Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa setan sangat berusaha mengganggu orang yang shalat, terutama dengan membuatnya lupa jumlah rakaat. Ketika adzan dan iqamah dikumandangkan, setan lari menjauh, lalu kembali lagi saat muadzin diam. Jika seseorang lupa jumlah rakaat, hendaklah ia sujud dua kali (sujud sahwi) sambil duduk, sebagaimana dijelaskan oleh Abu Salama bin Abdurrahman.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Amalan dalam Shalat, Bab Memikirkan Sesuatu dalam Shalat, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Teks hadits:
إِذَا أُذِّنَ بِالصَّلَاةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ لَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لَا يَسْمَعَ التَّأْذِينَ، فَإِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ أَقْبَلَ، فَإِذَا ثُوِّبَ أَدْبَرَ، فَإِذَا سَكَتَ أَقْبَلَ، فَلَا يَزَالُ بِالْمَرْءِ يَقُولُ لَهُ اذْكُرْ مَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ حَتَّى لَا يَدْرِي كَمْ صَلَّى
Terjemahan: "Ketika adzan untuk shalat dikumandangkan, setan melarikan diri dengan mengeluarkan angin agar tidak mendengar adzan. Ketika muadzin selesai, ia kembali. Ketika iqamah dikumandangkan, ia kembali melarikan diri. Ketika iqamah selesai, ia kembali lagi dan terus mengingatkan seseorang tentang hal-hal yang tidak ia ingat hingga ia tidak tahu berapa rakaat yang telah ia shalat."
Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan gangguan setan:
وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ
QS. Al-Mu'minun [23]: 97
Terjemahan: "Dan katakanlah, 'Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan.'"
Penjelasan Rinci
Makna hadits secara umum:
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan permusuhan setan yang sangat keras terhadap manusia, khususnya dalam ibadah shalat. Setan berusaha sekuat mungkin merusak kekhusyukan shalat seseorang.
Poin-poin penting:
- Setan lari saat adzan dan iqamah: Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa setan melarikan diri karena adzan mengandung tauhid dan pengagungan kepada Allah, yang sangat dibenci setan. "Dhuradh" (kentut) yang disebutkan adalah kiasan dari sangat ketakutannya setan, bukan berarti setan benar-benar seperti manusia yang mengeluarkan angin.
- Setan kembali saat muadzin diam: Ibnu Hajar menjelaskan bahwa setan kembali untuk mengganggu karena momen setelah adzan adalah waktu yang masih bisa ia manfaatkan untuk melalaikan manusia.
- Gangguan berupa lupa rakaat: Ibnul Qayyim dalam kitabnya menjelaskan bahwa setan terus membisikkan hal-hal duniawi yang tidak terpikirkan sebelumnya, sehingga seseorang lupa berapa rakaat yang sudah dikerjakan. Ini adalah bentuk gangguan paling nyata dalam shalat.
- Solusi sujud sahwi: Abu Salama bin Abdurrahman (seorang tabi'in, termasuk dalam daftar ulama yang menjadi rujukan) menjelaskan bahwa jika seseorang mengalami lupa rakaat, hendaklah ia sujud dua kali sambil duduk. Ini adalah dasar sujud sahwi dalam mazhab Syafi'i dan lainnya.
Perbedaan pendapat ulama:
- Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat bahwa sujud sahwi dilakukan sebelum salam jika lupa menambah rakaat, dan setelah salam jika lupa mengurangi.
- Imam Abu Hanifah berpendapat sujud sahwi dilakukan setelah salam secara mutlak.
- Imam Malik memiliki rincian tersendiri.
Namun yang paling kuat menurut dalil adalah pendapat yang menyatakan bahwa sujud sahwi dilakukan sebelum salam jika kekurangan, dan setelah salam jika kelebihan, berdasarkan hadits-hadits lain yang shahih.
Kaitan dengan ulama:
Ibnul Qayyim dalam "Ighatsatul Lahfan" menjelaskan bahwa setan memiliki strategi bertahap dalam mengganggu: pertama ia menjauh saat adzan, lalu kembali, lalu menjauh saat iqamah, lalu kembali lagi. Ini menunjukkan kesungguhan setan dalam menyesatkan manusia.
Ibnu Rajab al-Hanbali menjelaskan bahwa hadits ini mengandung pelajaran tentang pentingnya menghadirkan hati dalam shalat dan berlindung kepada Allah dari gangguan setan.
Story Telling
Diceritakan bahwa Abdullah bin al-Mubarak (seorang ulama besar tabi'ut tabi'in) pernah ditanya tentang bagaimana ia bisa khusyuk dalam shalat. Beliau menjawab bahwa ia membayangkan dirinya berdiri di hadapan Allah, dan setan berusaha mengganggunya dengan berbagai bisikan. Beliau berkata, "Aku melawan setan dengan mengingat bahwa aku sedang berdiri di hadapan Raja segala raja."
Dalam kisah lain, seorang salaf pernah shalat dan lupa rakaatnya, lalu ia bertanya kepada orang di sampingnya. Orang itu menjawab, "Aku juga lupa." Ini menunjukkan bahwa gangguan setan memang nyata dan menimpa banyak orang, sehingga sujud sahwi adalah solusi yang diajarkan Nabi ﷺ.
Kesimpulan Praktis
- Berlindunglah kepada Allah sebelum shalat dari gangguan setan dengan membaca ta'awudz dan doa-doa perlindungan.
- Hadirkan hati dalam shalat dengan memahami makna bacaan dan mengingat bahwa kita sedang berhadapan dengan Allah.
- Jika lupa rakaat, jangan panik. Lakukan sujud sahwi dua kali sambil duduk sebelum atau setelah salam sesuai kondisi.
- Perbanyak dzikir setelah shalat untuk menutup celah gangguan setan.
- Jangan merasa sombong jika bisa khusyuk, karena khusyuk adalah karunia Allah yang harus dijaga.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.