Penjelasan Hadits Bukhari No. 1434 tentang Sedekah sesuai kemampuan dan larangan menahan harta

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah nasihat agung dari Nabi ﷺ kepada Asma' binti Abu Bakr radhiyallahu 'anha agar tidak menahan hartanya dari bersedekah karena khawatir habis. Beliau mengajarkan bahwa orang yang pelit dan menahan hartanya, maka Allah akan menahan keberkahan dan pemberian-Nya. Sebaliknya, beliau memerintahkan untuk berbelanja dan bersedekah sesuai kemampuan, karena Allah tidak akan mengurangi rezeki hamba-Nya yang suka memberi.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Teks Arab hadits (sesuai yang disampaikan):

حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ، عَنْ حَجَّاجِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ، عَنْ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، أَخْبَرَهُ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ ـ رضى الله عنهما ـ أَنَّهَا جَاءَتْ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ " لاَ تُوعِي فَيُوعِيَ اللَّهُ عَلَيْكِ، ارْضَخِي مَا اسْتَطَعْتِ "

Makna ringkas: "Janganlah engkau menahan (hartamu), maka Allah akan menahan (pemberian-Nya) kepadamu. Berbelanjalah (bersedekahlah) sesuai kemampuanmu."

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-Baqarah [2]: 261

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

"Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui."

Kaitan dengan ulama: Hadits ini dijelaskan oleh para ulama dalam kitab-kitab syarah hadits, di antaranya Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari dan Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim.

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan dari Asma' binti Abu Bakr radhiyallahu 'anha. Beliau datang kepada Nabi ﷺ dan menceritakan keadaannya. Dalam riwayat lain (Shahih Muslim), disebutkan bahwa Asma' berkata kepada Nabi ﷺ: "Wahai Rasulullah, aku tidak memiliki sesuatu pun kecuali apa yang diberikan az-Zubair (suaminya) kepadaku. Apakah aku boleh bersedekah darinya?" Maka Nabi ﷺ bersabda: "Berbelanjalah, dan janganlah engkau menahan (hartamu), maka Allah akan menahan (pemberian-Nya) kepadamu."

Makna "لَا تُوعِي" (Janganlah engkau menahan):

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan dalam Fathul Bari bahwa kata "تُوعِي" berasal dari kata "أَوْعَى" yang berarti mengikat kantong harta dan menutupnya agar tidak keluar. Maksudnya adalah janganlah engkau menjadi orang yang pelit dan menahan hartamu dari bersedekah. Jika engkau menahan hartamu, maka Allah akan menahan keberkahan dan pemberian-Nya kepadamu.

Makna "فَيُوعِيَ اللَّهُ عَلَيْكِ" (Maka Allah akan menahan pemberian-Nya kepadamu):

Ini adalah balasan yang setimpal. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa ini merupakan hukum sebab-akibat yang Allah tetapkan. Barangsiapa yang menahan hartanya dari ketaatan dan bersedekah, maka Allah akan menahan keberkahan dari hartanya dan menahan rezeki-Nya. Sebaliknya, barangsiapa yang bersedekah dan berbelanja di jalan Allah, maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.

Makna "ارْضَخِي مَا اسْتَطَعْتِ" (Berbelanjalah sesuai kemampuanmu):

Kata "ارْضَخِي" berarti berbelanjalah atau bersedekahlah meskipun sedikit. Ini menunjukkan bahwa sedekah tidak harus banyak, tetapi yang terpenting adalah konsistensi dan sesuai kemampuan. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah tidak membebani hamba-Nya di luar kemampuannya, dan sedekah yang sedikit tetapi ikhlas lebih dicintai Allah daripada yang banyak tetapi riya'.

Pelajaran dari hadits ini:

  1. Sedekah tidak mengurangi harta. Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa sedekah justru akan menambah keberkahan harta, karena Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik di dunia maupun di akhirat.
  2. Pelit adalah penyakit hati. Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah menjelaskan bahwa sifat pelit adalah akar dari banyak keburukan. Orang yang pelit akan dijauhkan dari rahmat Allah dan dekat dengan kebinasaan.
  3. Bersedekah sesuai kemampuan. Tidak ada alasan untuk tidak bersedekah, karena sedekah bisa dengan harta, tenaga, senyuman, atau bahkan dengan separuh kurma sebagaimana sabda Nabi ﷺ.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Asma' binti Abu Bakr radhiyallahu 'anha adalah seorang wanita yang dermawan. Suaminya, az-Zubair bin al-Awwam, adalah seorang sahabat yang keras dalam urusan dunia namun sangat dermawan di jalan Allah. Suatu ketika, Asma' datang kepada Nabi ﷺ dan bertanya tentang hukum bersedekah dari harta suaminya. Maka Nabi ﷺ menjawab dengan hadits di atas.

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa Islam mengajarkan keseimbangan. Tidak boleh berlebihan dalam membelanjakan harta sehingga lupa hak diri dan keluarga, tetapi juga tidak boleh terlalu pelit sehingga menahan hak Allah dan hak sesama. Yang terbaik adalah pertengahan, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Furqan [25]: 67 tentang hamba-hamba Allah yang ketika berinfak tidak berlebihan dan tidak pelit.

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan menahan harta dari bersedekah karena khawatir miskin. Allah yang memberi rezeki dan Dia tidak akan mengurangi harta orang yang bersedekah.
  2. Bersedekahlah sesuai kemampuan, meskipun sedikit. Konsistensi lebih utama daripada jumlah.
  3. Jadilah pribadi yang dermawan, karena kedermawanan adalah sifat Allah dan sifat para nabi serta orang-orang shalih.
  4. Hindari sifat pelit, karena pelit adalah penyakit hati yang dapat menghalangi keberkahan rezeki dan dijauhkan dari rahmat Allah.
  5. Yakinlah bahwa Allah akan mengganti apa yang kita infakkan dengan yang lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?