Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 115 tentang Bencana malam dan perintah sholat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita bahwa Rasulullah ﷺ sangat prihatin terhadap umatnya. Beliau terbangun di malam hari karena mendapat wahyu tentang turunnya fitnah (bencana/ujian) dan terbukanya perbendaharaan dunia. Beliau memerintahkan para istri beliau untuk bangun shalat malam, dan memberikan peringatan bahwa banyak orang yang di dunia berpakaian mewah namun di akhirat telanjang karena amal buruknya. Ini adalah dorongan untuk memperbanyak ibadah dan tidak terlena dengan dunia.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

QS. Al-Hadid [57]: 20

اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًاۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

Artinya: "Ketahuilah, bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu."

Hadits:

Hadits Shahih Al-Bukhari no. 115, dari Ummu Salamah radhiyallahu 'anha.

Kaitan dengan Ulama:

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari (1/195) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan shalat malam dan peringatan keras terhadap fitnah dunia. Beliau juga menukil perkataan Al-Khattabi bahwa "rubba kasiyatin fiddunya 'ariyatin fil akhirah" (banyak yang berpakaian di dunia namun telanjang di akhirat) adalah perumpamaan bagi orang yang memiliki kenikmatan dunia namun tidak memiliki amal shalih untuk akhirat.

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan oleh Ummu Salamah radhiyallahu 'anha, salah seorang istri Nabi ﷺ. Beliau menceritakan bahwa pada suatu malam, Rasulullah ﷺ terbangun dari tidurnya. Ini menunjukkan bahwa beliau tidak tidur dalam kelalaian, melainkan selalu dalam keadaan waspada terhadap keadaan umatnya.

Ketika terbangun, beliau mengucapkan "Subhanallah" sebagai bentuk pengagungan kepada Allah. Kemudian beliau bersabda, "Mādzā unzila al-lailata minal fitan" (Betapa banyak bencana yang diturunkan malam ini). Yang dimaksud dengan "fitan" di sini adalah ujian dan cobaan yang akan menimpa umat manusia. Ini adalah peringatan dini dari Nabi ﷺ tentang berbagai fitnah yang akan terjadi, seperti fitnah harta, fitnah kekuasaan, dan fitnah syahwat.

Selanjutnya beliau bersabda, "Wa mādzā futiha minal khazāin" (dan betapa banyaknya harta yang dibongkar). Maksudnya adalah terbukanya perbendaharaan dunia, baik berupa harta benda, kekuasaan, atau kenikmatan duniawi lainnya. Ini adalah isyarat bahwa dunia akan terbuka lebar bagi umat Islam, dan ini bisa menjadi ujian yang berat.

Kemudian beliau memerintahkan, "Aiqidzū shawāhibātil hujar" (Bangunkanlah para penghuni rumah yang tertidur). Maksudnya adalah para istri beliau. Beliau memerintahkan mereka untuk bangun dan shalat malam. Ini menunjukkan bahwa shalat malam adalah benteng pertahanan dari fitnah dunia. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (6/73) menjelaskan bahwa shalat malam adalah amalan yang paling utama setelah shalat fardhu, dan ia dapat melindungi seseorang dari fitnah.

Puncak peringatan Nabi ﷺ adalah sabdanya, "Farubba kāsiyatin fid dunyā 'āriyatin fil ākhirah" (Banyak orang yang berpakaian di dunia namun telanjang di akhirat). Ini adalah perumpamaan yang sangat dalam. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami'ul 'Ulum wal Hikam (1/345) menjelaskan bahwa maknanya adalah seseorang yang memiliki kenikmatan dunia, pakaian yang indah, dan kehidupan yang mewah, namun di akhirat ia tidak memiliki amal shalih yang bisa menutupi aibnya. Ia telanjang karena amal buruknya dan tidak memiliki pahala yang bisa menyelamatkannya.

Story Telling

Diriwayatkan dari Al-Hasan al-Bashri rahimahullah, beliau berkata: "Sungguh aku mendapati suatu kaum yang apabila mereka melihat seorang muslim yang lalai dalam ibadah, mereka akan menasihatinya dengan lembut dan mengingatkannya akan kematian. Mereka tidak sibuk dengan aib orang lain, tetapi sibuk dengan aib diri sendiri." (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam Kitab al-Ikhlas)

Kisah ini mengingatkan kita bahwa para salafus shalih sangat perhatian terhadap keadaan saudara mereka. Seperti Rasulullah ﷺ yang terbangun di malam hari dan langsung memikirkan umatnya, mereka juga saling mengingatkan dalam kebaikan.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyak shalat malam sebagai benteng dari fitnah dunia. Shalat malam adalah amalan yang paling utama setelah shalat fardhu.
  2. Jangan terlena dengan dunia. Harta, pakaian, dan kenikmatan dunia bisa menjadi ujian. Jadikanlah semua itu sebagai sarana untuk beribadah kepada Allah.
  3. Ingatlah akhirat. Setiap kenikmatan dunia akan dipertanggungjawabkan. Jangan sampai kita berpakaian indah di dunia namun telanjang di akhirat karena tidak memiliki amal shalih.
  4. Saling mengingatkan dalam kebaikan. Seperti Rasulullah ﷺ yang membangunkan istrinya untuk shalat, kita juga hendaknya saling mengajak kepada kebaikan dengan cara yang lembut dan penuh kasih sayang.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.