Penjelasan Hadits Bukhari No. 1314 tentang Jenazah saleh meminta disegerakan, yang buruk menyesal

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa jenazah yang saleh akan "meminta" agar segera dibawa menuju kuburnya, sedangkan jenazah yang tidak saleh akan mengeluh dan menyesal. Suaranya didengar oleh seluruh makhluk kecuali manusia; seandainya manusia mendengarnya, ia akan pingsan karena dahsyatnya. Hadits ini mengajarkan agar kita mempersiapkan diri dengan amal saleh sebelum ajal datang.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Al-Jana'iz, Bab Mengangkat Jenazah oleh Laki-laki Tanpa Perempuan (no. 1314), dari sahabat Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits:

إِذَا وُضِعَتِ الْجِنَازَةُ وَاحْتَمَلَهَا الرِّجَالُ عَلَى أَعْنَاقِهِمْ، فَإِنْ كَانَتْ صَالِحَةً قَالَتْ قَدِّمُونِي، وَإِنْ كَانَتْ غَيْرَ صَالِحَةٍ قَالَتْ يَا وَيْلَهَا أَيْنَ يَذْهَبُونَ بِهَا، يَسْمَعُ صَوْتَهَا كُلُّ شَىْءٍ إِلَّا الْإِنْسَانَ، وَلَوْ سَمِعَهُ صَعِقَ

Terjemahan: "Apabila jenazah telah diletakkan dan para lelaki mengangkatnya di atas bahu-bahu mereka, jika jenazah itu saleh ia berkata: 'Bawalah aku ke depan.' Dan jika tidak saleh ia berkata: 'Celakalah aku, ke mana mereka membawaku?' Suaranya didengar oleh segala sesuatu kecuali manusia, dan seandainya manusia mendengarnya niscaya ia akan pingsan."

Ayat yang berkaitan dengan persiapan menghadapi kematian:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

QS. Al-'Ankabut [29]: 57

Terjemahan: "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati, kemudian hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan."

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keadaan ruh setelah kematian dan hubungannya dengan jasad, serta isyarat bahwa ruh dapat "berbicara" dengan cara yang Allah kehendaki. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (pada hadits serupa) menegaskan bahwa ini adalah khabar ghaib yang wajib kita imani tanpa menakwilkan secara berlebihan.

Penjelasan Rinci

Hadits ini termasuk berita ghaib yang disampaikan Nabi ﷺ. Menurut penjelasan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari, maknanya:

  1. Jenazah saleh berkata "قَدِّمُونِي" (segerakanlah aku) — Ini adalah isyarat bahwa ruh orang saleh rindu kepada rahmat Allah dan ingin segera sampai ke kuburnya, karena kubur bagi orang beriman adalah taman surga (rawdhah min riyadhil jannah), sebagaimana disebutkan dalam hadits lain.
  2. Jenazah tidak saleh berkata "يَا وَيْلَهَا" (celakalah aku) — Ini menunjukkan penyesalan dan ketakutan menghadapi apa yang akan datang. Ruh orang kafir atau fasik merasa ngeri dengan tempat yang akan dituju.
  3. "Suaranya didengar oleh segala sesuatu kecuali manusia" — Menurut Ibn Katsir dalam tafsirnya, ini menunjukkan bahwa makhluk-makhluk lain (hewan, jin, dan lainnya) mendengar suara tersebut, tetapi manusia tidak, karena hikmah Allah agar manusia tidak pingsan dan tetap bisa menjalankan tugas mengurus jenazah.
  4. "Seandainya manusia mendengarnya niscaya ia akan pingsan" — Ini menunjukkan betapa dahsyatnya suara tersebut. Ibn Rajab al-Hanbali dalam Ahwal al-Qubur menjelaskan bahwa ini adalah peringatan agar manusia tidak lalai dan segera bertaubat.

Perbedaan pendapat ulama daftar: Sebagian ulama seperti Al-Bukhari sendiri memasukkan hadits ini dalam bab jenazah, menunjukkan pemahaman bahwa ini adalah khabar yang harus diimani. Ibnu Hajar menyebutkan bahwa sebagian ulama menakwilkan "ucapan" ini sebagai lisanul hal (bahasa keadaan), namun pendapat yang kuat adalah bahwa ini benar-benar ucapan yang Allah jadikan mampu diucapkan oleh jenazah, karena tidak ada dalil yang memalingkannya dari zahirnya. Ini juga dikuatkan oleh Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Kitab ar-Ruh bahwa ruh memiliki hubungan dengan jasad setelah kematian.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Umar bin al-Khaththab radhiyallahu 'anhu pernah berkata: "Wahai manusia, sesungguhnya kalian akan dibawa di atas bahu-bahu ini. Maka hendaklah setiap kalian mempersiapkan apa yang akan ia katakan saat itu." (Atsar ini disebutkan oleh Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Ahwal al-Qubur).

Al-Hasan al-Bashri (seorang tabi'in) pernah menangis ketika membicarakan hadits ini dan berkata: "Sungguh, jika manusia mendengar suara itu, mereka tidak akan sanggup berjalan. Tetapi Allah menutupinya agar urusan dunia ini tetap berjalan." (Disebutkan oleh Ibnu Rajab dalam kitabnya).

Hikmahnya: Kita tidak tahu apakah jenazah kita nanti akan berkata "segerakanlah aku" atau "celakalah aku". Maka persiapkanlah amal saleh sejak sekarang.

Kesimpulan Praktis

  1. Bertaubatlah sebelum ajal datang — Karena kita tidak tahu kapan kematian menjemput.
  2. Perbanyak amal saleh — Agar jenazah kita nanti "meminta" segera dibawa ke tempat yang baik.
  3. Jangan menunda kebaikan — Seperti jenazah saleh yang berkata "segerakanlah aku", begitu pula kita harus bersegera dalam ketaatan.
  4. Ingatlah kematian — Karena mengingat kematian akan melembutkan hati dan menjauhkan dari maksiat.
  5. Imamilah berita ghaib ini — Sebagaimana para ulama Ahlus Sunnah mengimani hadits ini tanpa menolak atau menakwilkan secara berlebihan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?