Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 1136 tentang Keutamaan bersiwak sebelum shalat malam

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa membersihkan mulut dengan siwak sebelum shalat malam adalah sunnah yang diajarkan Nabi ﷺ. Beliau ﷺ selalu bersiwak ketika bangun untuk shalat tahajjud, sebagai bentuk kebersihan dan persiapan diri untuk menghadap Allah ﷻ. Ini mengajarkan kita untuk menjaga kebersihan mulut, terutama saat akan beribadah di waktu malam.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

Allah ﷻ berfirman:

<p>يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ (1) قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا (2) نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا (3) أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا (4)</p>

"Wahai orang yang berselimut (Muhammad)! Bangunlah (untuk shalat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil, (yaitu) setengahnya atau kurang sedikit dari itu, atau lebih dari itu. Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan." (QS. Al-Muzzammil [73]: 1-4)

Ayat ini memerintahkan Nabi ﷺ untuk bangun malam dan membaca Al-Qur'an dengan tartil. Hadits ini menunjukkan persiapan beliau sebelum melaksanakan perintah tersebut, yaitu membersihkan mulut dengan siwak.

Hadits Terkait:

Hadits yang diriwayatkan oleh Hudzaifah bin al-Yaman radhiyallahu 'anhu ini tercatat dalam Shahih al-Bukhari (no. 1136) dan Shahih Muslim (no. 255). Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa siwak sebelum shalat malam adalah sunnah yang dianjurkan, karena malaikat akan mendekat dan Al-Qur'an akan dibaca dengan mulut yang bersih.

Kaitan dengan Ulama:

Imam Ibn Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fath al-Bari (Kitab Tahajjud, Bab Panjangnya Berdiri dalam Shalat Malam) menjelaskan bahwa kata "yasyushu" (يَشُوصُ) berarti menggosok atau membersihkan dengan kuat. Beliau juga menukil perkataan Imam al-Khattabi bahwa siwak di waktu malam lebih utama karena mulut yang lama tidur berubah baunya, sehingga membersihkannya adalah bagian dari adab menghadap Allah.

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan oleh Hudzaifah bin al-Yaman radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat yang sangat dekat dengan Nabi ﷺ. Beliau melihat langsung kebiasaan Nabi ﷺ ketika bangun untuk shalat tahajjud. Kata "yasyushu" (يَشُوصُ) dalam bahasa Arab berarti menggosok atau membersihkan dengan gerakan memutar, seperti menggosok gigi. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tidak hanya sekadar menyentuh siwak, tetapi benar-benar membersihkan mulut dan giginya secara menyeluruh.

Para ulama dari kalangan salaf, seperti Imam al-Hasan al-Bashri rahimahullah, sangat menekankan kebersihan mulut sebelum ibadah. Beliau berkata, "Siwak adalah pembersih mulut dan keridhaan Rabb." (HR. Ahmad dalam az-Zuhd). Imam an-Nawawi rahimahullah dalam al-Majmu' menjelaskan bahwa siwak disunnahkan pada setiap waktu, tetapi lebih ditekankan saat akan shalat, membaca Al-Qur'an, dan ketika bangun tidur.

Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan hikmah di balik siwak sebelum tahajjud. Beliau berkata, "Karena mulut orang yang tidur berubah baunya, dan shalat malam adalah ibadah yang paling mulia, maka membersihkan mulut adalah bagian dari menyempurnakan ibadah tersebut. Ini juga menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan kebersihan dan kesucian."

Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menambahkan bahwa siwak sebelum tahajjud juga memiliki faedah spiritual. Beliau berkata, "Ketika seorang hamba membersihkan mulutnya untuk membaca Al-Qur'an dan berdzikir di hadapan Allah, itu adalah bentuk penghormatan dan persiapan yang baik. Malaikat pun akan lebih dekat dengan orang yang mulutnya bersih."

Story Telling

Diriwayatkan dari Hudzaifah radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Aku pernah bermalam bersama Nabi ﷺ. Ketika beliau bangun untuk shalat malam, beliau bersiwak terlebih dahulu. Kemudian beliau berwudhu dan membaca ayat-ayat dari surat Ali Imran hingga selesai." (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Kisah ini menunjukkan betapa Nabi ﷺ sangat menjaga adab dan kebersihan, bahkan di tengah malam saat orang lain terlelap. Beliau tidak langsung shalat begitu bangun, tetapi membersihkan mulut terlebih dahulu. Ini adalah pelajaran bagi kita bahwa ibadah yang dilakukan dengan persiapan yang baik akan lebih bernilai di sisi Allah.

Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam Fath al-Bari (syarh hadits ini) berkata, "Perbuatan Nabi ﷺ ini menunjukkan bahwa membersihkan diri sebelum ibadah adalah bagian dari kesempurnaan ibadah itu sendiri. Beliau mengajarkan kita untuk tidak meremehkan hal-hal kecil seperti kebersihan mulut, karena itu adalah bagian dari syiar Islam."

Kesimpulan Praktis

  1. Bersiwaklah sebelum shalat malam karena itu adalah sunnah Nabi ﷺ yang membersihkan mulut dan mendatangkan keridhaan Allah.
  2. Jaga kebersihan mulut setiap saat, terutama saat akan membaca Al-Qur'an, shalat, dan berdzikir.
  3. Persiapkan diri dengan baik sebelum ibadah, baik secara fisik (kebersihan) maupun spiritual (niat yang ikhlas).
  4. Amalkan siwak sebagai bagian dari sunnah harian, karena banyak keutamaannya sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.