Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 1178 tentang Keutamaan shalat Dhuha, puasa tiga hari, dan witir

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini berisi wasiat Nabi ﷺ kepada Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu untuk melakukan tiga amalan yang sangat dianjurkan: puasa tiga hari setiap bulan (puasa Ayyamul Bidh), shalat Dhuha, dan shalat Witir sebelum tidur. Ketiga amalan ini merupakan sunnah yang penuh keberkahan dan mudah diamalkan oleh setiap muslim.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat:

  • Shahih Al-Bukhari, Kitab Tahajud, Bab Shalat Dhuha di Tempat Tinggal, no. 1178
  • Diriwayatkan juga oleh Muslim, no. 721

Teks Hadits:

حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ، حَدَّثَنَا عَبَّاسٌ الْجُرَيْرِيُّ ـ هُوَ ابْنُ فَرُّوخَ ـ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ النَّهْدِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رضى الله عنه قَالَ أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَصَلاَةِ الضُّحَى، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

Makna Hadits:

Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: "Kekasihku (Nabi Muhammad ﷺ) mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang tidak akan aku tinggalkan hingga aku mati: puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah berwitir."

Penjelasan Ulama:

  • Imam An-Nawawi (dalam Syarh Shahih Muslim) menjelaskan bahwa ketiga amalan ini adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan). Puasa tiga hari setiap bulan lebih utama dilakukan pada tanggal 13, 14, 15 Hijriyah (Ayyamul Bidh).
  • Ibnu Hajar Al-Asqalani (dalam Fathul Bari) menambahkan bahwa shalat Dhuha minimal dua rakaat dan maksimal delapan rakaat menurut pendapat yang kuat, waktunya dari naiknya matahari setinggi tombak hingga sebelum zawal (condongnya matahari ke barat).
  • Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat bahwa shalat Witir boleh dilakukan sebelum tidur bagi yang khawatir tidak bisa bangun malam, dan ini lebih utama daripada menundanya.

Penjelasan Rinci

1. Puasa Tiga Hari Setiap Bulan

Para ulama dari kalangan tabi'in seperti Al-Hasan Al-Bashri dan Qatadah menjelaskan bahwa puasa sunnah ini memiliki keutamaan besar. Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Latha'if Al-Ma'arif menyebutkan bahwa puasa tiga hari setiap bulan setara dengan puasa sepanjang tahun (karena satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali). Waktu yang paling utama adalah pada hari-hari putih (Ayyamul Bidh): 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriyah, sebagaimana hadits riwayat Abu Daud dan Tirmidzi.

2. Shalat Dhuha

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin (dalam Syarh Riyadhus Shalihin) menjelaskan bahwa shalat Dhuha adalah shalat sunnah yang dilakukan setelah matahari naik setinggi tombak (sekitar 15-20 menit setelah terbit) hingga sebelum masuk waktu Dzuhur. Minimal dua rakaat, dan maksimal delapan rakaat menurut pendapat yang rajih. Keutamaannya sangat besar: diampuni dosa-dosanya, dan pahalanya seperti sedekah untuk seluruh persendian tubuh.

3. Tidur dalam Keadaan Berwitir

Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa maksud "tidur dalam keadaan berwitir" adalah seseorang mengerjakan shalat Witir sebelum tidur, bukan menundanya hingga malam hari. Ini adalah keringanan bagi yang khawatir tidak bisa bangun malam. Namun, bagi yang yakin bisa bangun, lebih utama mengakhirkan Witir ke akhir malam, sebagaimana kebiasaan Nabi ﷺ. Imam An-Nawawi menegaskan bahwa shalat Witir hukumnya sunnah muakkadah, dan waktunya setelah shalat Isya hingga terbit fajar.

Story Telling

Kisah Abu Hurairah dan Wasiat Nabi ﷺ

Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Suatu hari, beliau berkata kepada para sahabat lainnya: "Rasulullah ﷺ mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang tidak akan aku tinggalkan hingga mati." Lalu beliau menyebutkan puasa tiga hari, shalat Dhuha, dan witir sebelum tidur.

Ibnu Hajar meriwayatkan bahwa Abu Hurairah sangat istiqamah mengamalkan wasiat ini. Beliau tidak pernah meninggalkan puasa Ayyamul Bidh meskipun dalam perjalanan, selalu mengerjakan shalat Dhuha di rumahnya, dan tidak pernah tidur malam kecuali sudah berwitir. Hikmahnya: wasiat Nabi ﷺ kepada sahabat terdekatnya adalah amalan yang ringan namun besar pahalanya, dan menjadi bukti kecintaan beliau kepada umatnya.

Kesimpulan Praktis

  1. Amalkan puasa tiga hari setiap bulan, lebih utama pada tanggal 13, 14, 15 Hijriyah (Ayyamul Bidh).
  2. Kerjakan shalat Dhuha minimal dua rakaat setiap hari, waktunya setelah matahari naik setinggi tombak hingga sebelum Dzuhur.
  3. Biasakan shalat Witir sebelum tidur jika khawatir tidak bisa bangun malam, atau di akhir malam jika yakin bisa bangun.
  4. Jadikan ketiga amalan ini sebagai rutinitas sebagaimana Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu yang tidak pernah meninggalkannya hingga wafat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.