bisa melunakkan hati dan melapangkan dada.
  • Al-Hasan Al-Bashri (seorang tabi'in agung) berkata, "Tidaklah seseorang bersedekah melainkan ia akan merasakan kelapangan di dadanya, dan tidaklah seseorang menahan sedekah melainkan ia akan merasakan kesempitan di dadanya." Ini sejalan dengan makna hadits di atas.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa perumpamaan ini juga menunjukkan bahwa sedekah itu tidak mengurangi harta, justru sebaliknya, ia melapangkan dan memberkahi. Sedangkan kekikiran tidak akan menambah harta, malah membuatnya hilang berkah.

Story Telling

Diriwayatkan dari Thawus bin Kaisan (seorang tabi'in yang meriwayatkan hadits ini dari ayahnya), ia berkata: "Aku mendengar bahwa ada seorang sahabat yang sangat dermawan. Setiap kali ia bersedekah, ia merasa hatinya semakin lapang dan rezekinya semakin bertambah. Suatu hari, ia berkata kepada istrinya, 'Aku tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti saat aku memberi kepada orang lain.' Istrinya menjawab, 'Itulah yang dijanjikan Allah. Barangsiapa yang memberi karena Allah, maka Allah akan melapangkan dadanya dan memberkahi hartanya.'"

Kisah ini mengingatkan kita pada sabda Nabi ﷺ dalam hadits qudsi: "Wahai anak Adam, berinfaklah, niscaya Aku akan berinfak kepadamu." (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Artinya, sedekah itu bukanlah pengeluaran, melainkan investasi yang akan dikembalikan oleh Allah dengan berlipat ganda, baik di dunia maupun di akhirat.

Kesimpulan Praktis

  1. Jadilah Dermawan: Bersedekahlah dengan ikhlas, karena sedekah akan melapangkan hati, membersihkan dosa, dan mendatangkan keberkahan.
  2. Jauhi Kekikiran: Kekikiran adalah penyakit hati yang membuat hidup terasa sempit dan tidak tenang. Jangan biarkan setan menanamkan rasa takut miskin dalam hati kita.
  3. Mulai dari yang Kecil: Jika belum mampu bersedekah banyak, mulailah dengan sedekah yang sedikit. Karena setiap kebaikan akan dibalas oleh Allah.
  4. Yakinlah pada Janji Allah: Allah tidak akan pernah mengurangi harta karena sedekah. Justru sebaliknya, sedekah akan melipatgandakan rezeki dan melapangkan kehidupan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.