Penjelasan Hadits Bukhari No. 1395 tentang Kewajiban zakat dari orang kaya untuk orang miskin

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan urutan dakwah yang diajarkan Nabi ﷺ: pertama mengajak kepada tauhid, lalu shalat, kemudian zakat. Zakat diwajibkan atas orang kaya dan disalurkan kepada fakir miskin di kalangan mereka sendiri. Ini mengajarkan bahwa dakwah harus bertahap dan zakat adalah kewajiban yang membersihkan harta serta memperkuat solidaritas sosial.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

QS. At-Taubah [9]: 103

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

"Ambillah zakat dari harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Hadits:

Hadits riwayat Al-Bukhari no. 1395, dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi ﷺ bersabda kepada Mu'adz bin Jabal ketika diutus ke Yaman: "Ajaklah mereka untuk bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah, dan jika mereka taat kepada hal itu, maka ajarkan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan atas mereka lima shalat dalam setiap hari dan malam, dan jika mereka taat kepada hal itu, maka ajarkan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan atas mereka zakat dari harta mereka, yang diambil dari orang kaya di antara mereka dan diberikan kepada orang miskin."

Kaitan dengan Ulama:

Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits ini dalam Shahih-nya. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan urutan dakwah yang bijaksana. Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menegaskan bahwa zakat hanya diwajibkan setelah tauhid dan shalat ditegakkan.

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah salah satu hadits pokok dalam fiqih dakwah dan zakat. Berikut penjelasan dari para ulama:

1. Urutan Dakwah yang Bijaksana

Nabi ﷺ mengajarkan kepada Mu'adz radhiyallahu 'anhu untuk memulai dakwah dengan perkara yang paling fundamental, yaitu tauhid. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami' Al-Ulum wa Al-Hikam menjelaskan bahwa dakwah harus dimulai dengan perkara yang paling penting dan paling dasar, yaitu mengesakan Allah dan mengakui kerasulan Nabi ﷺ. Setelah itu, barulah diajarkan shalat sebagai ibadah pokok, lalu zakat sebagai kewajiban harta.

2. Zakat Diambil dari Orang Kaya untuk Orang Miskin

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di menjelaskan bahwa zakat adalah hak yang jelas dalam harta orang kaya untuk diberikan kepada fakir miskin. Ini bukan sedekah sukarela, melainkan kewajiban yang telah ditetapkan Allah. Kata "تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ وَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ" menunjukkan bahwa zakat adalah mekanisme distribusi kekayaan yang adil dalam masyarakat Islam.

3. Hikmah Zakat

Imam Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah dalam I'lam Al-Muwaqqi'in menyebutkan bahwa zakat memiliki hikmah membersihkan jiwa dari sifat kikir, menyucikan harta, dan memperkuat ikatan persaudaraan sesama Muslim. Zakat juga mencegah kesenjangan sosial yang tajam.

4. Peringatan dari Imam Al-Bukhari

Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam "Kitab Zakat, Bab Kewajiban Zakat" untuk menegaskan bahwa zakat adalah rukun Islam yang wajib ditunaikan. Beliau juga mengisyaratkan bahwa zakat tidak boleh ditunda-tunda setelah syarat-syaratnya terpenuhi.

Story Telling

Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim. Ketika Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu diutus ke Yaman, beliau adalah seorang pemuda yang cerdas dan alim. Nabi ﷺ memberikan petunjuk yang sangat jelas tentang cara berdakwah. Mu'adz pun melaksanakan tugasnya dengan penuh hikmah. Beliau tidak langsung memerintahkan zakat, tetapi memulai dengan tauhid dan shalat. Ketika masyarakat Yaman sudah mantap dalam keimanan dan shalat, barulah beliau mengajarkan zakat. Hasilnya, banyak penduduk Yaman yang masuk Islam dengan kesadaran penuh.

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa dakwah harus dilakukan secara bertahap, tidak terburu-buru, dan sesuai dengan kondisi masyarakat. Ini adalah metode yang diajarkan oleh Nabi ﷺ dan dipraktikkan oleh para sahabat.

Kesimpulan Praktis

  1. Dakwah Bertahap: Mulailah mengajak orang kepada tauhid, lalu shalat, kemudian zakat dan kewajiban lainnya.
  2. Zakat Itu Wajib: Zakat bukan sedekah biasa, melainkan kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap Muslim yang mampu.
  3. Zakat untuk Fakir Miskin: Zakat harus disalurkan kepada yang berhak, terutama fakir miskin di lingkungan terdekat.
  4. Membersihkan Harta: Zakat membersihkan harta dan jiwa dari sifat kikir.
  5. Jangan Menunda: Segera tunaikan zakat jika sudah mencapai nishab dan haul.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?