Penjelasan Hadits Bukhari No. 1037 tentang Doa keberkahan Syam dan Yaman, fitnah dari Najd

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini berisi doa Nabi ﷺ agar Allah memberkahi negeri Syam dan Yaman. Ketika para sahabat meminta doa untuk Najd, Nabi ﷺ justru menyebutkan bahwa di Najd akan terjadi gempa dan fitnah, serta munculnya "tanduk setan". Makna hadits ini bukanlah menghina penduduk Najd secara umum, tetapi merupakan kabar ghaib tentang fitnah yang akan muncul dari arah tersebut, dan ini menjadi pelajaran penting tentang keutamaan Syam dan Yaman serta kewaspadaan terhadap sumber-sumber fitnah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Shahih Al-Bukhari, Kitab Doa Meminta Hujan (Kitab al-Istisqa'), Bab "Apa yang Dikatakan tentang Gempa dan Tanda-Tanda", no. 1037, dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma.

Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dari sahabat Ibnu Umar juga, dengan lafaz yang hampir sama.

Ayat Al-Qur'an yang relevan tentang keutamaan Syam (Baitul Maqdis dan sekitarnya) yang diberkahi Allah:

QS. Al-Isra' [17]: 1

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ

"Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya..."

Penjelasan Ulama:

  • Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari (Syarah Shahih Al-Bukhari) menjelaskan panjang lebar tentang makna hadits ini, termasuk tentang maksud "Najd" dan "tanduk setan".
  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim juga memberikan penjelasan rinci tentang hadits ini.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin dan kitab-kitabnya menjelaskan bahwa hadits ini adalah kabar ghaib Nabi ﷺ tentang fitnah yang muncul dari arah timur (Najd).

Penjelasan Rinci

Pertama: Makna "Syam" dan "Yaman"

Yang dimaksud Syam adalah wilayah yang kini mencakup Suriah, Palestina, Yordania, dan Lebanon. Wilayah ini diberkahi karena di dalamnya terdapat Masjidil Aqsha, negeri para nabi, dan tempat yang Allah berkahi sekelilingnya sebagaimana dalam QS. Al-Isra' ayat 1.

Yang dimaksud Yaman adalah negeri Yaman yang dikenal dengan keimanan penduduknya. Nabi ﷺ bersabda dalam hadits lain: "Penduduk Yaman telah datang kepadamu, mereka adalah orang-orang yang paling lembut hatinya. Iman itu dari Yaman, dan hikmah itu dari Yaman." (HR. Al-Bukhari no. 4388)

Kedua: Makna "Najd"

Para ulama berbeda pendapat tentang maksud "Najd" dalam hadits ini:

  1. Pendapat pertama: Najd adalah wilayah timur Madinah, mencakup daerah Yamanah dan sekitarnya. Ini adalah pendapat yang dikuatkan oleh Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari, berdasarkan riwayat-riwayat yang menjelaskan bahwa fitnah yang dimaksud muncul dari arah timur.
  2. Pendapat kedua: Najd adalah seluruh wilayah yang berada di timur Madinah hingga Irak. Imam Al-Khattabi (yang juga disebut oleh Ibnu Hajar) berpendapat bahwa Najd dalam hadits ini adalah Irak, karena dari sanalah muncul berbagai fitnah besar dalam sejarah Islam seperti Perang Jamal, Perang Shiffin, dan fitnah Khawarij.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (jilid 13, hlm. 58-59) menjelaskan bahwa pendapat yang lebih tepat adalah bahwa Najd di sini adalah wilayah timur Madinah, dan beliau menegaskan bahwa hadits ini bukan celaan terhadap penduduk Najd secara umum, tetapi merupakan kabar tentang fitnah yang akan muncul dari arah tersebut.

Ketiga: Makna "Di sana akan muncul gempa dan fitnah"

Ini adalah kabar ghaib dari Nabi ﷺ bahwa dari arah Najd akan muncul:

  • Gempa bumi yang banyak terjadi di wilayah tersebut
  • Fitnah besar yang memecah belah umat Islam

Sejarah membuktikan kebenaran ini. Dari arah timur (Irak dan sekitarnya) muncul berbagai fitnah besar seperti terbunuhnya Utsman bin Affan, Perang Jamal, Perang Shiffin, munculnya Khawarij, dan berbagai fitnah lainnya.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa hadits ini adalah mukjizat Nabi ﷺ karena beliau mengabarkan hal ghaib yang kemudian benar-benar terjadi.

Keempat: Makna "Muncul sisi kepala setan"

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa makna "tanduk setan" atau "sisi kepala setan" adalah:

  • Setan akan muncul dan menguasai dari arah tersebut
  • Dari arah tersebut akan muncul pemimpin-pemimpin sesat yang mengajak kepada kebatilan
  • Ini adalah kiasan bahwa setan akan memiliki pengaruh besar di wilayah tersebut

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa ini bukan berarti seluruh penduduk Najd adalah setan atau pengikut setan, tetapi bahwa dari arah tersebut akan muncul orang-orang yang menjadi "tanduk" atau "kekuatan" bagi setan dalam menyesatkan manusia.

Penting untuk dipahami:

Hadits ini bukan berarti penduduk Najd secara keseluruhan tercela. Banyak ulama besar dari kalangan sahabat, tabi'in, dan imam-imam hadits yang berasal dari wilayah Najd. Yang dimaksud adalah fitnah yang muncul dari arah tersebut, bukan celaan terhadap seluruh penduduknya.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menegaskan bahwa hadits ini tidak boleh dipahami sebagai celaan terhadap penduduk Najd secara umum, karena banyak di antara mereka adalah orang-orang shalih dan ulama besar.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika Imam Ahmad bin Hanbal ditanya tentang hadits ini dan apakah Najd yang dimaksud adalah Najd (wilayah) beliau sendiri, beliau menjawab dengan bijak bahwa yang dimaksud adalah fitnah yang akan muncul dari arah timur, dan beliau tidak memperluas maknanya kepada celaan terhadap penduduk suatu wilayah tertentu.

Kisah lain yang masyhur: Ketika fitnah besar terjadi di akhir masa pemerintahan Utsman bin Affan dan kemudian meluas hingga menyebabkan terbunuhnya beliau, para ulama memahami bahwa inilah sebagian dari yang dikabarkan Nabi ﷺ tentang fitnah yang muncul dari arah timur. Imam Al-Hasan al-Bashri sering mengingatkan murid-muridnya tentang hadits-hadits fitnah ini agar mereka waspada dan tidak terjerumus ke dalamnya.

Hikmah dari kisah-kisah ini adalah bahwa para ulama salaf memahami hadits ini sebagai peringatan untuk menjauhi fitnah dan tidak terjebak dalam perpecahan, bukan sebagai alat untuk mencela kelompok atau wilayah tertentu.

Kesimpulan Praktis

  1. Hadits ini mengajarkan kita untuk mencintai negeri-negeri yang diberkahi Allah seperti Syam dan Yaman, serta menghargai keutamaan yang Allah berikan kepada mereka.
  2. Kita harus waspada terhadap fitnah yang muncul dari berbagai arah, terutama yang telah dikabarkan Nabi ﷺ. Fitnah itu nyata dan telah terjadi dalam sejarah.
  3. Jangan menjadikan hadits ini sebagai alat untuk mencela kelompok, wilayah, atau bangsa tertentu. Para ulama menegaskan bahwa maknanya adalah kabar ghaib tentang fitnah, bukan celaan terhadap penduduk.
  4. Yang terpenting adalah menjaga persatuan umat dan menjauhi segala bentuk perpecahan, karena fitnah yang paling besar adalah yang memecah belah kaum muslimin.
  5. Kita harus berlindung kepada Allah dari fitnah, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, dan memohon kepada-Nya agar diberi keteguhan di atas kebenaran.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?