Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan bahwa bersedekah—meskipun hanya sedikit seperti setengah kurma—serta berbuat baik kepada anak-anak perempuan dapat menjadi sebab seseorang terhindar dari api neraka. Seorang ibu yang memberikan satu butir kurma kepada kedua putrinya dan tidak memakannya sendiri menunjukkan ketulusan dan pengorbanan, sehingga Nabi ﷺ menjanjikan bahwa anak-anak perempuan itu akan menjadi perisai dari neraka baginya.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur’an
Allah Ta’ala berfirman:
QS. At-Tahrim [66]: 6
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ
“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.”
Ayat ini menekankan kewajiban menjaga keluarga—termasuk anak-anak—dari siksa neraka melalui pendidikan, kasih sayang, dan pemberian nafkah yang baik.
Hadits Riwayat
Hadits nomor 1418 dalam Shahih al-Bukhari, Kitab Zakat, Bab “Bertakwalah kepada Api Neraka Walaupun dengan Setengah Kurma”:
<p>حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي بَكْرِ بْنِ حَزْمٍ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ قَالَتْ دَخَلَتِ امْرَأَةٌ مَعَهَا ابْنَتَانِ لَهَا تَسْأَلُ، فَلَمْ تَجِدْ عِنْدِي شَيْئًا غَيْرَ تَمْرَةٍ فَأَعْطَيْتُهَا إِيَّاهَا، فَقَسَمَتْهَا بَيْنَ ابْنَتَيْهَا وَلَمْ تَأْكُلْ مِنْهَا، ثُمَّ قَامَتْ فَخَرَجَتْ، فَدَخَلَ النَّبِيُّ ﷺ عَلَيْنَا، فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ " مَنِ ابْتُلِيَ مِنْ هَذِهِ الْبَنَاتِ بِشَىْءٍ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ ".</p>
Terjemahan: Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Seorang wanita bersama dua putrinya datang kepadaku meminta sedekah. Saat itu aku tidak memiliki sesuatu pun kecuali satu butir kurma. Maka aku memberikannya kepadanya, lalu ia membagi kurma itu di antara kedua putrinya dan ia sendiri tidak memakannya sedikit pun. Kemudian ia berdiri dan pergi. Lalu Nabi ﷺ masuk menemuiku, dan aku menceritakan kejadian itu kepada beliau. Beliau bersabda, ‘Siapa yang diuji dengan anak-anak perempuan ini lalu ia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi perisai baginya dari api neraka.’”
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim (no. 2629) dan ulama lainnya.
Rujukan Ulama
- Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani (dalam Fathul Bari, Kitab Zakat) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan bersedekah meskipun sedikit, serta keutamaan berbuat baik kepada anak perempuan. Beliau mengutip bahwa kata “ibtuliya” (diuji) mengandung makna bahwa anak-anak perempuan bisa menjadi ujian bagi orang tua, dan kesabaran serta perlakuan baik terhadap mereka akan menjadi penghalang dari api neraka.
- Imam an-Nawawi (dalam Syarh Shahih Muslim) menekankan bahwa meskipun sedekah itu sedikit, namun karena keikhlasan dan prioritas terhadap anak, maka pahalanya besar. Beliau juga menyebut bahwa anak-anak perempuan yang diasuh dengan baik akan menjadi pelindung bagi orang tua di akhirat.
Penjelasan Rinci
Makna Hadits
Hadits ini diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, istri Nabi ﷺ. Saat itu ada seorang wanita miskin yang datang bersama dua putrinya. Wanita itu meminta sedekah, namun Aisyah hanya memiliki satu butir kurma. Aisyah memberikannya, dan dengan penuh kasih sayang, ibu itu membagi kurma tersebut kepada kedua putrinya dan tidak memakan sedikit pun. Setelah Nabi ﷺ mendengar cerita ini, beliau bersabda bahwa siapa pun yang “diuji” dengan anak-anak perempuan—maksudnya: diberikan anak-anak perempuan sebagai amanah—lantas ia berbuat baik kepada mereka (dengan nafkah, pendidikan, kasih sayang, dan tidak membenci mereka), maka anak-anak itu akan menjadi sitr (penghalang atau perisai) dari api neraka.
Penjelasan Ulama
- Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa kata “sitr” berarti penutup atau pelindung. Anak perempuan yang diperlakukan dengan baik akan menutupi dosa-dosa orang tuanya dan melindungi mereka dari siksa neraka. Beliau juga mengingatkan bahwa kebiasaan orang Arab Jahiliyah yang membenci anak perempuan telah dihapus oleh Islam, dan sebaliknya, Islam memuliakan anak perempuan.
- Imam an-Nawawi menambahkan bahwa dalam hadits ini terdapat pelajaran tentang keutamaan bersedekah meskipun sedikit (satu butir kurma) karena niat yang tulus. Juga keutamaan mendahulukan anak dalam pemberian serta tidak menyakiti hati anak dengan bersikap kikir.
- Ibnu Rajab al-Hanbali (dalam Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam) menjelaskan bahwa hadits ini termasuk dalam bab “Bertakwalah kepada api neraka walaupun dengan setengah kurma” (dari hadits lain). Artinya, sedekah yang sedikit pun bisa menjadi penyelamat jika dilakukan dengan ikhlas, apalagi jika sedekah itu kepada anak perempuan yang sangat membutuhkan.
Hubungan dengan Ayat
Ayat QS. At-Tahrim [66]: 6 memerintahkan kita menjaga keluarga dari api neraka. Hadits ini menunjukkan salah satu cara menjaganya, yaitu dengan berbuat baik dan memenuhi kebutuhan anak-anak perempuan. Sebab, jika orang tua bersikap buruk terhadap anak perempuan, mereka bisa menjadi penyebab kemurkaan Allah. Sebaliknya, kebaikan kepada mereka menjadi sebab rahmat.
Story Telling
Kisah dari Hadits Ini
Kisah nyata seorang ibu miskin yang hanya memiliki satu butir kurma. Ketika ia mendapatkannya, ia tidak langsung memakannya, tetapi membaginya untuk kedua putrinya. Ia rela tidak makan agar anak-anaknya kenyang. Sikap ini mencerminkan kasih sayang sejati dan keikhlasan. Rasulullah ﷺ yang mengetahui hal itu langsung memberikan kabar gembira bahwa anak-anak perempuan itu akan menjadi perisai dari neraka bagi ibunya.
Kisah Tambahan dari Salaf
Diriwayatkan dari Al-Hasan al-Bashri (seorang tabi’in besar) bahwa beliau berkata: “Siapa yang dianugerahi anak perempuan lalu ia bersabar dalam mengasuhnya, mendidiknya dengan baik, dan tidak membeda-bedakannya dengan anak laki-laki, maka anak itu akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.” (Diriwayatkan dalam Mushannaf ‘Abdurrazzaq dengan sanad hasan). Ini menunjukkan bahwa pemahaman para salaf selaras dengan hadits di atas.
Kesimpulan Praktis
- Jangan meremehkan sedekah yang sedikit – satu butir kurma atau setengah kurma jika diberikan dengan ikhlas bisa menjadi sebab keselamatan dari neraka.
- Berbuat baiklah kepada anak perempuan – rawat mereka dengan kasih sayang, berikan pendidikan, jangan membenci mereka. Mereka adalah amanah dan bisa menjadi tabungan akhirat.
- Utamakan keluarga dalam nafkah – jangan sampai kita memenuhi keinginan sendiri sementara anak-anak kekurangan.
- Jadikan setiap ujian sebagai ladang pahala – termasuk memiliki anak perempuan yang di zaman Jahiliyah dianggap aib, justru dalam Islam menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah.
- Bertakwalah kepada api neraka – dengan bersedekah, menjauhi maksiat, dan mendidik keluarga di atas ketaatan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.