Penjelasan Hadits Bukhari No. 1283 tentang Sabar saat awal musibah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan dua hal penting: pertama, larangan menangis dengan suara keras dan meratapi mayat di kuburan karena itu bertentangan dengan kesabaran yang diperintahkan. Kedua, hakikat sabar yang sebenarnya adalah ketika pertama kali musibah datang, bukan setelah berlalu waktu. Wanita dalam hadits awalnya marah karena tidak mengenali Nabi ﷺ, namun setelah tahu beliau adalah Nabi, ia datang meminta maaf dan Nabi ﷺ mengajarkan makna sabar yang hakiki.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

QS. Al-Baqarah [2]: 155-156

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ﴿١٥٥﴾ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ﴿١٥٦﴾

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan: 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un' (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)."

Hadits:

Hadits riwayat Shahih Al-Bukhari no. 1283, dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, sebagaimana teks yang disebutkan.

Kaitan dengan ulama:

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya menangis sebelum dan sesudah pemakaman selama tidak disertai ratapan dan suara keras. Namun kesabaran yang sempurna adalah pada saat pertama musibah datang. Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa wanita itu tidak dikenakan dosa karena ketidaktahuannya, dan Nabi ﷺ tetap mengajarkan dengan lembut.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Adab ketika tertimpa musibah

Wanita itu menangis di kuburan dengan tangisan yang keras dan penuh keluhan. Ini menunjukkan bahwa manusia secara fitrah akan bersedih ketika kehilangan orang yang dicintai. Namun Islam mengajarkan bahwa kesedihan itu harus dibatasi, tidak boleh sampai meratap, memukul-mukul dada, atau mengeluh kepada Allah. Sebagaimana sabda Nabi ﷺ dalam hadits lain: "Bukanlah termasuk golongan kami orang yang menampar pipi, merobek saku, dan berteriak dengan teriakan jahiliyah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Imam Al-Bukhari rahimahullah menempatkan hadits ini dalam Kitab Jenazah, Bab Ziarah Kubur, untuk menunjukkan bahwa ziarah kubur boleh dilakukan asalkan tidak disertai perbuatan yang dilarang seperti meratap.

2. Kesabaran yang hakiki

Nabi ﷺ mengajarkan bahwa sabar yang sebenarnya adalah ketika pertama kali musibah datang. Ini sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari: "Yang dimaksud adalah bahwa puncak kesabaran dan pahalanya adalah ketika pertama kali terkena musibah, karena saat itulah gejolak jiwa paling kuat dan setan paling gencar membisikkan keluh kesah."

3. Akhlak Nabi ﷺ yang mulia

Ketika wanita itu berkata kasar karena tidak mengenal Nabi ﷺ, beliau tidak marah. Bahkan ketika wanita itu datang meminta maaf, beliau menerimanya dengan lembut dan mengajarkan ilmu. Ini menunjukkan bahwa seorang dai harus bersabar terhadap orang yang jahil (tidak tahu) dan tetap menyampaikan kebenaran dengan cara yang baik.

4. Hukum menangis di kuburan

Para ulama dari kalangan salaf seperti Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah membolehkan menangis di kuburan selama tidak disertai ratapan dan suara keras. Namun jika disertai dengan meratap, memukul dada, atau mengeluh kepada Allah, maka itu haram. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah ditanya tentang menangis di kuburan, beliau menjawab: "Tidak apa-apa selama tidak ada suara keras."

Story Telling

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu bahwa ketika putra Nabi ﷺ yang bernama Ibrahim wafat, beliau menangis. Abdurrahman bin Auf bertanya, "Wahai Rasulullah, engkau menangis?" Beliau menjawab, "Wahai Ibnu Auf, sesungguhnya ini adalah rahmat." Kemudian beliau menangis lagi dan bersabda, "Sesungguhnya mata menangis, hati bersedih, dan kami tidak mengatakan kecuali apa yang diridhai Rabb kami. Sungguh kami bersedih dengan kepergianmu, wahai Ibrahim." (HR. Bukhari no. 1303)

Kisah ini menunjukkan bahwa menangis karena sedih adalah fitrah manusia dan tidak dilarang selama tidak disertai ucapan atau perbuatan yang menunjukkan ketidakridhaan terhadap takdir Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Sabar yang sejati adalah ketika pertama kali musibah datang, dengan mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un dan menerima takdir Allah.
  2. Menangis karena sedih diperbolehkan, tetapi dilarang meratap, memukul-mukul dada, atau mengeluh kepada Allah.
  3. Ziarah kubur boleh dilakukan untuk mengingat kematian dan mendoakan mayit, namun tidak boleh disertai perbuatan syirik atau bid'ah.
  4. Akhlak mulia dalam berdakwah: bersabar terhadap orang yang jahil, tetap mengajarkan dengan lembut, dan tidak mudah marah.
  5. Segera bertaubat jika melakukan kesalahan karena ketidaktahuan, sebagaimana wanita itu datang meminta maaf setelah mengetahui bahwa yang menegurnya adalah Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?