Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan keutamaan besar mengikuti jenazah, yaitu pahala satu qirath (satu gunung besar pahala) bagi yang mengikuti jenazah hingga selesai pemakaman. Ini adalah kabar gembira yang sangat besar dari Nabi ﷺ, dan para sahabat seperti Ibnu Umar merasa menyesal karena tidak mengetahui keutamaan ini sebelumnya sehingga mereka merasa telah kehilangan banyak pahala.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Teks hadits yang Anda sebutkan adalah riwayat dari Nafi', bahwa Ibnu Umar diberitahu tentang perkataan Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Kemudian Aisyah radhiyallahu 'anha membenarkan bahwa beliau mendengar langsung dari Rasulullah ﷺ.
Hadits ini juga diriwayatkan dalam Shahih Muslim dengan lafaz yang lebih lengkap:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ، وَمَنْ شَهِدَ حَتَّى تُدْفَنَ كَانَ لَهُ قِيرَاطَانِ. قِيلَ: وَمَا الْقِيرَاطَانِ؟ قَالَ: مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ
Artinya: "Barangsiapa menghadiri jenazah hingga disalatkan, maka baginya satu qirath. Dan barangsiapa menghadiri hingga dimakamkan, maka baginya dua qirath." Ditanyakan, "Apa itu dua qirath?" Beliau menjawab, "Seperti dua gunung yang sangat besar." (HR. Muslim no. 945)
Dalil Al-Qur'an yang relevan:
Allah Ta'ala berfirman:
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ
"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya." (QS. Az-Zalzalah [99]: 7)
Ayat ini menunjukkan bahwa setiap kebaikan sekecil apapun akan dibalas oleh Allah, apalagi amalan mengikuti jenazah yang disebutkan langsung oleh Nabi ﷺ dengan pahala sebesar gunung.
Penjelasan Rinci
Makna Qirath:
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam kitab Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa qirath adalah ukuran pahala yang hanya diketahui oleh Allah, dan Nabi ﷺ menjelaskan bahwa satu qirath itu sebesar gunung yang sangat besar. Ini menunjukkan betapa agungnya pahala mengikuti jenazah.
Keutamaan Mengikuti Jenazah:
Para ulama menjelaskan bahwa mengikuti jenazah memiliki beberapa tingkatan:
- Mengikuti hingga disalatkan – mendapat satu qirath
- Mengikuti hingga dimakamkan – mendapat dua qirath
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa pahala ini diberikan karena di dalam mengikuti jenazah terdapat:
- Menghibur keluarga yang ditinggalkan
- Mendoakan mayit
- Mengingatkan diri sendiri akan kematian
- Menunjukkan persaudaraan sesama muslim
Pelajaran dari Sikap Ibnu Umar:
Yang menarik dalam hadits ini adalah sikap Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma. Ketika beliau mendengar keutamaan ini, beliau tidak menolak atau mendustakan, tetapi justru berkata, "Kami telah kehilangan banyak qirath." Ini menunjukkan:
- Adab para sahabat – mereka menerima kebenaran dari siapa pun yang meriwayatkannya, walaupun dari orang yang lebih muda atau lebih sedikit ilmunya
- Penyesalan atas kelalaian – Ibnu Umar menyesal karena sebelumnya tidak mengetahui keutamaan ini sehingga tidak bersemangat mengikuti jenazah
- Aisyah membenarkan – ini menunjukkan bahwa hadits ini benar dan kuat, karena Aisyah radhiyallahu 'anha mendengar langsung dari Nabi ﷺ
Kedudukan Hadits:
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan besar mengikuti jenazah, dan beliau menukil ijma' (kesepakatan) ulama bahwa mengikuti jenazah adalah sunnah yang sangat dianjurkan.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa sebagian ulama salaf sangat bersemangat dalam mengikuti jenazah. Disebutkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah sangat menjaga amalan ini dan tidak pernah meninggalkannya jika mendengar ada jenazah seorang muslim yang akan disalatkan.
Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, "Tidaklah seorang mukmin mengikuti jenazah saudaranya kecuali Allah akan memberikan manfaat kepadanya dengan doa-doa yang ia panjatkan untuk mayit tersebut, dan ia pun akan diingatkan akan kematiannya sendiri."
Para salaf menjadikan mengikuti jenazah sebagai momen untuk:
- Mengingat kematian dan akhirat
- Mengambil pelajaran dari keadaan mayit
- Memperbanyak doa untuk saudaranya yang telah meninggal
Kesimpulan Praktis
- Bersemangatlah mengikuti jenazah – karena pahalanya sangat besar, sebesar gunung yang agung
- Usahakan mengikuti hingga selesai pemakaman – untuk mendapatkan dua qirath
- Jadikan momen ini sebagai pengingat kematian – sehingga kita semakin mempersiapkan bekal untuk akhirat
- Terima kebenaran dari siapa pun – sebagaimana Ibnu Umar menerima hadits dari Abu Hurairah dan Aisyah
- Jangan meremehkan amalan-amalan kecil – karena pahala di sisi Allah sangat besar
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.