Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 1182 tentang Keutamaan shalat sunnah rawatib sebelum Zuhur dan Subuh

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ sangat menjaga dan tidak pernah meninggalkan shalat sunnah rawatib, khususnya empat rakaat sebelum Zuhur dan dua rakaat sebelum Subuh (Fajr). Ini menjadi dalil utama tentang keutamaan dan kelaziman shalat sunnah qabliyah Zuhur dan qabliyah Subuh bagi umat Islam.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

"Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah tambahan) bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (QS. Al-Isra' [17]: 79)

Ayat ini menunjukkan perintah shalat sunnah (nāfilah) secara umum, dan hadits-hadits Nabi ﷺ merincikan bentuk-bentuk shalat sunnah rawatib yang beliau lakukan.

Hadits:

Hadits riwayat Aisyah radhiyallahu 'anha ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Tahajud, Bab Dua Raka'at Sebelum Zuhur, no. 1182. Juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Shalatnya Musafir, Bab Sunat Rawatib, no. 730.

Kaitan dengan Ulama:

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam kitabnya al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab (4/7) menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dasar utama bagi kesunnahan shalat sunnah qabliyah Zuhur empat rakaat. Beliau juga menukil bahwa Imam asy-Syafi'i dan jumhur ulama berpegang pada hadits ini.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa faedah penting yang dijelaskan oleh para ulama dari daftar rujukan:

1. Penjagaan Nabi ﷺ terhadap Sunnah Rawatib

Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam kitabnya Fath al-Bari (4/56) menjelaskan bahwa ungkapan "لاَ يَدَعُ" (tidak pernah meninggalkan) menunjukkan kebiasaan yang terus-menerus dilakukan oleh Nabi ﷺ. Ini bukan berarti wajib, tetapi menunjukkan betapa besarnya perhatian beliau terhadap amalan sunnah ini.

2. Empat Rakaat Sebelum Zuhur

Imam at-Tirmidzi rahimahullah dalam Sunan-nya (no. 427) meriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anha bahwa Nabi ﷺ bersabda:

أَرْبَعُ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ يَعْدِلْنَ بِصَلَاةِ السَّحَرِ

"Empat rakaat sebelum Zuhur menyamai (pahala) shalat di waktu sahur (sepertiga malam)."

Hadits ini meskipun ada perbedaan pendapat tentang keshahihannya, namun para ulama seperti Imam al-Albani rahimahullah dalam Irwa' al-Ghalil (2/183) menyatakan hasan. Ini menunjukkan keutamaan besar shalat sunnah qabliyah Zuhur.

3. Cara Pelaksanaan Empat Rakaat

Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah dalam Zad al-Ma'ad (1/314) menjelaskan bahwa Nabi ﷺ melakukan empat rakaat sebelum Zuhur dengan dua kali salam (dua rakaat-dua rakaat). Ini berdasarkan hadits lain dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma.

4. Dua Rakaat Sebelum Subuh

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (6/7) menjelaskan bahwa shalat sunnah qabliyah Subuh adalah sunnah yang sangat ditekankan (mu'akkadah). Bahkan dalam riwayat lain, Nabi ﷺ bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

"Dua rakaat fajar (qabliyah Subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya." (HR. Muslim no. 725)

Story Telling

Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau berkata:

"كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا صَلَّى رَكْعَتَيِ الْفَجْرِ اضْطَجَعَ عَلَى شِقِّهِ الْأَيْمَنِ"

"Adalah Nabi ﷺ apabila selesai shalat dua rakaat fajar (qabliyah Subuh), beliau berbaring di sisi kanannya." (HR. al-Bukhari no. 1161)

Kisah ini menunjukkan adab dan kebiasaan Nabi ﷺ setelah melaksanakan shalat sunnah qabliyah Subuh. Para ulama seperti Imam Ibn Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fath al-Bari (3/57) menjelaskan bahwa hikmah dari berbaring ini adalah untuk mengistirahatkan badan setelah shalat malam dan persiapan untuk shalat Subuh.

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga shalat sunnah rawatib, khususnya empat rakaat sebelum Zuhur dan dua rakaat sebelum Subuh.
  2. Laksanakan empat rakaat sebelum Zuhur dengan dua kali salam (dua rakaat-dua rakaat).
  3. Jangan tinggalkan dua rakaat sebelum Subuh karena keutamaannya sangat besar.
  4. Amalkan adab setelah shalat sunnah qabliyah Subuh dengan berbaring di sisi kanan bila memungkinkan.
  5. Niatkan semua amalan sunnah untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengikuti sunnah Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.