Penjelasan Hadits Bukhari No. 1223 tentang Bacaan surah Nabi dalam shalat Isya

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa mengingat dan merenungkan bacaan shalat adalah hal yang dianjurkan, karena Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu sampai mengetahui surah yang dibaca Nabi ﷺ dalam shalat Isya, sementara sahabat lain yang hadir tidak mengingatnya. Hadits ini juga membantah tuduhan bahwa Abu Hurairah terlalu banyak meriwayatkan hadits, karena beliau dikenal sangat tekun menjaga hafalan dan memperhatikan ibadah Nabi ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Amalan dalam Shalat, Bab Renungan Seorang Pria dalam Shalat (no. 1223), dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits yang disebutkan:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ، قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، قَالَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ يَقُولُ النَّاسُ أَكْثَرَ أَبُو هُرَيْرَةَ، فَلَقِيتُ رَجُلاً فَقُلْتُ بِمَ قَرَأَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ الْبَارِحَةَ فِي الْعَتَمَةِ فَقَالَ لاَ أَدْرِي. فَقُلْتُ لَمْ تَشْهَدْهَا قَالَ بَلَى. قُلْتُ لَكِنْ أَنَا أَدْرِي، قَرَأَ سُورَةَ كَذَا وَكَذَا.

Terjemahan ringkas: Orang-orang mengatakan bahwa Abu Hurairah terlalu banyak meriwayatkan hadits. Lalu aku bertemu seorang pria dan bertanya, "Surah apa yang dibaca Rasulullah ﷺ tadi malam dalam shalat Isya?" Ia menjawab, "Aku tidak tahu." Aku bertanya, "Bukankah engkau hadir?" Ia menjawab, "Ya." Aku berkata, "Tetapi aku tahu, beliau membaca surah ini dan ini."

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan keutamaan memperhatikan dan merenungkan bacaan shalat:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ۝ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

(QS. Al-Mu'minun [23]: 1–2)

Terjemahan: "Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya."

Kaitan dengan ulama: Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan hadits ini sebagai dalil bahwa memperhatikan bacaan imam dan merenungkannya termasuk bagian dari kekhusyukan. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim juga menegaskan bahwa menghadirkan hati dalam shalat dan memperhatikan bacaan adalah tanda kesempurnaan ibadah.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting:

Pertama: Bantahan terhadap tuduhan kepada Abu Hurairah.

Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu dikenal sebagai sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Sebagian orang pada masanya mencela hal itu. Maka beliau menunjukkan bukti kejujuran dan ketekunannya: beliau memperhatikan detail ibadah Nabi ﷺ, sampai mengetahui surah yang dibaca dalam shalat Isya, sementara sahabat lain yang hadir tidak mengingatnya. Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa ini menunjukkan kekuatan hafalan dan kesungguhan Abu Hurairah dalam menjaga sunnah.

Kedua: Anjuran merenungkan bacaan shalat.

Bab yang dipilih Imam Al-Bukhari, yaitu "Bab Renungan Seorang Pria dalam Shalat", menunjukkan bahwa memperhatikan bacaan shalat adalah amalan yang baik. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa menghadirkan hati dan merenungkan bacaan termasuk penyempurna shalat.

Ketiga: Shalat Isya disebut "Al-'Atamah".

Dalam hadits ini shalat Isya disebut al-'atamah, yaitu nama lain shalat Isya. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa penamaan ini boleh, meskipun Nabi ﷺ lebih menyukai istilah "Isya" dalam beberapa riwayat lain.

Keempat: Perbedaan pendapat tentang merenungkan bacaan imam.

Sebagian ulama seperti Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa makmum dianjurkan mendengarkan dan merenungkan bacaan imam, terutama pada shalat jahr (bacaan keras). Imam Abu Hanifah berpendapat makmum tidak membaca di belakang imam pada shalat jahr, tetapi tetap mendengarkan. Pendapat yang paling kuat menurut dalil adalah makmum mendengarkan dan merenungkan bacaan imam, berdasarkan firman Allah:

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

(QS. Al-A'raf [7]: 204)

Terjemahan: "Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat."

Story Telling

Dikisahkan bahwa Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu memiliki kebiasaan unik: beliau membagi malamnya menjadi tiga bagian — sepertiga untuk shalat, sepertiga untuk tidur, dan sepertiga untuk mengingat hadits Nabi ﷺ. Beliau pernah berkata, "Aku adalah orang yang paling hafal di antara kalian terhadap hadits Rasulullah ﷺ." Ketika sebagian orang meragukannya, beliau membuktikan dengan detail-detail ibadah yang tidak diperhatikan orang lain, seperti surah yang dibaca Nabi ﷺ dalam shalat Isya. Ini menunjukkan bahwa kecintaan kepada sunnah melahirkan ketekunan dalam memperhatikan dan menjaga ilmu. Imam Adz-Dzahabi dalam Siyar A'lam an-Nubala mencatat bahwa Abu Hurairah adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits karena doa Nabi ﷺ untuknya agar diberi hafalan yang kuat.

Kesimpulan Praktis

  1. Hadirkan hati dalam shalat — perhatikan bacaan imam, renungkan maknanya, dan jangan lalai.
  2. Jaga sunnah dengan sungguh-sungguh — seperti Abu Hurairah yang memperhatikan detail ibadah Nabi ﷺ.
  3. Jangan mencela orang yang banyak meriwayatkan atau menyebarkan ilmu selama ia jujur dan amanah.
  4. Dengarkan bacaan imam dengan khusyuk, terutama pada shalat jahr, berdasarkan QS. Al-A'raf [7]: 204.
  5. Perbanyak hafalan dan pemahaman hadits dengan niat ibadah dan mengamalkannya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?