Bab Di antara Iman adalah Mencintai untuk Saudaranya Apa yang Ia Cintai untuk Dirinya Sendiri
Shahih
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ. وَعَنْ حُسَيْنٍ الْمُعَلِّمِ، قَالَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ، عَنْ أَنَسٍ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ " لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ ".
Dari Anas, Nabi ﷺ bersabda, "Tidaklah iman seseorang di antara kalian sempurna hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri."