Bab Apa yang Dilarang Mengambil Masjid di Atas Kuburan
Shahih
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى، عَنْ شَيْبَانَ، عَنْ هِلاَلٍ ـ هُوَ الْوَزَّانُ ـ عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ فِي مَرَضِهِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ " لَعَنَ اللَّهُ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى، اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسْجِدًا ". قَالَتْ وَلَوْلاَ ذَلِكَ لأَبْرَزُوا قَبْرَهُ غَيْرَ أَنِّي أَخْشَى أَنْ يُتَّخَذَ مَسْجِدًا.
Dari Urwah, Aisyah berkata, "Nabi ﷺ dalam sakitnya yang fatal berkata, 'Allah melaknat orang Yahudi dan Nasrani karena mereka menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai tempat berdoa.'" Aisyah menambahkan, "Seandainya bukan karena itu, kuburan Nabi ﷺ akan ditonjolkan, tetapi saya khawatir itu akan dijadikan sebagai tempat berdoa."