Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 1416 tentang Bersedekah walau sedikit untuk takut neraka

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan keutamaan bersedekah di masa sulit. Para sahabat rela bekerja keras di pasar hanya untuk mendapatkan upah satu mudd (sekitar 0,5 liter) makanan, lalu memberikannya sebagai sedekah. Ini menunjukkan bahwa nilai sedekah bukan terletak pada banyaknya harta, tetapi pada keikhlasan dan pengorbanan, terlebih di saat kondisi ekonomi sulit. Hadits ini juga mengajarkan agar kita tidak meremehkan sedekah sekecil apa pun.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Teks Arab hadits (sesuai riwayat yang Anda berikan):

> حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ يَحْيَى، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، عَنْ شَقِيقٍ، عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الأَنْصَارِيِّ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا أَمَرَنَا بِالصَّدَقَةِ انْطَلَقَ أَحَدُنَا إِلَى السُّوقِ فَتَحَامَلَ فَيُصِيبُ الْمُدَّ، وَإِنَّ لِبَعْضِهِمُ الْيَوْمَ لَمِائَةَ أَلْفٍ.

Terjemahan: Dari Abu Mas'ud Al-Ansari radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Setiap kali Rasulullah ﷺ memerintahkan kami untuk bersedekah, kami pergi ke pasar dan bekerja sebagai pengangkut (barang) lalu mendapatkan satu mudd (makanan), kemudian kami sedekahkan. (Itu adalah masa-masa kemiskinan) dan hari ini sebagian dari kami memiliki seratus ribu."

Hadits Pendukung (Bab yang sama):

Dalam bab yang sama, Imam Al-Bukhari juga meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

> اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ

Artinya: "Jagalah dirimu dari api neraka walaupun dengan (sedekah) setengah butir kurma." (HR. Al-Bukhari no. 1417, dan Muslim no. 1016)

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam Al-Bukhari (wafat 256 H) menempatkan hadits ini dalam Shahih-nya pada Kitab Zakat, Bab: "Takutlah kepada Api Neraka Walaupun dengan Setengah Kurma", untuk menunjukkan bahwa sedekah sekecil apa pun bernilai di sisi Allah.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani (wafat 852 H) dalam kitabnya Fathul Bari menjelaskan bahwa bab ini mengajarkan agar seseorang tidak meremehkan sedekah, karena Allah menerima amal sekecil apa pun jika dilakukan dengan ikhlas.
  • Imam An-Nawawi (wafat 676 H) dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan sedekah di masa sulit dan bahwa pahalanya lebih besar dibanding sedekah di masa lapang.

Penjelasan Rinci

1. Makna Hadits

Hadits ini menceritakan kondisi para sahabat di masa awal Islam, khususnya di Madinah. Ketika Nabi ﷺ memerintahkan mereka untuk bersedekah, sebagian sahabat yang miskin pergi ke pasar untuk menjadi pengangkut barang (tahammala). Mereka bekerja keras dengan mengangkat barang-barang dagangan orang lain, lalu mendapatkan upah berupa satu mudd (± 0,5 liter) makanan. Makanan itulah yang kemudian mereka sedekahkan.

Kata "فَتَحَامَلَ" (fatahāmala) artinya ia memikul beban di punggungnya. Ini menunjukkan kerja keras fisik yang berat. Namun, demi menaati perintah Rasulullah ﷺ, mereka rela melakukannya.

Di akhir hadits, Abu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata: "Dan hari ini sebagian dari kami memiliki seratus ribu." Ini adalah perkataan beliau di kemudian hari, ketika Allah telah melapangkan rezeki para sahabat. Maksudnya, dahulu mereka bersedekah dengan susah payah hanya satu mudd, tetapi sekarang Allah membalas dengan kekayaan yang berlipat ganda.

2. Pelajaran dari Hadits

a. Keutamaan Sedekah di Masa Sulit

Para ulama menjelaskan bahwa sedekah di masa sulit lebih utama daripada sedekah di masa lapang. Ini berdasarkan firman Allah:

> لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ

QS. Al-Baqarah [2]: 177 (potongan ayat):

> وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ

Artinya: "Dan memberikan harta yang dicintainya (kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, dll)."

b. Jangan Meremehkan Sedekah Kecil

Rasulullah ﷺ bersabda:

> اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ

Artinya: "Jagalah dirimu dari api neraka walaupun dengan (sedekah) setengah butir kurma." (HR. Al-Bukhari no. 1417, Muslim no. 1016)

Ini menunjukkan bahwa sedekah sekecil apa pun bisa menjadi penghalang dari api neraka. Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (wafat 1421 H) menjelaskan bahwa hadits ini adalah dorongan untuk bersedekah meskipun sedikit, karena yang dinilai di sisi Allah adalah keikhlasan dan usaha, bukan jumlahnya.

c. Sedekah yang Paling Utama adalah Saat Kondisi Sulit

Rasulullah ﷺ ditanya: "Sedekah apa yang paling utama?" Beliau menjawab:

> أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ، تَأْمُلُ الْغِنَى وَتَخْشَى الْفَقْرَ

Artinya: "Engkau bersedekah dalam keadaan sehat dan kikir (saat harta terasa berharga), engkau berharap kaya dan takut miskin." (HR. Al-Bukhari no. 1419, Muslim no. 1032)

3. Perbedaan Kondisi Sahabat dan Keutamaan Mereka

Para sahabat radhiyallahu 'anhum memiliki semangat luar biasa dalam beramal. Mereka tidak menunggu kaya untuk bersedekah, tetapi bersegera dengan apa yang ada. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali (wafat 795 H) dalam kitabnya Jami' al-'Ulum wal-Hikam menjelaskan bahwa amal di masa sulit menunjukkan kejujuran iman, karena seseorang memberikan sesuatu yang sebenarnya sangat ia butuhkan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Thalhah radhiyallahu 'anhu adalah salah satu sahabat yang paling kaya di Madinah. Ketika turun ayat:

> لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ

"Kamu tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai." (QS. Ali 'Imran [3]: 92)

Maka Abu Thalhah segera berdiri dan berkata: "Wahai Rasulullah, hartaku yang paling aku cintai adalah kebun Bairuha'. Sungguh, aku sedekahkan kebun itu untuk Allah dan Rasul-Nya." (HR. Al-Bukhari no. 1461, Muslim no. 998)

Lihatlah, para sahabat tidak menunggu perintah khusus. Ketika mendengar ayat atau hadits tentang sedekah, mereka langsung beramal dengan yang terbaik yang mereka miliki. Inilah teladan yang harus kita contoh.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersedekahlah sesuai kemampuan, jangan menunggu kaya. Sedekah sekecil apa pun bernilai di sisi Allah.
  2. Sedekah di masa sulit lebih utama daripada di masa lapang, karena menunjukkan keikhlasan dan pengorbanan.
  3. Jangan meremehkan sedekah kecil, karena bisa menjadi penghalang dari api neraka.
  4. Niatkan sedekah untuk mengharap wajah Allah, bukan untuk pamer atau mencari pujian.
  5. Teladani semangat sahabat yang bersegera dalam kebaikan tanpa menunda-nunda.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi