Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 1414 tentang Bab Sedekah Sebelum Membalas

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini memberitakan salah satu tanda besar menjelang hari Kiamat, yaitu masa ketika harta melimpah ruah sehingga tidak ada lagi orang yang mau menerima sedekah emas, dan jumlah wanita jauh lebih banyak daripada pria—hingga satu pria diikuti empat puluh wanita yang berlindung padanya. Ini adalah mukjizat Nabi ﷺ tentang keadaan di akhir zaman yang sudah mulai tampak di zaman kita.

---

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur’an yang Relevan

Ayat berikut menegaskan bahwa harta adalah ujian dan bahwa di akhir zaman kelimpahan harta bisa menjadi fitnah:

﴿وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ﴾

(QS. Al-Anfal [8]: 28)

Terjemahan ringkas: “Ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah ujian (fitnah). Dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar.”

Ayat ini mengingatkan bahwa kelimpahan harta dan banyaknya pengikut (dalam konteks anak dan keluarga) bisa menjadi ujian. Dalam hadits di atas, ujian itu berubah menjadi kondisi di mana harta melimpah sehingga zakat tak ada yang menerima, dan wanita sangat banyak hingga mengikuti satu pria untuk mendapat perlindungan.

Hadits Utama

Hadits riwayat al-Bukhari (nomor 1414) dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu:

Teks Arab (lengkap dengan harakat):

> حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ، حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنْ بُرَيْدٍ، عَنْ أَبِي بُرْدَةَ، عَنْ أَبِي مُوسَى ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ ‏"‏ لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَطُوفُ الرَّجُلُ فِيهِ بِالصَّدَقَةِ مِنَ الذَّهَبِ ثُمَّ لاَ يَجِدُ أَحَدًا يَأْخُذُهَا مِنْهُ، وَيُرَى الرَّجُلُ الْوَاحِدُ يَتْبَعُهُ أَرْبَعُونَ امْرَأَةً، يَلُذْنَ بِهِ مِنْ قِلَّةِ الرِّجَالِ وَكَثْرَةِ النِّسَاءِ ‏"‏‏.‏

Terjemahan: “Dari Abu Musa—radhiyallahu ‘anhu—dari Nabi ﷺ bersabda, ‘Akan datang suatu zaman kepada manusia ketika seseorang berjalan kemari dan kemari dengan membawa sedekah emas, lalu ia tidak mendapatkan seorangpun yang mau menerimanya. Dan akan dilihat seorang pria diikuti oleh empat puluh wanita, mereka berlindung kepadanya karena sedikitnya jumlah pria dan banyaknya wanita.’”

Penjelasan Ulama dari Daftar

Ibnu Hajar al-‘Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari (kitab Zakat, bab “Ash-Shadaqah Qabla al-Mas’alah”) menjelaskan bahwa hadits ini merupakan berita ghaib yang benar-benar terjadi. Beliau menukil perkataan al-Qurthubi (yang juga disebut dalam Fathul Bari) bahwa “lā yajidu aḥadan ya’khudzuhā minhu” berarti sedekah dengan emas tidak ada yang menerima karena semua orang telah kaya raya dan tidak membutuhkan. Keadaan ini terjadi setelah keadilan ditegakkan di bumi atau sebagai salah satu tanda besar kiamat ketika banyak orang terbunuh sehingga pria sedikit dan wanita banyak.

Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam Fathul Bari (syarh Bukhari yang lain) juga menjelaskan bahwa “empat puluh wanita” bukanlah batasan pasti, melainkan angka untuk menunjukkan jumlah yang sangat besar. Artinya, wanita-wanita itu tidak mendapatkan suami atau pelindung karena ketiadaan pria.

Al-Qur’an dan as-Sunnah juga menegaskan bahwa di akhir zaman, harta menjadi banyak dan melimpah, sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih: “Akan ada suatu masa di mana seseorang mengeluarkan zakat hartanya lalu tidak ada seorang pun yang menerima zakat itu karena semua orang sudah berkecukupan.” (HR. Muslim)

---

Penjelasan Rinci

Hadits ini menunjukkan dua fenomena besar yang menjadi ciri akhir zaman:

  1. Penuhnya harta dan tidak ada yang menerima sedekah. Hal ini terjadi karena – sebagaimana diberitakan dalam hadits lain – pada masa itu keadilan ditegakkan dan rezeki melimpah sehingga orang-orang menjadi kaya. Namun, bisa juga ini terjadi di masa fitnah ketika sebagian besar penduduk menjadi kafir sehingga tidak ada lagi yang berhak menerima zakat sebagai orang muslim yang miskin. Pendapat yang lebih kuat adalah bahwa kondisi itu terjadi setelah seluruh negeri diisi dengan keadilan sehingga fakir miskin berkurang drastis.
  2. Banyaknya wanita dan sedikitnya pria. Hal ini disebabkan oleh banyaknya peperangan besar yang mengakibatkan kaum pria gugur di jalan Allah, sebagaimana firman dalam QS. Al-Hajj [22]: 2 tentang gempa hari kiamat yang membuat manusia lupa segalanya. Bisa juga karena kaum pria banyak yang mati dalam perang besar melawan Dajjal atau perang melawan orang-orang kafir. Wanita yang banyak kemudian tidak mendapatkan suami, lalu mereka berlindung pada satu pria yang mungkin sebagai mahram atau pemimpin masyarakat.

Bagaimana para ulama dari daftar memahami hal ini?

  • Sufyan ats-Tsauri rahimahullah sering menasihati agar kita tidak tertipu oleh kemewahan dunia. Beliau memahami hadits ini sebagai peringatan agar kita jangan sampai berlomba-lomba dalam harta hingga menyebabkan zakat tidak tertunaikan.
  • Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menegaskan bahwa ini adalah mukjizat Nabi ﷺ karena apa yang beliau kabarkan sudah mulai terlihat di zaman modern: banyak orang kaya yang sulit menyalurkan zakat karena semua mustahik telah menjadi kaya; dan di banyak tempat, rasio perempuan lebih tinggi dibanding laki-laki.
  • Ibn Katsir dalam tafsirnya (QS. Al-Anbiya’ [21]: 96–97) mengaitkan hadits ini dengan tanda-tanda kiamat lainnya, seperti keluarnya Ya’juj dan Ma’juj yang akan membanjiri bumi dan menyebabkan kekurangan pria.

Perbedaan kecil di kalangan ulama: Sebagian berpendapat bahwa kondisi ini terjadi setelah keadilan Imam Mahdi, sebagian lagi berpendapat pada masa fitnah Dajjal. Namun tidak ada pertentangan prinsip, karena keduanya adalah tanda akhir zaman.

---

Story Telling

Kisah Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu – Sebagai pelajaran sebelum masa itu tiba.

Diriwayatkan bahwa ketika Rasulullah ﷺ meminta para sahabat bersedekah untuk

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.