Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 142 tentang Doa berlindung saat masuk kamar mandi

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita sebuah doa yang dibaca ketika hendak masuk ke kamar kecil (WC/toilet) untuk buang hajat. Doanya adalah: "Allahumma inni a'udzu bika minal khubutsi wal khaba'its" yang artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan." Ini adalah sunnah harian yang sangat mudah diamalkan, menunjukkan bahwa seorang muslim senantiasa berdzikir dan memohon perlindungan Allah dalam segala keadaan, termasuk saat di tempat yang dianggap kotor.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Teks Arab hadits (sesuai yang Anda cantumkan) adalah:

حَدَّثَنَا آدَمُ، قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ، قَالَ سَمِعْتُ أَنَسًا، يَقُولُ كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْخَلاَءَ قَالَ "اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ".

Makna Hadits:

Nabi ﷺ ketika masuk ke tempat buang hajat (al-khala') membaca doa: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari al-khubutsi wal khaba'its."

Penjelasan Ulama tentang Makna "Al-Khubutsi wal Khaba'its":

Para ulama berbeda pendapat tentang makna dua kata ini, namun pendapat yang paling kuat dan masyhur adalah:

  1. Pendapat Pertama (paling kuat): Al-Khubutsu (الْخُبُثُ) adalah setan laki-laki, dan al-Khaba'itsu (الْخَبَائِثُ) adalah setan perempuan. Ini adalah pendapat yang diriwayatkan dari sahabat Ibnu Mas'ud dan Ibnu Abbas, serta dipilih oleh Imam Al-Khattabi dan kebanyakan ulama. Tempat buang hajat adalah tempat berkumpulnya setan, maka kita memohon perlindungan dari gangguan mereka.
  2. Pendapat Kedua: Al-Khubutsu berarti perbuatan keji/kejahatan, dan al-Khaba'itsu berarti sifat-sifat buruk. Ini adalah pendapat yang diriwayatkan dari Qatadah dan lainnya.

Kedua pendapat ini sebenarnya saling melengkapi, karena setan adalah sumber dari segala perbuatan keji dan buruk. Namun, pendapat pertama lebih spesifik dan kuat karena banyak riwayat yang menafsirkan demikian.

Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman tentang bisikan setan:

QS. An-Nas [114]: 4-6

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ۝ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ۝ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

"Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia."

Ayat ini menunjukkan bahwa kita diperintahkan untuk memohon perlindungan dari kejahatan setan, dan doa ketika masuk WC adalah salah satu bentuk permohonan perlindungan tersebut.

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah salah satu bukti kesempurnaan syariat Islam yang mengatur seluruh aspek kehidupan, termasuk adab yang sangat personal seperti masuk ke toilet. Beberapa poin penting dari hadits ini:

  1. Disyariatkannya Berdoa Sebelum Masuk WC: Hadits ini dengan jelas menunjukkan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan umatnya untuk berdoa sebelum masuk ke kamar kecil. Ini adalah bentuk tawadhu' dan pengakuan bahwa kita adalah hamba yang lemah dan membutuhkan perlindungan Allah di setiap waktu.
  2. Alasan Perlindungan: Tempat buang hajat adalah tempat yang kotor dan menjadi tempat berkumpulnya setan-setan. Oleh karena itu, kita memohon perlindungan kepada Allah dari gangguan mereka. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hikmah doa ini adalah untuk menghindari gangguan setan yang senang berada di tempat-tempat kotor dan najis.
  3. Perbedaan Riwayat: Dalam riwayat lain (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi), disebutkan tambahan doa: "Ghufranaka" (أستغفرك اللهم غفرانك) yang artinya "Aku memohon ampunan-Mu, ya Allah." Doa ini diucapkan setelah selesai dari buang hajat. Ini menunjukkan bahwa seorang muslim selalu ingat Allah, baik sebelum maupun sesudah melakukan aktivitas.
  4. Pendapat Ulama Madzhab: Para ulama dari kalangan madzhab Syafi'i, Hanbali, dan lainnya sepakat bahwa membaca doa ini adalah sunnah. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyebutkan hadits ini dan menjelaskan bahwa disunnahkan membaca doa ini ketika hendak masuk WC. Beliau juga menegaskan bahwa doa ini adalah bentuk isti'adzah (permohonan perlindungan) dari gangguan setan.
  5. Adab-Adab Lain di Kamar Mandi: Selain doa masuk, para ulama juga menyebutkan adab-adab lain seperti:
  • Mendahulukan kaki kiri saat masuk dan kaki kanan saat keluar.
  • Tidak membawa sesuatu yang bertuliskan nama Allah ke dalam WC.
  • Tidak menghadap atau membelakangi kiblat saat buang hajat (jika di tempat terbuka).
  • Tidak berbicara di dalam WC kecuali keadaan darurat.

Story Telling

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, beliau adalah pelayan Rasulullah ﷺ selama sepuluh tahun. Ia menyaksikan langsung keseharian Nabi ﷺ, termasuk adab-adab beliau yang sangat mulia. Dalam riwayat lain, Anas berkata, "Apabila Rasulullah ﷺ masuk ke kamar kecil, beliau mengucapkan doa ini." Ini menunjukkan bahwa meskipun beliau adalah seorang Nabi yang ma'shum (terjaga dari dosa), beliau tetap mengajarkan umatnya untuk selalu memohon perlindungan kepada Allah dalam keadaan apapun. Ini adalah pelajaran tentang pentingnya isti'adzah (memohon perlindungan) dan tawadhu' (rendah hati) di hadapan Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Hafalkan dan amalkan doa ini setiap kali hendak masuk ke toilet/kamar mandi, baik untuk buang air kecil maupun besar.
  2. Pahami maknanya agar kita meresapi bahwa kita sedang memohon perlindungan dari gangguan setan.
  3. Amalkan adab-adab lainnya seperti mendahulukan kaki kiri saat masuk, dan membaca doa keluar WC (Ghufranaka) setelah selesai.
  4. Jadikan ini sebagai kebiasaan dan ajarkan kepada keluarga, terutama anak-anak, agar mereka terbiasa dengan dzikir dalam keseharian.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.