Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa kebiasaan shalat malam Nabi Muhammad ﷺ adalah sebanyak tiga belas rakaat secara total. Jumlah tersebut sudah termasuk shalat witir dan dua rakaat sunnah fajar (qabliyah Subuh). Ini menunjukkan bahwa shalat malam beliau sangat ringan dan tidak memberatkan, namun penuh kekhusyukan dan kontinuitas.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang Relevan:
Allah Ta'ala berfirman:
وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةًۭ لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًۭا مَّحْمُودًۭا
"Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah tambahan) bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (QS. Al-Isra' [17]: 79)
Hadits Terkait:
Hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu 'anha ini tercatat dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Tahajud, Bab Bagaimana Shalat Nabi ﷺ dan Berapa Banyak Nabi ﷺ Shalat di Malam Hari, no. 1140. Juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya.
Kaitan dengan Ulama:
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam kitab Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits-hadits tentang jumlah rakaat shalat malam Nabi ﷺ memang berbeda-beda. Ada yang menyebut 11 rakaat, 13 rakaat, dan lainnya. Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan kondisi dan waktu, atau karena cara menghitung rakaat witir dan dua rakaat sunnah fajar. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari juga membahas perincian ini dengan sangat mendalam.
Penjelasan Rinci
Hadits ini adalah salah satu dari beberapa riwayat yang menjelaskan tentang jumlah rakaat shalat malam Nabi Muhammad ﷺ. Yang dimaksud dengan "tiga belas rakaat" di sini adalah total seluruh shalat yang beliau lakukan di malam hari, mulai dari setelah Isya hingga sebelum Subuh.
Perincian Tiga Belas Rakaat:
Para ulama, seperti Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar, menjelaskan bahwa tiga belas rakaat ini terdiri dari:
- Shalat Malam (Tahajud/Qiyamul Lail): 8 rakaat. Ini adalah shalat yang dilakukan setelah bangun tidur di tengah malam.
- Shalat Witir: 3 rakaat. Ini adalah penutup shalat malam.
- Dua Rakaat Sunnah Fajar (Qabliyah Subuh): 2 rakaat. Ini adalah shalat sunnah yang dikerjakan setelah terbit fajar (masuk waktu Subuh) sebelum shalat Subuh.
Jadi, 8 + 3 + 2 = 13 rakaat.
Mengapa Ada Riwayat yang Menyebut 11 Rakaat?
Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa perbedaan ini terjadi karena dalam riwayat 11 rakaat, dua rakaat sunnah fajar tidak dihitung sebagai bagian dari shalat malam, melainkan sebagai shalat sunnah yang terpisah di waktu Subuh. Atau, bisa juga karena Nabi ﷺ terkadang shalat witir 1 rakaat saja, sehingga totalnya menjadi 11 rakaat (8 + 1 + 2). Ini menunjukkan keluwesan dan tidak adanya kekakuan dalam jumlah rakaat.
Hikmah dari Hadits Ini:
- Kontinuitas: Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkan shalat malam, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Ini mengajarkan kita untuk istiqamah dalam ibadah, meskipun hanya sedikit.
- Keringanan: Jumlah 13 rakaat ini tidaklah terlalu berat. Bahkan, jika seseorang tidak mampu, ia bisa melakukannya dengan jumlah yang lebih sedikit. Yang terpenting adalah kualitas dan kekhusyukan, bukan kuantitas semata.
- Keutamaan Shalat Malam: Shalat malam adalah kebiasaan orang-orang shalih, pendekatan diri kepada Allah, dan sebab diangkatnya derajat seorang hamba ke tempat yang terpuji (maqam mahmud).
Story Telling
Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata:
"Jika Nabi ﷺ shalat (malam), beliau berdiri hingga kaki beliau bengkak. Maka aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, mengapa engkau lakukan ini, padahal Allah telah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang?' Beliau menjawab, 'Tidakkah aku menjadi hamba yang bersyukur?'" (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Kisah ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah rakaat beliau terkadang 11 atau 13, namun kualitas dan kekhusyukan beliau sangatlah tinggi. Beliau tidak merasa cukup dengan amalan yang sedikit, tetapi terus berusaha untuk menjadi hamba yang bersyukur dengan memperbanyak ibadah.
Kesimpulan Praktis
- Jangan Terpaku pada Jumlah: Yang terpenting dalam shalat malam adalah keikhlasan, kekhusyukan, dan kontinuitas. Lakukanlah sesuai kemampuan, baik 2, 4, 8, atau 11 rakaat.
- Jadikan Shalat Malam sebagai Kebiasaan: Mulailah dengan jumlah yang ringan, misalnya 2 rakaat setelah Isya atau di sepertiga malam. Jangan pernah meremehkan amalan kecil yang dilakukan secara rutin.
- Jaga Shalat Sunnah Fajar: Dua rakaat sunnah fajar memiliki keutamaan yang sangat besar, lebih baik dari dunia dan seisinya. Jangan pernah meninggalkannya.
- Akhiri dengan Witir: Jadikanlah shalat witir sebagai penutup shalat malam, baik dilakukan di awal, tengah, atau akhir malam.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.