Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 1035 tentang Kemenangan dengan angin timur dan kehancuran kaum Ad

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengabarkan tentang dua keajaiban Allah ﷻ yang berkaitan dengan angin. Pertama, Nabi ﷺ diberi kemenangan melalui angin timur (ash-shaba) yang menjadi sebab kekalahan musuh-musuh beliau. Kedua, kaum 'Ad yang durhaka dihancurkan oleh angin barat yang sangat kencang (ad-dabur). Ini adalah bukti kekuasaan Allah dan pertolongan-Nya kepada para nabi-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang terkait:

Allah ﷻ berfirman tentang kehancuran kaum 'Ad:

وَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا هُودًا وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِنَّا وَنَجَّيْنَاهُمْ مِنْ عَذَابٍ غَلِيظٍ

"Dan tatkala datang perintah Kami, Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami, dan Kami selamatkan (pula) mereka dari azab yang keras."

(QS. Hud [11]: 58)

Dan firman-Nya tentang angin yang membinasakan mereka:

وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ

"Dan adapun kaum 'Ad, maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi kencang."

(QS. Al-Haqqah [69]: 6)

Hadits yang diriwayatkan:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Istisqa', Bab Perkataan Nabi ﷺ 'Aku diberi kemenangan dengan angin timur', no. 1035, dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.

Kaitan dengan ulama:

  • Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ash-shaba adalah angin yang bertiup dari arah timur, dan ad-dabur adalah angin yang bertiup dari arah barat. Beliau menukil perkataan ulama bahwa angin ash-shaba adalah angin yang membawa rahmat, sedangkan ad-dabur adalah angin yang membawa azab.
  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa kemenangan Nabi ﷺ dengan angin timur terjadi pada perang Ahzab (Khandaq), ketika Allah mengirim angin kencang yang membalikkan pasukan musuh dan membuat mereka kalah.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Makna Ash-Shaba dan Ad-Dabur

  • Ash-Shaba (الصَّبَا) adalah angin yang bertiup dari arah timur, yaitu arah datangnya matahari terbit. Angin ini lembut, sejuk, dan membawa rahmat. Dalam tradisi Arab, angin ini dianggap baik dan membawa kabar gembira.
  • Ad-Dabur (الدَّبُورُ) adalah angin yang bertiup dari arah barat, yaitu arah terbenamnya matahari. Angin ini biasanya kencang dan keras.

2. Kemenangan Nabi ﷺ dengan Ash-Shaba

Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi pada Perang Ahzab (Khandaq) pada tahun ke-5 Hijriah. Ketika pasukan sekutu (Ahzab) mengepung Madinah, Allah ﷻ mengirimkan angin kencang yang mencabut tenda-tenda mereka, menjungkirbalikkan periuk-periuk mereka, dan membuat mereka ketakutan sehingga mereka mundur dan kalah. Ini adalah pertolongan Allah yang nyata kepada Nabi ﷺ dan kaum muslimin.

3. Kehancuran Kaum 'Ad dengan Ad-Dabur

Kaum 'Ad adalah kaum Nabi Hud 'alaihissalam yang sombong dan mendustakan risalahnya. Mereka memiliki kekuatan fisik yang luar biasa dan bangunan-bangunan megah, namun mereka tetap durhaka kepada Allah. Maka Allah mengirimkan angin ad-dabur yang sangat kencang dan dingin selama tujuh malam delapan hari berturut-turut, yang menghancurkan mereka semua. Ini disebutkan dalam Al-Qur'an:

سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا

"Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus-menerus."

(QS. Al-Haqqah [69]: 7)

4. Pelajaran dari Hadits Ini

  • Pertolongan Allah itu nyata: Allah menolong hamba-hamba-Nya yang beriman dengan cara yang tidak disangka-sangka.
  • Kekuasaan Allah atas alam: Angin yang biasanya menjadi rahmat bisa menjadi azab bagi yang durhaka.
  • Kemenangan datang dari Allah: Nabi ﷺ tidak mengandalkan kekuatan pasukan semata, tetapi pertolongan Allah yang menentukan.
  • Peringatan bagi yang sombong: Kaum 'Ad yang kuat dan megah tetap binasa karena kesombongan mereka.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa pada Perang Ahzab, kaum muslimin digali parit (khandaq) di sekeliling Madinah atas usul Salman al-Farisi. Pasukan musuh yang berkumpul sangat besar, sekitar sepuluh ribu orang, sementara kaum muslimin hanya sekitar tiga ribu orang. Mereka terkepung selama berminggu-minggu dalam keadaan sulit.

Namun Allah ﷻ tidak membiarkan hamba-Nya. Pada suatu malam yang sangat dingin, Allah mengirimkan angin kencang dari arah timur (ash-shaba) yang mencabut tenda-tenda pasukan musuh, memadamkan api unggun mereka, dan membuat mereka ketakutan. Bahkan disebutkan bahwa angin tersebut membalikkan periuk-periuk masakan mereka. Akhirnya pasukan Ahzab mundur dan pergi dengan kekalahan, tanpa terjadi pertempuran besar. Inilah yang dimaksud Nabi ﷺ ketika bersabda: "Aku diberi kemenangan dengan ash-shaba."

Adapun kaum 'Ad, mereka adalah kaum yang sangat kuat dan sombong. Mereka berkata: "Siapakah yang lebih kuat dari kami?" Maka Allah membinasakan mereka dengan angin yang sangat dingin dan kencang selama tujuh malam delapan hari, sampai-sampai mereka berguguran seperti pohon kurma yang tumbang. Ini menjadi pelajaran bahwa kekuatan dan kesombongan tidak akan menolong seseorang di hadapan azab Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah bahwa pertolongan Allah itu dekat — jangan berputus asa ketika menghadapi kesulitan, karena Allah bisa menolong dengan cara yang tidak kita duga.
  2. Jangan sombong dengan kekuatan atau harta — karena semua itu bisa sirna dalam sekejap dengan izin Allah.
  3. Bersyukur atas nikmat angin dan alam — karena apa yang menjadi rahmat bagi kita bisa menjadi azab bagi yang lain.
  4. Ambil pelajaran dari sejarah — kehancuran umat terdahulu adalah peringatan bagi kita agar tidak mengulangi kesalahan mereka.
  5. Perbanyak doa dan tawakal — sebagaimana Nabi ﷺ bersandar kepada Allah dalam setiap urusan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.